Euro Turun Ke Level Terendah Empat Minggu Atas Dollar

Euro turun ke level terendah empat minggu atas dollar pada hari Kamis setelah ketua ECB Christine Lagarde mengisyaratkan adanya kembali pelonggaran moneter pada bulan Desember. Dalam rapatnya kemarin, ECB mempertahankan suku bunga stabil dan berkomitmen untuk menahan dampak yang terjadi dari gelombang kedua infeksi virus korona, mengatakan akan mempertajam tanggapannya pada pertemuan Desember. Lagarde mengatakan bahwa perlu untuk mengambil tindakan dan karena itu mengkalibrasi ulang instrumen kami pada pertemuan berikutnya. Sementara itu, Data kemarin menunjukkan PDB AS tumbuh melebihi ekspektasi, serta jobless turun di bawah ekspetasi. Data tersebut awalnya memukul dollar karena mengurangi pamor safe haven-nya. Tetapi data positif akan membantu dollar AS untuk jangka panjang.

Dolar Kanada (loonie) bergerak mendatar atas dollar AS setelah data AS yang positif mampu mengimbangi kekhawatiran mengenai lonjakan infeksi virus corona, dengan mata uang pulih dari level terendah empat minggu. Loonie diperdagangan flat pada kisaran 1,3315 atas dollar AS, sempat menyentuh level terendah sejak 30 September di 1,3389.

Harga emas turun ke level terendah satu bulan pada hari Kamis karena penguatan dollar AS, serta ketidakpastian stimulus AS. Namun, penurunan dapat dibatasi oleh kekhawatiran atas lonjakan kasus COVID-19 dan ketidakpastian politik menjelang pilpres AS. Harga emas spot turun 0,4% menjadi $ 1.869.94 , setelah jatuh ke level terendah sejak 28 September di $ 1.858.92. Emas berjangka AS turun 0,5% menjadi $ 1,869.90.

Harga minyak kembali jatuh pada hari Kamis, menyentuh level terendah lima bulan dan memperpanjang penurunan tajam hari sebelumnya karena dampak lockdown virus korona yang baru terhadap permintaan minyak. Dengan kasus COVID-19 yang melonjak di seluruh Eropa, Perancis mengharuskan warganya untuk tinggal di rumah, kecuali aktivitas penting mulai Jumat. sementara Jerman akan menutup bar, restoran, dan teater mulai 2 November hingga akhir bulan. Dengan adanya lockdown tersebut, maka prospek permintaan jangka pendek untuk minyak mentah mulai memburuk. Sementara itu, OPEC+ akan memantau prospek permintaan yang memburuk dengan cermat dan meningkatnya pasokan dari anggota OPEC Libya. OPEC+ berencana kembali melonggarkan pengurangan produksi pada Januari 2021 dari 7,7 juta barel per hari (bph) saat ini menjadi sekitar 5,7 juta barel per hari. Libya saat ini memproduksi 680.000 bph dan memperkirakan produksi akan meningkat menjadi 1 juta bph dalam beberapa pekan mendatang.

Tiga indeks utama berakhir positif pada akhir perdagangan Kamis berkat reli saham perusahaan teknologi menjelang jelang laporan keuangan dan data ekonomi AS yang positif. Wall Street mendapat dorongan setelah data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada rekor kecepatan pada kuartal ketiga setelah pemerintah mengucurkan lebih dari US$ 3 triliun bantuan pandemi Covid-19.

Fokus Hari Ini: PDB Jerman & Kanada, PCE AS
Masih ada serangkaian data ekonomi yang layak disimak di akhir perdagangan minggu ini. Data-data tersebut termasuk data PDB di beberapa negara, seperti; Perancis, Jerman dan Kanada. Setelah lockdown dilonggarkan, terlihat adanya perbaikan pada data PDB tersebut, yang mulai tumbuh di kuartal ketiga, setelah dua kuartal sebelumnya terkontraksi. Dari AS, ada data PCE dan personal spending.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*