Investor Makin Ketakutan Dengan Pengerahan Pasukan NATO

Joe Biden Perintahkan Tambahan Pasukan ke Eropa

Presiden AS Joe Biden mengumumkan untuk menambah pasukan di Eropa termasuk mengirim 800 tentara infanteri ke wilayah Baltik dan delapan jet tempur F-35 ke beberapa lokasi operasi di sepanjang sayap timur NATO. Selain itu, AS akan mengirim 32 helikopter serbu Apache AH-64 ke wilayah Baltik dan ke Polandia dari lokasi di Eropa. Personel tambahan ini sedang diposisikan ulang, mencegah potensi agresi terhadap negara- negara anggota NATO, meskipun tidak ada pasukan baru yang didatangkan dari Amerika Serikat. Sekjend NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa mereka yakin Rusia masih merencanakan serangan besar- besaran di Ukraina. Disisi lain, Kremlin mengatakan pihaknya tetap terbuka untuk diplomasi dengan AS dan negara-negara lain karena menghadapi tindakan balasan dari banyak negara. Inggris sendiri menerbitkan daftar sanksi dan Jerman membekukan proyek pipa gas Laut Baltik Nord Stream 2, yang akan secara signifikan meningkatkan aliran gas Rusia.

Investor Makin Ketakutan Dengan Pengerahan Pasukan NATO

Bursa saham AS turun tajam, dimana Dow Jones dan Nasdaq masing-masing turun lebih dari 2%. Para investor semakin gelisah atas krisis Ukraina-Rusia. Presiden AS Joe Biden sudah memerintahkan pengerahan pasukan di Eropa. Prospek sanksi Barat yang keras terhadap Rusia membuat ketidakpastian investor tetap tinggi. Dow Jones turun 692,09 poin, atau 2,03%, menjadi 33.387,09, S&P 500 turun 78,39 poin, atau 1,80%,

menjadi 4.270,48 dan Nasdaq turun 288,67 poin, atau 2,13%, menjadi 13.259,40.

Dolar AS Semuat Menguat Oleh Data Ekonomi, Terkoreksi Oleh Sentimen Geopolitik Lagi

Dolar AS turun sedikit di tengah perdagangan yang berombak, didorong perkembangan di Ukraina. Indeks dolar turun 0,1%, dengan euro naik 0,2% menjadi $ 1,1333. Greenback berayun antara kenaikan sebanyak 0,1% dan penurunan 0,35% hari ini. Euro naik versus greenback setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 14 Februari, sebagian didukung oleh harapan untuk pembicaraan dan data ekonomi yang menunjukkan moral bisnis di Jerman meningkat pada Februari di semua sektor ke level tertinggi sejak Agustus. Poundsterling terakhir diperdagangkan pada $1,359, turun 0,06%. Setelah awalnya menguat terhadap dolar, franc Swiss dan yen Jepang mengembalikan keuntungan terhadap greenback. Dolar naik 0,6% terhadap franc Swiss sementara yen melemah 0,29%.

Safe Haven Berjaya, Emas Bertahan Diatas Harga Psikologis $1900

Emas naik pada kisaran harga piskologis $1.900 per ons, harga emas di pasar emas berjangka AS menetap 0,4% lebih tinggi pada $1.907,40. Potensi kenaikan harga emas lebih lanjut sangat terbuka dengan lingkungan saat ini, mengingat potensi emas sebagai asset safe-haven tradisionalnya. Tekanan inflasi disisi lain masih menjadi pendorong utama harga emas selama beberapa minggu terakhir. Kenaikan suku bunga, terutama oleh Federal Reserve, dapat memundurkan harga emas dengan beberapa aksi ambil untung.

Respon Barat Atas Aksi Rusia Memuluskan Jalan Minyak Mendekati $100 pbl.

Brent naik ke $99 per barel, dan WTI berada di atas $96 per barel. Jika ketegangan tetap setinggi sekarang, Brent dapat dengan mudah menembus batas $100. Diyakini harga bisa ke sekitar $ 125 per barel pada kwartal kedua tahun ini. Ada terlalu banyak fokus pada pasokan yang ketat, dan tidak cukup perhatian diberikan pada potensi kembalinya minyak mentah Iran ke pasar.

Fokus Pasar Hari Ini :

RBNZ akhirnya menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 1,0%, ini adalah kenaikan ketiga berturut-turut sebagai usaha mengatasi kenaikan inflasi dan pasar perumahan yang memanas. Acara dengar pendapat kebijakan moneter Inggris akan menjadi data penting sore ini yang bisa menjadi pertimbangan pasar melihat potensi kebijakan Bank Of England kedepannya. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*