Investor Bukukan Keuntungan, Wall Street Berakhir Turun

Angka Pesanan Baru Produk Manufaktur AS Berkontraksi

Data yang dirilis menunjukkan bahwa indek PMI Manufaktur oleh ISM turun kurang dari yang diharapkan pada bulan Juli. Disebut- kan angkanya adalah 52,8, masih konsisten dengan ekspansi, tetapi laju ekspansi paling lambat sejak Juni 2020 ketika ekonomi masih muncul dari penguncian COVID. Angka ini menggarisbawahi bahwa pesanan baru produk manufaktur AS berkontraksi untuk bulan kedua berturut-turut sebagai tanda bahwa ekonomi sedang mendingin. Komponen ketenagakerjaan juga berada di wilayah kontraksi. Terhadap latar belakang yang memburuk itu, fakta bahwa komponen produksi ISM merosot ke 53,5 dan komponen pe- sanan baru tergelincir lebih jauh ke wilayah kontraksi di 48,0 bukan pertanda baik untuk penentu ini. Penguatan AS dolar menghadirkan angin sakal karena greenback berbanding terbalik dengan manufaktur dan produksi industri yang lebih luas.

Investor Bukukan Keuntungan, Wall Street Berakhir Turun

Wall Street berakhir lebih rendah setelah melakukan perdagangan yang berombak, dimana saham Exxon Mobil berbalik melemah bersama dengan sejumlah saham dari sektor energi lainnya sehingga membebani kenaikan yang telah dilakukan oleh saham Boe- ing karena investor mencerna pendapatan bulanan terbesar pasar saham Amerika Serikat dalam dua tahun ini. Aksi ambil untung dilakukan setelah bursa saham melakukan beberapa reli yang kuat sejak minggu lalu yang didorong oleh keyakinan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu agresif dalam menaikkan suku bunga. Selain itu, juga dibantu oleh hasil kuartal kedua yang lebih kuat dari perkiraan, S&P 500 dan Nasdaq pada Juli membukukan persentase kenaikan bulanan terbesar sejak 2020. Indek S&P 500 turun 0,28% di 4.118,59. Nasdaq turun 0,18% ke 12.368,98, sementara Dow Jones turun 0,14% ke 32,798,60 poin.

Makin Kuat Keyakinan Fed Akan Lunak, Dolar Makin Melemah

Dolar AS turun setelah keyakinan para investor semakin kuat bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif. Dolar juga bergejolak setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur AS melambat kurang dari yang diharapkan pada bulan Juli. Indeks dolar terakhir turun 0,6%, greenback merosot ke level terendah terhadap yen sejak pertengahan Juni, dan turun dari puncak akhir tahun 1998 hampir 140 yen yang dicapai bulan lalu. Dolar terakhir turun 1,2% pada 131,65. Pelemahan ini membuat Euro naik 0,3% pada $ 1.0260 dan Dolar Aussie naik 0,5% menjadi $0,7027.

Emas Menguat Tipis, Dolar Makin Menjauh dari Posisi Terkuatnya

Harga emas sempat meraih posisi tertinggi dalam empat pekan, 1775.24 dilatari ekspektasi pasar bahwa Fed berpotensi memper- lambat laju kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang. Penguatan Emas juga dipengaruhi oleh pelemahan Dolar AS yang masih terus berlangsung.

Harga Minyak Melemah, Investor Khawatirkan Permintaan Global

Harga minyak melemah, memperpanjang penurunan sebelumnya, karena investor khawatir tentang permintaan minyak global menyusul data manufaktur yang lemah di sejumlah negara. Harga minyak mentah Brent turun 29 sen menjadi $99,74 per barel pada 07:02 WIB. Brent telah merosot ke sesi terendah $99,09 per barel, terendah sejak 15 Juli. Harga bergejolak, karena investor menimbang pasokan global yang ketat dengan kekhawatiran potensi resesi global. Penurunan harga juga terjadi karena pelaku pasar menunggu hasil pertemuan OPEC+, untuk memutuskan produksi September.

Fokus Pasar Hari Ini :

Angka lapangan kerja AS yang dinanti dalam kalender ekonomi hari ini yang dirilis oleh JOLTS, diperkirakan akan melemah dari 11.25 juta menjadi tinggal 10.99 juta. Ini menggambarkan adanya pelemahan dalam rekruitmen tenaga kerja, sebagaimana telah diisyaratkan oleh sejumlah produsen dalam laporan keuangan mereka di kwartal kedua. Data yang sesuai atau lebih rendah akan membuat Dolar AS makin merana. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*