Harga minyak menguat kemarin setelah cadangan minyak AS mengalami penurunan

Dollar terkoreksi kemarin dalam perdagangan choppy setelah solidnya data ekonomi AS dan membaiknya aktifitas di Eropa, mengurangi pamor safe haven atas mata uang AS tersebut. Meski begitu, sentimen masih mendukung greenback karena meningkatnya jumlah virus corona. Dollar tidak begitu terpengaruh terhadap laporan data ADP AS, yang tumbuh 2,369 ribu di Juni. Sementara data bulan Mei direvisi naik menjadi 3.065 ribu, dari sebelumnya kontraksi 2,760 ribu. Dollar kemudian kehilangan pamor safe haven-nya setelah data yang menunjukkan manufaktur AS tumbuh 52,6 di Juni. Meski begitu, analis mengatakan bahwa dollar masih diuntungkan oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19 di AS, serta potensi lockdown di beberapa negara bagian AS.  Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya turun 0,3% menjadi 97,15.  Terhadap yen, dollar juga turun 0,4% menjadi 107,47.

Sterling menguat atas dollar kemarin setelah data AS yang solid mengurangi pamor dollar sebagai safe haven. Sterling juga menguat setelah data yang menunjukkan manufaktur Inggris sedikit tumbuh, setelah terkontraksi yang disebabakan virus corona. PMI manufacturing Inggris tumbuh 50,1 sesuai perkiraan dan naik dari sebelumnya 40,7 di Mei. Pair GBP/USD menguat 0,4% pada kisaran $1.2452.

Harga emas terkoreksi kemarin setelah mencapai level tertinggi di akhir semester pertama 2020. Solidnya data ekonomi AS menyebabkan reli emas terhenti. Optimisme bahwa ekonomi AS akan lebh cepat pulih dari perkiraan telah mengurangi pamor safe haven emas. Sepanjang kuartal kedua, harga emas naik 13% akibat pandemi corona, yang diikuti oleh mega stimulus dari bank sentral dunia.

Harga minyak menguat kemarin setelah cadangan minyak AS mengalami penurunan, serta data manufacturing yang positif, meski kenaikannya dibatasi oleh meningkatnya jumlah kasus virus corona. Dalam laporannya, Energy Information Administration (EIA) menyebutkan bahwa cadangan minyak AS turun 7,2 juta barel minggu lalu. Angka tersebut lebih baik dari perkiraan penurunan 710 ribu per barel. Membaiknya aktifitas ekonomi juga mendukung harga minyak seiring dengan rebound-nya aktifitas manufaktur AS di bulan Juni, yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun setelah ekonomi kembali dibuka. Begitu juga dengan aktifitas manufaktur di China yang tumbuh lebih cepat di Juni. Sementara di Eropa, aktifitas manufaktur di Jerman mengalami perlambatan di Juni, namun aktifitas manufaktur Pernacis rebound ke area ekspansi, setelah di bulan sebelumnya terkontraksi. Sementara itu, meningkatnya jumlah kasus virus corona telah membatasi kenaikan harga. Minyak Brent menguat 1,8% di $42,03 dan WTI naik 1,4% di $39,82.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*