Jum. Jul 19th, 2024

RBA Pertimbangkan Menjeda Kenaikan Suku Bunga

Risalah pertemuan kebijakan RBA pada 7 Maret silam diterbitkan. Menunjukkan bahwa Dewan Kebijakan RBA hanya membahas soal kenaikan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 3,6%. Menurut para eksekutif tersebut, kebijakan moneter sudah dalam wilayah terbatas dan prospek ekonomi tidak pasti. Mereka setuju untuk mempertimbangkan kembali menjeda kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya, guna memberikan waktu tambahan untuk menilai kembali prospek ekonomi. Paska risalah ini, AUD/USD tergelincir 0,6700 karena RBA menganggap hanya 25 bps sebagai opsi yang layak untuk kebijakan moneter bulan Maret.

Prospek Suku Bunga ECB Masih Agresif, Euro Melayang Tinggi

Pembuat kebijakan ECB Robert Holzmann memperlunak seruannya baru-baru ini untuk tiga kenaikan suku bunga lebih lanjut sebesar 50 bps secara berurutan. Senada dengan permintaan Bank Nasional Austria yang menyebutkan ECB harus menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada masing-masing dari empat pertemuan berikutnya karena inflasi terbukti membandel. EUR/USD melayang di sekitar 1,0720, mengincar 1,0750 di tengah pemulihan selera risiko investor. EUR/USD diperkirakan akan menuju resistensi kritis 1,0750. Potensi kenaikan terbuka karena investor skeptis tentang keputusan suku bunga Fed. Dolar AS masih dalam tekanan di 103,27. Masih ada kekhawatiran terhadap bank regional AS. Yang berpotensi jatuh. Kekhawatiran pasar tereda setelah 6 bank sentral siap melakukan pertemuan dan mengambil tindakan terkoordinasi untuk meningkatkan penyediaan likuiditas melalui pengaturan jalur pertukaran likuiditas dolar AS. Bulls mengincar 104,20. Prospek penurunan di bawah 102,80— 101,00.

Pasar masih menanti hasil pertemuan FOMC besok diana suku bunga saat ini berada di 4,5% – 4,75%. Ketidak pastian ini turut menjadi sentiment negatif bagi pasangan USD/JPY yang berada di 131,20. Jika Bulls tidak muncul, penurunan akan mengarah dibawah 131, dimana bear dapat memanfaatkan kegagalan untuk menembus resistance garis tren. GBP/USD naik-turun dalam perdagangan yang berombak. Ada kekhawatiran bahwa gejolak pasar keuangan dapat mendorong BoE untuk menghentikan kenaikan suku bunga menjelang “Kamis Super”. Geopolitik memanas setelah pihak DUP menyatakan tidak puas dengan kesepakatan Brexit dan memilih untuk menentangnya.

Harga Emas Bertahan Menjelang FOMC

Harga emas mempertahankan pullback dari posisi tertinggi di tahun ini dengan pergerakan tanpa arah. Ada pantulan korektif dalam imbal hasil obligasi AS dan sikap Fed menjadi sentiment Emas. Krisis perbankan, penembusan yang berhasil dari garis resistensi kunci sebelumnya mendukung aksi beli Emas.

Harga Minyak Rugi Ripis, Pasar Nantikan Kenaikan Suku Bunga Fed

Harga WTI mencatat kerugian minimal dimana pelemahan Dolar AS, dan optimism pasar, menyebabkan lonjakan harga WTI di perdagangan sebelumnya. Dua bank sentral utama yang menjadi tuan rumah keputusan kebijakan moneter dapat mengubah sentimen dan menyeret harga turun. WTI diperdagangkan di $67,68.

Bursa Saham AS Naik, Meski Sektor Perbankan Masih Merosot

Akhirnya Credit Suisse AS dibeli oleh UBS, sehingga meredakan kekhawatiran pasar dan membuat indek saham AS berakhir naik, meski saham perbankan masih merosot. Indek Dow Jones naik 1,2%, S&P 500 naik 0,9%, Nasdaq naik 0,4%. Kini pasar melihat kemungkinan Fed mengambil jeda kenaikan suku bunga dalam pertemuan FOMC besok.

Fokus Pasar Hari Ini :

ZEW akan merilis Indek Sentimen Ekonomi baik bagi Zona Euro dan Jerman. Diperkirakan angkanya akan mengalami penurunan. Zona Euro sebelumnya dilaporkan di 29.7 sementara Jerman di 28.1 yang diperkirakan akan turun ke 17.1. Hasil yang sesuai ekspektasi atau lebih rendah, akan menjadi sentiment negatif bagi EUR. Pasar juga akan memperhatikan pernyataan dari Presiden ECB, Christisne Lagarde yang dijadwalkan akan memberikan pernyataan sebelum sesi perdagangan AS. Indikasi sikap ECB yang mencoba untuk menjeda langkah kenaikan suku bunga, akan menjadi sentiment nagtif bagi Eur pula. AS akan melaporkan angka penjualan rumah bekas secara bulanan untuk bulan Februari. Diperkirakan akan mengalami lonjakan dari (-0.7%) menjadi naik 5%. Hasil yang sesuai ekspektasi akan mendorong penguatan bagi Dolar AS.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *