Fokus Market Hari ini

Fokus Hari Ini:
Volatilitas pasar masih diperkirakan masih akan tinggi di minggu ini karena isu corona dan upaya pemerintah dunia yang berjuang mengatasi ekonomi agar tidak terjerumus ke jurang resesi. Beberapa data, serta event penting juga akan hadir, seperti RBA, FOMC dan ECB minutes, serta pertemuan OPEC. Sedangkan data ekonomi yang layak dicermati adalah jobless claims dan inflasi AS.

Dollar menguat atas mata uang utama dunia lainnya Jumat lalu karena faktor safe haven di tengah memburuknya dampak ekonomi dari wabah virus corona. Dollar menguat meski data non-farm yang menunjukkan kontraksi dalam sebesar 701 ribu, lebih besar dai perkiraan kontraksi 100 ribu. Sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari sebelumnya 3,5%. Data tersebut menunjukkkan pandemi covid-19 mulai memukul ekonomi lebih cepat dari perkiraan. Data tersebut dirilis setelah data sebelumnya yang menunjukkan jobless claims melonjak 6,65 juta. Ketika lockdown berlanjut di berbagai negara, dampak ekonomi dari pandemi menjadi lebih nyata, dengan indeks PMI di Zona euro dan Inggris mengalami kontraksi. Kondisi tersebut mengangkat dollar sebagai safe haven. Selama sepekan dollar menguat sekitar 2,3%, ditutup pada kisaran 100,61. Di tengah penguatan dollar, poundsterling juga terkena aksi jual, dengan GBP/USD turun 1,15% menjadi 1.2249, setelah sebelumnya sempat mencatat harga tertinggi di $1.2411 hari Jumat. Sterling juga jatuh setelah data yang menunjukkan sektor jasa Inggris kontraksi ke level terendah. indeks IHS Markit PMI sektor jasa Inggris jatuh ke angka 34,5, terburuk sepanjang masa. Dengan banyaknya aktifitas bisnis di Inggris yang terhenti, banyak perkiraan bahwa yang terburuk masih belum berakhir.

Harga emas kembali masuk area $1600 Jumat lalu karena investor kembali melirik safe haven setelah data ketenagakerjaan AS yang turun 701 ribu di Maret akibat dampak pandemi Covid-19. Data tersebut datang setelah sebelumnya data jobless claims AS melonjak 6,6 juta. Harga emas berjangka di COMEX naik 0,5% menjadi $1633,70 per ons, sementara emas spot naik 0,5% menjadi $1621. Selama sepekan emas spot turun 0,1%. Meski melemah minggu lalu, untuk jangka panjang sentimen masih mendukung emas karena dampak Covid-19 yang semakin menyebar ke seluruh dunia telah memukul ekonomi global.

Harga minyak pulih dan berhasil mencatatkan penguatan sebesar 37% minggu lalu setelah langkah OPEC dan cuitan Presiden AS Donald Trump yang memperkirakan bahwa para proudusen minyak akan melanjutkan pemangkasan output. Dalam cuitannya Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa dia akan menjadi perantara kesepakatan untuk Arab Saudi, Rusia dan produsen minyak lainnya untuk memangkas 10 hingga 15 juta barel dari produksi harian minyak dunia. Harga minyak melonjak 25% setelah cuitan tersebut. Kenaikan berlanjut hari Jumat setelah delegasi OPEC, yang tidak disebutkan namanya, berbicara mengenai pemangkasan output. Harga juga naik setelah data yang menunjukkan bahwa para pengebor AS telah memangkas jumlah rig-nya. Selain itu, pernyataan Kremlin yang mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan akan bertemu dengan para pengusaha dan pejabat industri minyak Rusia guna membahas situasi pasar energii dunia, turut mendorong harga. Minggu lalu, minyak WTI menguat 32% dan Brent 37%.

Saham-saham di Asia-Pacific bergerak variatif hari ini setelah ditundanya pertemuan OPEC+ hari ini, yang memicu penurunan harga minyak hari ini. Indeks future Nikkei di buka bervariasi. Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di level 18.110, sementara di Osaka berada di level 17.700. Sementara saham-saham di Australia terlihat flat. Harga minyak turun sekitar 6-7% hari ini.

Saham-saham di Asia-Pacific bergerak variatif hari ini setelah ditundanya pertemuan OPEC+, yang memicu penurunan harga minyak. Indeks future Nikkei di buka bervariasi. Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di level 18.110, sementara di Osaka berada di level 17.700. Sementara saham-saham di Australia terlihat flat. Harga minyak turun sekitar 6-7% hari ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*