Kam. Feb 22nd, 2024
DOLLAR

Euro Jatuh Hingga 1% Karena Kekhawatiran Resesi

Euro anjlok sebanyak 1% pada hari Jumat, jatuh di bawah $1,09 dan menuju penurunan harian terbesarnya sejak pertengahan Maret, didorong oleh kekhawatiran mengenai potensi dampak ekonomi dari suku bunga yang lebih tinggi terhadap ekonomi zona euro. Data PMI terbaru menunjukkan perlambatan tajam pada pertumbuhan sektor swasta Jerman di bulan Juni, sementara aktivitas bisnis Perancis mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir.

Indeks Dolar AS Bukukan Penguatan Mingguan Berkat Permintaan Safe Haven

Indeks dolar AS (DXY) menembus 102,9 pada hari Jumat, berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 0,5% setelah tiga minggu berturut-turut mengalami penurunan karena investor berhati-hati dan memilih dolar di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kekhawatiran akan inflasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank-bank sentral, termasuk Federal Reserve, telah menekan sentimen pasar, sementara relatif kuatnya ekonomi AS dibandingkan dengan mata uang lainnya mendukung dolar. Data terakhir menunjukkan bahwa pertumbuhan output bisnis zona euro nyaris stagnan di bulan Juni, yang menyebabkan depresiasi 0,6% dari euro terhadap dollar AS. Sementara itu, meskipun kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) sebesar 50 bps yang tidak terduga minggu lalu, pound tetap melemah, karena kekhawatiran tetap ada mengenai potensi dampaknya terhadap perekonomian, termasuk risiko resesi.

Emas Rebound Berkat Safe Haven

Emas mendekati level $1.930 pada hari Jumat, rebound dari level terendah tiga bulan di $1.910 yang disentuh pada awal sesi dan mengikuti kenaikan aset safe haven lainnya karena sejumlah data yang memprihatinkan memicu kekhawatiran akan datangnya kontraksi ekonomi yang signifikan, sehingga mengimbangi biaya peluang untuk menyimpan emas batangan saat kenaikan suku bunga bank sentral dunia.

WTI Jatuh Lebih Dari 4% Minggu Lalu Karena Kekhawatiran Resesi


Minyak WTI AS turun di bawah $69 per barel pada hari Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 4% karena pengetatan moneter lebih lanjut dan pesan-pesan hawkish dari bank-bank sentral utama merusak prospek ekonomi global dan permintaan energi. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan kepada Kongres AS bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan untuk menurunkan inflasi. Selain itu, serangkaian data PMI dari negara-negara maju menunjukkan perlambatan tajam dalam aktivitas manufaktur dan jasa, yang merusak sentimen pasar. Sementara itu, data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun 3,8 juta barel minggu lalu, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,33 juta barel, sementara stok di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 98.000 barel

Reli 6 Minggu Wall Street Terhenti Karena Kekhawatiran Resesi

Wall Street melemah hari Jumat karena kekhawatiran akan resesi yang terus meningkat yang disebabkan oleh kebijakan moneter yang ketat. Ketua Fed Powell mengatakan bahwa bank sentral masih dapat menaiikan suku bunga beberapa kali lagi pada akhir tahun ini. Sementara itu, data PMI AS terbaru menunjukkan sektor jasa tetap kuat bulan lalu tetapi manufaktur merosot paling dalam sepanjang tahun ini. Selama sepekan, indeks Dow Jones turun 2%, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,8% dan 2%.

Fokus Minggu Ini : PCE & PDB AS, Pidato Powell & Lagarde, Inflasi Kanada & Zona Euro

Di AS, fokus akan tertuju pada hasil Bank Stress Test, serta data-data penting seperti indeks PCE, dan pembacaan akhir pertumbuhan PDB. Selain itu, beberapa pejabat bank sentral, termasuk Ketua Fed Powell dan Presiden ECB Lagarde, akan menghadiri Forum ECB tentang Perbankan Sentral di Portugal. Di tempat lain, ada data inflasi untuk Kanada dan zona euro. Terakhir, data PMI China versi NBS dan IFO Jerman.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *