Harga minyak rebound kemarin menjelang pertemuan OPEC minggu ini

Dollar melemah kemarin setelah kenaikan inflasi di AS, serta penguatan euro di tengah optimisme mengenai paket stimulus Uni Eropa. Data semalam menunjukkan CPI AS rebound ke level tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Kenaikan CPI tersebut didorong oleh lonjakan harga bensin sebesar 12,3%. Analis melihat bahwa kenaikan angka inflasi menunjukkan ekonomi mulai pulih, sehingga mengurangi pamor safe haven dollar. Sementara itu, investor mengabaikan ketegangan baru AS-China dan lonjakan virus corona di dunia. Tekanan atas dollar semakin bertambah karena penguatan euro di tengah harapan Uni Eropa akan menyepakati paket stimulus, yang akan membatasi kerusakan ekonomi di blok tersebut dari pandemi Covid-19. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya melemah 0,29% menjadi 96,27. Sementara euro naik 0,44% menjadi 1.1390.

Sterling flat, setelah sempat jatuh ke bawah 1.2500 menyusul rilis data PDB Inggris yang lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan pemulihan ekonomi di Inggris berjalan lambat. PDB inggris naik 1,8% di Mei, setelah kontraksi 20,8% di April. Meski naik, angka tersebut masih di bawah perkiraan, yang tumbuh 5,5%. Sterling juga tertekan setelah data yang menunjukkan jumlah kasus Covid-19 melonjak di Inggris.

Harga emas menguat kemarin, bersamaan dengan penguatan saham. Lonjakan virus corona masih mendukung sentimen emas, menyusul penutupan kembali aktifitas bisnis di California. Sementara itu, data semalam menunjukkan inflasi AS naik ke level tertinggi hampir delapan tahun di bulan Juni. Namun, tren yang mendasarinya menunjukkan inflasi akan tetap tidak berubah dan memungkinkan Federal Reserve untuk terus menyuntikkan uang ke dalam ekonomi yang sedang rapuh, positif buat emas.

Harga minyak rebound kemarin menjelang pertemuan OPEC minggu ini. Arab Saudi, negara pengekspor minyak di dunia telah mendorong negara-negara yang tergabung di OPEC untuk memangkas produksi. Tindakan tersebut tersebut mampu membawa minyak melesat dari harga di bawah nol menjadi sekitar $40 saar ini. Di bulan April, negara-negara produsen minyak, atau lebih dikenal dengan OPEC+ sepakat untuk memangkas output 9,7 juta bph. Saat ini, OPEC mendukung untuk melonggarkan progam pemangkasan tersebut. Diperkirakan OPEC+ akan melonggarkan pemangkasan output tersebut sebesar 2 juta bph menjadi 7,7 juta bph dalam rapatnya nanti. Menjelang pertemuan OPEC memperkirakan bahwa permintaan minyak tahun ini turun sekitar 8,9 juta bph, lebih sedikit jika dibandingkan dengan perkiraan Juni, yang sebesar 9 juta bph. Namun, untuk tahun depan permintaan minyak diperkirakan pulih, dan naik menjadi 7 juta bph.

Saham-saham Asia dan indeks saham berjangka AS menguat hari ini berkat kemajuan baru dalam penemuan vaksin untuk menagkal virus corona. Saham-saham di Jepang, Korea Selatan dan Australia menguat, sementara S&P 500 menguat setelah berita yang menyebutkan bahwa Moderna Inc. menghasilkan antibodi pada semua pasien yang diuji dalam uji keamanan awal.

Fokus Hari ini: BoJ & BoC Meeting
Hari ini pelaku pasar akan disibukkan oleh serangkaian data, serta event. Ada dua bank sentral yang akan menggelar rapatnya, yaitu BoJ dan BoC. Kedua bank sentral tersebut diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan, namun arah kebijakan ke depan akan jadi sorotan. Sementara data-data ekonomi yang akan hadir antara lain. inflasi Inggris, Industrial production dan crude oil inventories (EIA) AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*