Hari ini investor akan disajikan informasi yang sangat ditunggu pasar

Dollar AS menguat kemarin setelah rilisan data jobless claims AS yang turun di bawah perkiraan. Data semalam menunjukkan jobless claims AS turun 1,186 ribu minggu lalu dari minggu sebelumnya 1,435 ribu. Angka tersebut juga lebih baik dari perkiraan 1,410 ribu. Meski begitu, para analis masih khawatir bahwa program-program seperti tunjangan pengangguran sebenarnya hanya menutupi kerusakan mendasar yang menimpa ekonomi. Para pelaku pasar saat ini tengah menunggu hasil dari parlemen AS mengenai RUU paket bantuan pandemi. Partai Republik dan Partai Demokrat masih belum menemukan kata sepakat mengenai jumlah bantuan tersebut. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainnya menguat 0,3% menjadi 93,057. Di bulan Juli, indeks tersebut mencatat penurunan bulanan terbesar dalam satu dekade, dan analis memperkirakan dollar AS masih akan jatuh tahun depan.

Sterling menguat 0,4% ke level tertinggi empat bulan setelah BoE Meeting. Dalam rapat kemarin, ketua BoE Andrew Bailey mengatakan kepada CNBC bahwa pihaknya tidak berencana untuk mengadopsi kebijakan suku bunga negatif. Komentar tersebut terlontar setelah anggota MPC memberikann voting untuk tetap mempertahankan suku bunga di 0,1%. MPC juga menetapkan pembelian asset sebesar 745 poundsterling.

Harga emas kembali melanjutkan reli dalam lima hari berturut-turut, didorong oleh prospek dollar yang lemah, serta berkurangnya minat risk appetite, mengangkat harga mendekati $2100. Minat investor atas logam mulia meningkat, termasuk perak dikarenakan karena pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan bagi ekonomi dunia. Emas berjangka naik lebih dari 1% di kisaran $2069,40 per troy ons.

Harga minyak di tutup di bawah level tertinggi lima bulan kemarin karena kekhawatiran mengenai penurunan permintaan, mengimbangi sentimen positif atas optimisme pengurangan pasokan Irak. Kekhawatiran mengenai permintaan dikarenakan pandemi virus corona yang sangat mempengaruhi pergerakan minyak. Harga minyak sempat melonjak setelah data EIA yang menunjukkan penurunan cadangan. Selain itu, sentimen juga terangkat setelah pengurangan produksi yang direncanakan Irak. Irak mengatakan akan memangkas produksi minyaknya sekitar 400 ribu di Agustus untuk mengkompensasi kelebihan produksi selama periode sebelumnya. Di bulan Mei, Irak gagal mematuhi pemangkasan produksi di bawah pakta pengurangan pasokan oleh OPEC+. Sementara itu, JP Morgan memangkas perkiraan permintaan minyak untuk paruh kedua tahun ini sebesar 1,5 juta bph, namun menaikkan harga Brent menjadi $42 per barel dari $40 untuk tahun ini.

Bursa saham China kembali menguat dalam lima sesi berturut-turut, berakselerasi sekitar 100 poin atau 3%. Indeks Shanghai saat ini bergerak di atas level 3,385 poin dan bersiap kembali melanjutkan penguatannya hari ini. Sentimen pasar saham Asia masih cerah, didukung oleh kenaikan saaham-saham teknologi dan membaiknya data-data ekonomi akhir-akhir ini.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan AS
Hari ini investor akan disajikan informasi yang sangat ditunggu pasar, yaitu data ketenagakerjaan AS. Pertumbuhan upah sudah turun dalam dua bulan berturut-turut. Di bulan Juli, pertumbuhan upah diperkirakan turun 0,5%. Non-farm payroll diperkirakan tumbuh lebih lambat di Juli, yaitu sebesar 1,5 juta, dibanding pertumbuhan 4,8 juta di Juni. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun 10,5%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*