Jum. Jul 19th, 2024

Indeks Saham Berjangka AS Melemah Hari Ini Setelah Kemarin Catatkan Penguatan

Dolar AS Flat Setelah Data IHK AS

Dolar AS flat pada hari Selasa setelah data harga konsumen yang kuat menghidupkan kembali kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga minggu depan karena kekhawatiran akan gejolak yang menyebar di sektor perbankan memudar. Indeks dolar turun 0,087%, sementara imbal hasil Treasury melonjak sehari setelah surat utang bertenor dua tahun, yang bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga, anjlok terbesar dalam satu hari sejak 1987. Fed funds futures menunjukkan bahwa sentimen negatif pasar terhadap risiko dalam beberapa hari terakhir mereda karena spekulasi bahwa the Fed akan bertahan pada pertemuan kebijakannya pada 21-22 Maret menurun. Probabilitas tersebut turun menjadi 28,4% dari 43,9% pada hari Senin, menurut FedWatch Tool CME. Namun dengan probabilitas kenaikan 50 basis poin minggu depan yang tidak mungkin terjadi, penguatan dolar baru-baru ini akibat kenaikan suku bunga Treasury yang lebih tinggi daripada utang pemerintah asing juga mereda.

IHK AS Melambat Menjadi 6,0% di Februari, Dolar Unggul Atas Yen Dan Franc Swiss

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,4% bulan lalu setelah naik 0,5% di bulan Januari. Dalam 12 bulan hingga Februari, CPI naik 6,0%, lebih lambat dari kenaikan tahunan 6,4% di bulan Januari, tetapi masih jauh dari target 2% Fed. Merespon data tersebut, mata uang safe have haven melemah atas dolar AS, dengan yen Jepang turun 0,69% pada 134,13 per dolar, dan greenback naik 0,15% terhadap franc Swiss.

Emas Hentikan Reli Setelah Data IHK AS

Harga emas flat di sekitar level $1908 per ons hari Selasa karena investor mencerna data IHK AS , melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi pengetatan moneter dan karena kekhawatiran mengenai runtuhnya SVB dan Signature Bank serta berita bahwa Credit Suisse menemukan “kelemahan material” dalam laporannya, terus meningkatkan kekhawatiran akan penularan ke bank-bank lain, yang mengarah pada sikap risk-off.

Kekhawatiran Krisis Keuangan AS Masih Memperberat Sentimen Minyak

Minyak mentah berjangka WTI turun 5% menjadi sekitar $71 per barel pada hari Selasa, mendekati level terendah sejak Desember 2021, karena kekhawatiran tentang kesehatan sistem keuangan yang lebih luas terus membayangi pasar. Runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang berbasis di New York memicu kekhawatiran tentang risiko terhadap bank-bank lain dari siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve yang paling tajam sejak awal 1980-an. Meskipun begitu, harapan akan pemulihan permintaan China dan dolar yang lebih lemah menahan penurunan harga. Dalam laporan bulan Maret, OPEC memproyeksikan permintaan minyak yang lebih tinggi di China, importir minyak terbesar di dunia, pada tahun 2023. Perkiraan untuk rata-rata pasokan global tidak berubah, meskipun masih ada ketidakpastian mengenai dampak perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung dan potensi produksi minyak serpih AS pada tahun 2023.

Indeks Saham Berjangka AS Melemah Hari Ini Setelah Kemarin Catatkan Penguatan

Saham berjangka AS melemah pada hari Rabu setelah membukukan kenaikan dalam sesi reguler hari Selasa, dengan saham-saham bank reli karena para investor menepis kekhawatiran mengenai risiko sistemik di sektor keuangan. Di sesi reguler hari Selasa, Dow naik 1,06%, S&P 500 melonjak 1,65% dan Nasdaq menguat 2,14%. Pasar juga mencerna data inflasi tahunan AS yang melambat 6% di Februari, sesuai ekspektasi.

Fokus Hari Ini : Annual Budget Inggris, PPI & Retail Sales AS

Serangkaian data ekonomi akan dirilis di berbagai negara hari ini, dengan Inggris akan mengumumkan Annual Budget-nya. Setelah itu, fokus pasar akan bergeser pada data-data ekonomi, seperti PPI, yang diperkirakan tumbuh 0,3% di Februari, melambat jika dibanding pertumbuhan 0,7% di Januari, serta retail sales, yang diperkirakan kontraksi 0,3% di Februari, setelah pertumbuhan 3,0% di bulan sebelumnya.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *