Harga Emas Turun Tipis Oleh Risk Appetite Dari Investor

Powell : FED Akan Berkomitmen Kuat Menurunkan Inflasi

Federal Reserve tidak akan merekayasa resesi untuk menghentikan inflasi tetapi berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga bahkan jika hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi, demikian disampaikan Jerome Powell. Ia mengakui bahwa resesi “pasti suatu kemungkinan” dan peristiwa-peristiwa dalam beberapa bulan terakhir di seluruh dunia telah mempersulit penurunan inflasi tanpa menyebabkannya. “Sangat penting bahwa kita menurunkan inflasi jika kita ingin memiliki periode berkelanjutan dari kondisi pasar tenaga kerja yang kuat yang menguntungkan semua,” katanya. The Fed akan mencari “bukti kuat” dari tekanan harga yang melambat sebelum mereda pada kenaikan suku bunga yang dimulai tiga bulan lalu.

Bursa Saham AS Turun Tipis, Kenaikan Tergerus Pernyataan Powell

Indek bursa saham AS berakhir sedikit turun, kehilangan keuntungan setelah pernyataan Powell bahwa bank sentral AS akan “berkomitmen kuat” untuk menurunkan inflasi, sementara penurunan tajam harga minyak membebani saham-saham di sektor energy, yang turun 4,2% di bursa S&P 500. Indek Dow Jones turun 47,12 poin, atau 0,15%, ke 30.483,13, S&P 500 turun 4,9 poin, atau 0,13%, ke 3,759,89 dan Nasdaq turun 16,22 poin, atau 0,15 %, ke 11,053,08.

Pasar Menitik Beratkan Penurunan Yield Obligasi AS, Euro Naik Saat Dolar AS Turun

Dolar AS jatuh karena Imbal hasil Treasury AS turun setelah pernyataan Powell. Suku bunga yang lebih tinggi telah memperkuat dolar tetapi euro telah naik dalam beberapa hari terakhir karena rencana Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi. Poundsterling sempat turun namun berhasil mengurangi kerugian sebagian. Yen mencapai level terendah baru dalam 24 tahun karena perbedaan suku bunga yang kontras antara Jepang dengan AS dan Eropa. Sejauh ini belum ada sinyal akhir dari aksi jual yen, yang telah mencatat pelemahan sebesar 18% di tahun ini dari 115,08 pada akhir 2021. Indek dolar (DXY) turun 0,31%, pasangan EUR/USD naik 0,47% pada $ 1,0574. Yen menguat 0,36% menjadi 136,14 per dolar, sementara GBP/USD turun 0,04% menjadi $1,2267.

Harga Emas Turun Tipis Oleh Risk Appetite Dari Investor

Emas turun tipis, menyerahkan kenaikan awal karena investor kembali ke aset berisiko. Harga emas berakhir turun US$0,40 menjadi US$1.838,40 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh US$1.849,40. Dorongan kenaikan didapatkan karena penurunan Dolar AS membuat Emas lebih terjangkau bagi investor internasional.

Harga Minyak Turun, Para Pialang Khawatirkan Masalah Resesi

Harga minyak mentah turun, saat para pialang melakukan risk off pada asset berisiko dan serta khawatirkan soal resesi. Rencana Pemerintah Biden untuk penghapusan sementara pajak bensin AS menawarkan beberapa dukungan untuk permintaan. Disisi lain, sentiment turun turut dipengaruhi oleh tekanan Joe Biden kepada para produsen minyak untuk meningkatkan pasokan bensin meski kilang minyak telah beroperasi mendekati kapasitas mereka. Minyak WTI ditutup turun US$3,33 ke US$106,19 per barel, terendah sejak 12 Mei. Minyak Brent, turun US$2,72 ke US$111,93.

Fokus Pasar Hari Ini :

Baik Jerman, Eropa, Inggris dan AS akan melaporkan angka indek PMI sektor jasa dan manufaktur. Ketiga wilayah ini diperkirakan akan mengalami penurunan, diyakini hasilnya masih akan ekspansif, namun melambat. AS sendiri secara khusus di sektor jasa masih akan mengalami kenaikan. Sementara klaim pengangguran AS juga dikabarkan akan mengalami penurunan dari sebelumnya sevesar 229 ribu menjadi hanya 227 ribu. Hal ini akan berpotensi memperkuat Dolar AS atas sejumlah mata uang lainnya. Pernyaataan Jerome Powell pada hari kedua ini juga akan dinanti oleh pasar. Sinyalemen sikap hawkish FED lebih lanjut, mempertegas Dolar AS. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*