Harapan Stimulus, Vaksin Pukul Dolar

Dolar jatuh ke level terendah lebih dari 2,5 tahun pada hari Kamis setelah adanya tanda-tanda kemajuan pada pembicaraan Stimulus fiskal AS dan optimisme tentang vaksin COVID-19. Ketua DPR AS dari Demokrat Nancy Pelosi dan Pemimpin Mayoritas Senat dari Republik Mitch McConnell berkonsultasi tentang bantuan virus corona. Partai Republik telah mengusulkan bantuan $500 miliar yang ditolak Demokrat karena terlalu kecil untuk mengatasi pandemi yang mengamuk. Dollar juga kehilangan pamornya sebagai safe haven di tengah optimisme tentang vaksin COVID-19, sehari setelah Inggris menyetujui vaksin Pfizer Inc. Dolar juga tertekan setelah klaim tunjangan pengangguran AS turun 75.000 menjadi 712.000, lebih baik dari perkiraan penurunan 775.000 . Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya turun 0,3% menjadi 90,72, setelah sempat menyentuh 90,504, terendah sejak April 2018.
Poundsterling Menguat, Komentar BBC Kikis Kenaikan
Pound Inggris naik 0,7% atas dolar menjadi $ 1,3452 setelah negosiasi Brexit berlanjut. Pair GBPƒUSD terpangkas penguatannya setelah editor politik BBC Laura Kuenssberg mengatakan mengalami hambatan Kamis malam, dengan blok Eropa memperkenalkan elemen baru. Sementara itu, ECB mengatakan akan memberikan stimulus lebih lanjut untuk membantu zona euro dalam rapat bulan Desember.
Pelemahan Dollar, Harapan Stimulus Angkat Emas
Emas menguat pada hari Kamis berkat pelemahan dolar, serta harapan akan adanya terobosan negosiasi pembahasan paket bantuan virus korona di Kongres AS. Emas spot naik 0,4% menjadi $ 1,838.83, setelah menyentuh $ 1,843.80, tertinggi sejak 23 November. Sementara berjangka naik 0,6% menjadi $ 1,841.10.

Minyak Menguat Setelah OPEC+ Naikkan Produksi Lebih Kecil dari Perkiraan
Harga minyak Brent naik 1% ke level tertinggi sejak awal Maret pada Kamis di tengah harapan baru kesepakatan stimulus AS dan setelah OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 500 ribu barel per hari (bph) mulai Januari. Kenaikan tersebut berarti OPEC+ akan memangkas produksi sebesar 7,2 juta barel per hari, atau 7% dari permintaan global mulai Januari, dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari. OPEC + diperkirakan akan memperpanjang pemotongan yang ada hingga setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana sebelumnya untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta bph. Peningkatkan produksi yang lebih kecil dari perkiraan pasar disambut positif oleh pasar. Sementara itu, Partai Republik di A.S. Kongres terlihat lebih optimis dalam pembicaraan bantuan virus korona ketika mereka mengusulkan bantuan $500 miliar yang sebelumnya ditolak oleh Demokrat, yang mengatakan lebih banyak uang diperlukan untuk mengatasi pandemi yang menyebar. Minyak WTI menguat 0,8%

Wall Street Variatif, Nasdaq Cetak Rekor
Bursa Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Kamis, dengan indeks Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi, terkerek kenaikan saham Tesla Inc. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,06% setelah laporan bahwa Pfizer Inc telah memangkas target peluncuran vaksin Covid-19. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29%.

Fokus Hari ini : Data Ketenagakerjaan AS
Semua perhatian pasar saat ini akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS bulan November, yang meliputi average hourly earning, yang diperkirakan stagnan di angka 0,1%. Kemudian tingkat pengangguran, yang diperkirakan turun 6,8% dari 6,9%. Terakhir, data yang sangat ditunggu pasar adalah non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 500 ribu, melambat jika dibandingkan pertumbuhan 638 ribu bulan lalu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*