Harga Minyak Turun Beruntun Dua Hari 

Para Eksekutif FED Menegaskan Rencana Kenaikan Setengah Persen Pada Juni dan Juli 

Pejabat Fed menegaskan kembali pernyataan Ketua Jerome Powell sebelumnya bahwa mereka berencana melakukan kenaikan suku bunga sebesar setengah poin pada bulan Juni dan Juli, dengan menggaris bawahi bahwa langkah yang lebih besar di akhir tahun mungkin diperlukan. Namun demikian, mereka menepis kemungkinan menaikkan suku bunga secara besar-besaran yakni 75 basis poin dalam satu kenaikan. Presiden Fed dari New York, John Williams, mengatakan bahwa The Fed mengantisipasi untuk bergerak cepat dalam membawa tingkat suku bunga kembali ke tingkat yang lebih normal pada tahun ini. Selain itu, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan sekarang adalah waktu untuk “memukulnya” dengan menaikkan suku bunga untuk menghadapi inflasi yang terlalu tinggi dan pasar tenaga kerja yang “rusak”. 

Bursa Saham AS Pulih Dari Aksi Jual 

Perdagangan di lantai bursa saham AS ditutup lebih tinggi, dimana para investor mencoba memahami pernyataan dari sejumlah pejabat tinggi Federal Reserve. Indek S&P 500 pulih dari aksi jual yang menghapus $9 triliun dari pasar ekuitas AS tahun ini, sementara Nasdaq 100 yang sarat saham-saham teknologi naik setelah mengalami penurunan selama tiga hari terburuk dalam dua dekade. Dow Jones berjuang untuk menemukan pijakannya dan turun 0,4% menjadi 32.102,71, berayun antara keuntungan dan kerugian. S&P 500 juga memangkas kenaikannya menjelang penutupan perdagangan, ditutup naik 0,1% menjadi 3.995,32. Nasdaq naik 0,9%, menjadi 11.721,59 sempat  menyentuh di 11.944,94. 

Dolar AS Naik Kembali, Bertahan Di Dekat Level Tertinggi 

Kenaikan terjadi setelah bergerak fluktuatif diantara kenaikan moderat dan penurunan. Indek dolar naik 0,203% pada 103,900, dimana euro turun 0,24% menjadi $ 1,053. Para investor condong memilih mata uang safe haven setelah ada kekhawatiran tentang kemampuan Fed dalam menekan inflasi tanpa menyebabkan resesi, bersama dengan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan yang timbul dari perang di Ukraina. dan meningkatnya kasus COVID- 19 di China. Yen Jepang melemah 0,12% versus greenback di 130,42 per dolar, sementara Sterling diperdagangkan di  $1,2315, turun 0,13%. 

Berbalik Arah, Harga Emas Jatuh Oleh Penguatan Dolar AS Kembali 

Harga emas berbalik arah dan jatuh karena dolar AS menguat kembali, investor mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi AS untuk isyarat pada strategi kebijakan moneter Federal Reserve. Harga emas di bursa berjangka AS turun 1% pada $1,841,00. Awalnya, emas menunjukkan tanda-tanda stabil, tetapi investor terlihat gugup menjelang data inflasi AS yang dapat mengisyaratkan tentang seberapa agresif Fed nantinya dalam mengambil kebijakan. Meskipun ada jeda kenaikan yield di pasar obligasi, namun tampaknya jelas bahwa investor tidak langsung melompat kembali ke emas setelah Dolar AS menguat terlebih dahulu. Investor memilih untuk menunggu data indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis hari ini untuk mengukur kemungkinan dampaknya terhadap rencana kenaikan suku bunga Fed. 

Harga Minyak Turun Beruntun Dua Hari 

Minyak turun di bawah $100 per barel dalam dua hari, kehilangan hampir 10%. Investor sedang menunggu laporan indeks harga konsumen, yang diharapkan menunjukkan bahwa, sementara tekanan tetap tinggi, inflasi kemungkinan moderat di bulan April. Minyak WTI turun $3,48 menjadi $99,61 per barel, turun di bawah $100 untuk pertama kalinya di bulan Mei. 

Fokus Perdagangan Hari Ini : 

Puncak perhatian pasar hari ini adalah data CPI AS. Indeks Harga Konsumen AS diperkirakan naik hanya 0,2% di bulan April setelah naik 1,2% di bulan Maret. Diluar makanan dan harga baham bakar, akan peningkatan 0,4% dalam CPI inti, setelah naik 0,3% pada bulan Maret. Harga kendaraan baru dan perumahan diperkirakan akan naik lebih lanjut, dan harga mobil bekas terlihat mencatat penurunan yang lebih kecil daripada di bulan Maret.Perlambatan kenaikan ini diyakini bisa memperlambat laju inflasi secara tahun-ke-tahun. Angka CPI keseluruhan diperkirakan turun menjadi 8,1% pada April dari 8,5% pada Maret, sedangkan ukuran inti diperkirakan turun menjadi 6% dari 6,5%. Jika data CPI  ini lebih tinggi dari ekspektasi, Dolar AS berpeluang menguat terdorong dengan kemungkinan sikap FED yang lebih hawkish. Inventory minyak perlu mendapat perhatian bagi pelaku pasar yang mentransaksikan minyak hari ini. (LH) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*