Fokus Hari Ini : ECB Minutes, PDB, Durable Goods Orders & Jobless Claims AS

Fokus Hari Ini : ECB Minutes, PDB, Durable Goods Orders & Jobless Claims AS
Beberapa event dan data akan kembali hadir hari ini. ECB akan merilis minutes-nya, yang merupakan notulen rapat bulan lalu. Sementara data-data AS yang akan dirilis antara lain; durable goods orders, PDB, serta jobless claims. PDB AS diperkirakan kontraksi 5% di kuartal 1-2020, sementara jobless claims diperkirakan turun 1,300 ribu. Pelaku pasar juga akan terus memantau perkembangan seputar Covid-19.

Dollar AS berhasil menguat kemarin karena faktor safe haven setelah kenaikan kasus virus di AS telah mengikis harapan pemulihan ekonomi yang cepat. Ketika jumlah kasus Covid-19 melonjak di negara-negara bagian AS, gubernur New York, New Jersey dan Connecticut mengumumkan bahwa mereka akan meminta wisatawan dari negara-negara yang tingkat infeksi Covid-19 tinggi untuk dikarantina di saat kedatangan. Kerusakan ekonomi yang lebih luas telah memaksa IMF memangkas proyeksi output global tahun ini. Permintaan safe haven dollar semakin meningkat setelah berita yang menyebutkan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengubah tarif pada berbagai produk Eropa. Indeks dollar, yang megukur bobot dollar atas enam mata uang utama lainnya menguat 0,52% menjadi 97,14.

Mata uang komoditas, yang sebelumnya reli berkat naiknya harga minyak dan komoditas lainnya, juga mengalami tekanan kemarin. Ausie diperdagangkan pada kisaran $0,6864 setelah sempat turun 0,90%. Sementara dollar Kanada turun menjadi C$1.3644 setelah lembaga pemeringgkat Fitch menurunkan peringkat utang Kanada menjadi AA+ dari sebelumnya AAA.

Harga emas terkoreksi 0,41% kemarin setelah sempat meraih level tertinggi 7,5 tahun. Aksi jual terjadi setelah kemarin setelah pelaku pasar mengurangi kepemilikan emasnya untuk beralih pada uang tunai di tengah meningkatnya kasus infeksi virus ccorona. Analis melihat bahwa ketika risiko meningkat, investor menjual emas dan mengurangi investasi pada portofolionya. Kenaikan harga emas akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dan krisis kesehatan global masih suram.

Harga minyak kembali anjlok kemarin setelah laporan Enenrgy Information Administration yang menyebutkan cadangan minyak AS naik mebihi perkirakaan. Dalam laporan tersebut EIA mengatakan cadangan minyak naik 1,4 juta barel, melebihi angka perkiraan yaitu naik 1,2%. Sementara untuk persedian bensin turun 1,7%, meningkatkan optimisme bahwa konsumsi bahan bakar meningkat karena beberapa negara telah melonggarkan lockdown. Harga minyak juga tertekan oleh sentimen kenaikan jumlah kasus baru virus corona di AS dan tempat lain. Menurut data Reuters, kasus Covid-19 naik 25% di AS minggu lalu dan jumlah kematian di Amerika Latin sudah mencapai 100 ribu pada hari ini. Di awal minggu, harga minyak sempat menguat, didorong oleh optimisme pulihnya permintaan dan berkurangnya kekhawatiran konflik dagang AS-China setelah presiden Trump mengatakan kesepakatan dagang AS-China masih berlangsung. Harga minyak WTI turun sekitar 7,6% dan Brent turun 7,1%.

Indeks saham berjangka AS menguat hari ini setelah indeks Dow Jones turun 2,27%, penurunan terburuk setelah jatuh hampir 7% pad dua minggu lalu. Sentimen risk off masih membayangi pasar di tengah meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona. California melaporkan lebh dari 7,100 kasus, sementara Texas dan Florida juga meaporkan lonjakan besar, yang masing-masing lebih dati 5,500 kasus baru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*