Rab. Mei 15th, 2024

Harga Minyak Naik Oleh Prospek Permintaan Yang Menguat

By DaWood Agu1,2022

Bursa Saham AS Menguat Olek Kenaikan Saham Sektor Teknologi

Pada perdagangan di bursa saham AS, terjadi reli setelah laporan pendapatan sektor teknologi unggulan yang kuat, dari harapan bahwa Fed akan segera berputar menjadi lebih tenang dalam semester kedua tahun ini. Sementara data ekonomi AS menunjuk- kan bahwa kondisi konsumen baik-baik saja ditengah inflasi yang tinggi. Muncul perkiraan optimis dari Apple dan Amazon, mem- buat indek S&P 500 dan Nasdaq membukukan persentase kenaikan bulanan terbesar sejak 2020. Saham berbagai sektor S&P 500 berakhir lebih tinggi, dimana Chevron naik 8,9% dan saham Exxon Mobil melonjak 4,6% setelah perusahaan melaporkan rekor pendapatan kuartalan. Indek Dow Jones naik 315,5 poin, atau 0,97%, ke 32.845,13; S&P 500 naik 57,86 poin, atau 1,42%, ke 4.130,29 dan Nasdaq naik 228,10 poin, atau 1,88%, ke 12.390,69.

Dolar AS Turun, Sikap Dovish FED Masih Membebani Perdagangan Minggu Ini

Indek Dolar AS (DXY) turun di minggu lalu, dua minggu beruntun, dengan turun 0,67%. Ini penurunan mingguan berturut-turut pertama kali sejak pertengahan Mei. Katalisnya tidak terlalu mengejutkan, pertemuan Federal Reserve bulan Juli yang menyarank- an pembuat kebijakan bergeser ke sikap yang kurang agresif. Pasangan EUR/USD naik +0,11% dan USD/JPY turun -2,11%. Kemudi- an GBP/USD juga naik +1,39%. Kedepan, kemungkinan kita akan melihat Fed yang lebih dovish, di mana bahkan jika ada lebih ban- yak kenaikan suku bunga, namun tidak sebesar 75-bps sebagaimana yang kita lihat selama dua pertemuan terakhir. Ini tentu bukan kabar baik bagi dolar AS.

Harga Emas Naik Semakin Dekat Ke $1800, Waspadai Angka Tenaga Kerja AS Yang Baik

Harga emas naik untuk sesi ketiga berturut-turut, mendekati harga $1.800 karena dolar AS dan imbal hasil obligasi turun. Harga emas untuk pengiriman Desember ditutup naik $12,60 menjadi US$1.781,80 per troy ons. Emas diuntungkan oleh pembelian asset safe-haven yang kembali marak terjadi karena inflasi pada level tertinggi 41 tahun dan Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk memperlambat ekonomi dan laju kenaikan harga. Akibatnya Dolar AS melemah. Hal ini membuat logam mulia ini lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Indeks dolar ICE terakhir terlihat turun 0,36 poin menjadi 105,99. Sementara imbal hasil obligasi juga lebih rendah, bullish untuk emas karena tidak menawarkan bunga. Hasil pada catatan 10-tahun AS terakhir terlihat turun 3 basis poin menjadi 2,646%

Harga Minyak Naik Oleh Prospek Permintaan Yang Menguat

Harga minyak naik setelah ada pandangan dari Exxon dan Chevron yang optimis tentang prospek permintaan minyak mentah dan ekspektasi bahwa OPEC+ tidak akan menaikkan produksi pada September nati. Pasokan minyak akan tetap ketat ke depan karena tingkat produksi OPEC+ masih di bawah target. Harga WTI untuk September ditutup naik $2,20 menjadi $98,62. Harga minyak mentah Brent untuk bulan September, naik $2,84 menjadi $109,98. OPEC+ akan mengadakan pertemuan minggu ini, yang akan memutuskan tingkat produksi September. Untuk menutup kesenjangan antara produksi aktual dan volume produksi yang disepa- kati semula, OPEC+ dapat memutuskan bahwa target produksi untuk September harus dinaikkan lagi. Ini akan memungkinkan Ar- ab Saudi dan U.A.E. untuk lebih meningkatkan produksi mereka tanpa melanggar kesepakatan. Ini dapat memberikan tekanan pada harga Brent karena output tambahan akan meringankan situasi pasokan. Namun sumber Reuters, grup tersebut sedang mempertimbangkan untuk membiarkan kuota tidak berubah.

Fokus Pasar Hari Ini :

Indek sentimen ritel Jerman yang diperkirakan pertumbuhannya makin merosot dari bulan ke bulan dari minus 3.6% menjadi mi- nus 8%. Kemudian dilanjutkan dengan data PMI Manufakturnya yang diperkirakan akan mengalami kontraksi di bulan ini dari 52 di bulan sebelumnya menjadi 49.2. Tingkat pengangguran Zona Euro diperkirakan akan tetap di angka 6.6%. Jika hasilnya sama atau lebih buruk, Euro diperkirakan akan mengalami tekanan dan pergerakan akan berbalik arah dalam perdagangan EUR/USD. Semen- tara itu, Data ekonomi AS adalah PMI Manufaktur bulan Juli yang diperkirakan pertumbuhannya melambat menjadi 52 dari 53 di bulan sebelumnya. (LH)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *