Harga Emas Menguat, Bentuk Pondasi Kuat Diatas $1900

Gold

Moskow Mengisyaratkan Tak Inggin Taklukkan Ukraina, Shanghai di Lockdown

Moskow mengisyaratkan pengurangan ambisinya menaklukkan Ukraina, untuk fokus hanya pada wilayah yang diklaim oleh separatis dukungan Rusia setelah pasukan Ukraina melakukan serangan balik yang ofensif dan berhasil merebut kembali wilayah pinggiran ibukota Kyiv. Sementara Pemerintah Shanghai mengatakan di hari Minggu akan mengunci kota dalam dua tahap untuk melakukan pengujian COVID-19 selama periode sembilan hari, setelah melaporkan rekor harian baru untuk infeksi tanpa gejala. Pihak berwenang mengatakan mereka akan membagi Shanghai menjadi dua untuk latihan, menggunakan Sungai Huangpu yang melewati kota sebagai panduan. Distrik di sebelah timur sungai, dan beberapa di baratnya, akan dikunci dan diuji antara 28 Maret dan 1 April. Area yang tersisa akan dikunci dan diuji antara 1 dan 5 April.

Bursa Saham AS Terjeda, NASDAQ Turun Sendiri

Bursa saham AS mengambil nafas setelah melakukan reli yang didorong oleh teknologi dan imbal hasil Treasury AS naik ke ketinggian baru karena bursa saham global kembali mengevaluasi implikasi kenaikan suku bunga dan perang Rusia di Ukraina. Indek Nasdaq turun sekitar 0,16% karena saham teknologi dan layanan kesehatan turun, sementara Dow Jones dan S&P 500 naik tipis sekitar 0,5%, dimana saham energi dan keuangan naik karena harga minyak yang naik dan harapan pasar pada kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Dolar AS Menguat, Euro makin Lemah

Dolar AS naik ketiga hari berturut-turut. Euro sedikit lebih rendah. Dengan potensi inflasi yang akan bertahan lebih lama, akan memperumit langkah bank sentral. Dolar AS memimpin beban dengan kenaikan suku bunga, Eropa akan tertinggal dan perbedaan suku bunga ini akan memberikan beberapa dukungan untuk dolar, dengan kata lain, Euro masih akan memperpanjang pelemahannya. Disisi lain, permintaan untuk aset safe-haven termasuk emas dan franc Swiss tetap bertahan karena konflik di Ukraina berlanjut.

Harga Emas Menguat, Bentuk Pondasi Kuat Diatas $1900

Harga emas berakhir di akhir pekan tepat di atas $1.950 per ounce, sedikit lebih dari 1% dari minggu lalu; namun,  perlu dilihat angka mentah dan lingkungan tempat emas diperdagangkan. Harga emas telah menetapkan kisaran baru di atas $1.900 karena indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dua tahun. Bahkan lebih luar biasa, emas bertahan dalam menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi. Jumat pagi, imbal hasil obligasi 10-tahun naik menjadi 2,5%, level tertinggi dalam tiga tahun. Imbal hasil obligasi memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi karena Federal Reserve terlihat akan memperketat suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan.

Harga Minyak Berfluktuasi Diantara Sentimen Geopolitik Yang Saling Tumbuk

Pasar minyak mentah menuju ketidakpastian dalam sepekan kedepan, diterpa di satu sisi oleh isu perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina dan perluasan penguncian terkait COVID di China, importir minyak mentah terbesar di dunia. Harga Brent dan WTI melonjak minggu lalu. Kedua tolok ukur tersebut masing-masing naik 11,5% dan 8,8%, di tengah ekspektasi bahwa sanksi terhadap Rusia yang berasal dari invasinya dari Ukraina akan mulai menggigit ekspor dan produksinya. Brent ditutup pada $120,65 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir pada $113,90 pada hari Jumat.

Fokus Pasar Hari Ini

Fokus perdagangan hari ini diantaranya adalah pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Inggris, Bailey. pasar berharap dapat menemukan petunjuk lebih lanjut terkait dengan kebijakan moneter BoE. GBP/USD berpotensi menguat jika indikasi BoE bersikap hawkish. Sementara dari AS dilaporan neraca perdagangan yang diperkirakan akan mengalami penurunan tipis dari minus 107,6 milyar menjadi minus 106,4 milyar. Jika hasilnya sesuai dengan perkiraan, akan turut memberikan dorongan kenaikan bagi Dolar AS. Lebih-lebih terkonfirmasi pada angka awal suplai ditingkat grosir, yang diperkirakan akan naik 1.3% dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0.8%. Disisi lain, penutupan Shanghai dan serangan pada instalasi minyak Aramco, akan memberikan sentimen yang saling bertentangan pada harga minyak. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*