Harga emas naik ke atas $ 1.800 kemarin untuk pertama kalinya sejak 2011

Dollar melemah ke level terendah dua minggu kemarin, menunjukkan berkurangnya minat safe atas mata uang tersebut, setelah saham-saham teknologi AS reli dan harga komoditas menguat, meski sentimen masih rentan di tengah meningkatnya jumlah kasus virus corona di dunia, terutama di AS. indeks Nasdaq menguat 0,8%, setelah kemarin turun, meningkatkan sentimen bagi mata uang terkait aset berisiko. Euro naik ke level tertinggi tiga minggu, sementara mata uang komoditas, seperti aussie, kiwi dan loonie menguat. Dolar biasanya dipandang safe have setiap ada kebangkitan pandemi, yang bisa mengancam pemulihan ekonomi global. Namun, analis melihat bahwa reli saham tidak akan segera berakhir di tengah stimulus yang dijalankan pemerintah dunia. Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS mengatakan jumlah kasus virus meningkat 50.304 . Indeks dollar melemah 0,5% menjadi 96,446.

Sterling berhasil recovery dan kemudia naik 0,6% menjadi $ 1,2588, setelah menteri keuangan Inggris Rishi Sunak menjanjikan 30 miliar pound ($ 37,7 miliar) untuk mencegah krisis pengangguran dengan akan membayar perusahaan untuk membawa kembali pekerja cuti dan memotong pajak untuk perusahaan perhotelan dan pembeli rumah.

Harga emas naik ke atas $ 1.800 kemarin untuk pertama kalinya sejak 2011, dengan analis memperkirakan kenaikan lebih lanjut karena investor membeli aset yang mereka perkirakan akan mempertahankan nilainya di tengah melonjaknya kasus virus corona di dunia. Ketidakpastian ekonomi dan politik yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, serta kebijakan bank sentral yang terus menggenjot guna mengatasi perlambatan pertumbuhan telah membanjiri pasar dengan uang tunai. Kondisi demikian menguntungkan emas.

Harga minyak menguat kemarin ke level tertinggi sejak Maret berkat naiknya import minyak AS serta turunnya cadangan bensin, yang menegaskan meningkatnya permintaan energi, meski cadangan minyak domestik mengalami kenaikan. Laporan dari Energy Information Administration (EIA) menyebutkann bahwa cadangan minyak AS naik 5,7 juta barel. Angka tersebut kontras dengan data minggu sebelumnya yang mengalami penurunan 7,2 juta barel dan Angka tersebut melawan perkiraan penurunan analis 3,7 juta barel. Sebelumnya API melaporkan kenaikan minyak sekitar 2 juta barel. Sementara itu, total import minyak bersih AS berada di 5,01 juta bph, naik dari 2,88 juta di minggu sebelumnya. Import minyak mentah komersial mencapai 7,39 juta barel, naik dari 5,97 juta. EIA juga melaporkan cadangan bensin turun 4,8 juta barel. Sementara cadangan minyak di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma naik 2,2 juta barel.

Saham Asia diperkirakan akan menguat hari ini, karena harapan pemulihan ekonomi yang kuat mengimbangi kekhawatiran atas meningkatnya jumlah kasus pandemi Covid-19. Selain itu, investor juga akan melihat hasil earning perusahan. Indeks berjangka S&P/ASX 200 Australia naik 0,85%, Indeks Nikkei 225 naik 0,16%, dan indeks berjangka Hang Seng naik 0,82%.

Fokus Hari ini: Penyebaran Virus & Jobless Claims AS
Minimnya data ekonomi yang dirilis membuat fokus investor beralih pada perkembangan kasus virus corona di dunia, yang saat ini sudah mencapai lebih dari 11 juta kasus. AS masih menjadi episentris global penyebaran virus, dengan jumlah kasus sebanyak 131,336. Meningkatnya jumlah kasus virus mendorong investor kembali melirik safe haven. Sementara data yang layak disimak hari ini adalah jobless claims AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*