ISTILAH

Saat kita ingin belajar forex pasti dibingungkan dengan banyak nya istilah – istilah atau singkatan – singkatan yang digunakan dalam proses trading. Oleh karena itu kita perlu untuk mengetahui dasar – dasar penting dari istilah yang ada di forex. Berikut adalah beberapa istilah dasar dalam trading forex yang perlu diingat dan dipahami:

  • Exchange Rate

Nilai dari suatu mata uang tertentu terhadap mata uang lain. Sebagai contoh, jika tertulis pasangan mata uang EUR/USD = 1.3200, berarti 1 Euro bernilai seharga 1.3200 dolar.

  • Pip

Perubahan nilai paling kecil yang dapat terjadi pada suatu pasangan mata uang. Sering juga disebut sebagai poin. Sebagai contoh, 1 pip untuk pasangan EUR/USD adalah 0.0001 dan 1 pip untuk pasangan USD/JPY adalah 0.01.

  • Indikator

Adalah alat analisa yang biasa digunakan pada saat melakukan analisa teknikal yang sangat berguna untuk memberikan informasi real mengenai keadaan pasar saat itu sehingga trader dapat melakukan analisa untuk melakukan open posisi di saat dan waktu yang tepat.

  • Leverage

Leverage merupakan fitur trading yang memungkinkan kita untuk mengontrol perdagangan dengan jumlah yang lebih besar dari modal yang kita miliki. Sebagai contoh, dengan leverage 1:100, Anda dapat membuka posisi trading hingga sebesar USD100,000 hanya dengan modal awal USD1,000.

Dengan leverage, kita dapat memperbesar profit yang kita dapatkan, namun juga meningkatkan potensi loss jika posisi yangdibuka justru bergerak melawan arah perkiraan harga. Adapun macam – macam leverage yaitu

  • Laverage 1:1

Ini artinya dana yang harus dipersiapkan adalah 1/1 x 100% = 100% dari total nilai kontrak

  • Laverage 1:50

Ini artinya dana yang harus dipersiapkan adalah 1/50 x 100% = 2% dari total nilai kontrak

  • Laverage 1:100

Ini artinya dana yang harus dipersiapkan adalah 1/100 x 100% = 1% dari total nilai kontak

  • Laverage 1:200

Ini artinya dana yang harus dipersiapkan adalah 1/200 x 100% = 0.5% dari total nilai kontrak

  • Laverage 1:500

Ini artinya dana yang harus dipersiapkan adalah 1/500 x 100% = 0.2% dari total nilai kontrak

  • Laverage 1:1000

Ini artinya dana yang harus dipersiapkan adalah 1/1000 x 100% = 0.1% dari total nilai kontrak

  • Margin

Margin merupakan besar deposit yang dibutuhkan untuk membuka atau mempertahankan suatu posisi trading. Margin terbagi atas ‘used’ dan ‘free’. Used margin adalah besar dana yang Anda gunakan untuk mempertahankan suatu posisi trading. Sementara free margin berarti jumlah dana yang tersedia di akun Anda dan siap digunakan untuk membuka posisi trading lain.

  • Spread

Spread merupakan perbedaan harga jual dan harga beli atau bid dan ask dari sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, jika pasangan EUR/USD berada pada 1.3200/03, maka spreadnya adalah 3 pip, yaitu antara 1.3200 dan 1.3203.

  • Lot

Lot adalah standar ukuran per transaksi, umumnya 100.000 (100 ribu) unit dari base currency-nya untuk standar account, 10.000 (10 ribu) unit untuk yang mini account dan 1000 unit untuk micro account. Maksudnya adalah jumlah jumlah lot merupakan ukuran besar kecilnya transaksi pada forex. Semakin besar jumlah lot yang kita transaksikan, modal atau equity yang harus kita miliki pun harus besar dan tentunya besar profit atau resiko loss yang pun besar.

Dalam forex, jumlah unit dalam satu lot standar adalah 100,000 unit mata uang dasar. Jika mata uang dasar yang dipakai adalah Dolar AS, maka bisa dikatakan 1 lot adalah nominal yang terdiri dari $100,000. Namun, selain lot standar ada pula lot mini, lot mikro, dan lot nano. Berikut urutan jumlah unitnya:

  • 1 Lot Standar = $100,000
  • 1 Lot Mini = $10,000
  • 1 Lot Mikro = $1,000
  • 1 Lot Nano = $100
  • Open Position/Op

Setelah seorang trader melakukan analisa teknikal dan fundamental yang tepat, maka selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang trader adalah mengambil harga buy ataupun sell. Ini disebut dengan OP atau Open Position atau Open Posisi.

  • Long/Short (Ask/Bid)

Dalam forex trading, dikenal perdagangan dua arah, yaitu pada saat kondisi pasar naik, maupun turun. Untuk mendapatkan profit pada saat pasar naik, Anda harus membeli pada harga murah, dan menjualnya saat harga tinggi. Hal ini dikenal sebagai posisi long atau ask.

Sementara itu, jika pasar sedang bergerak turun, maka Anda harus terlebih dulu menjual dengan harga tinggi, baru kemudian membelinya di harga murah. Posisi seperti ini disebut sebagai posisi short atau bid.

  • Stop/Cut Loss

Stop loss atau cut loss adalah istilah yang berarti menghentikan kerugian dalam trading. Pada banyak aplikasi trading, fitur ini sudah dapat dijalankan secara otomatis. Anda hanya perlu memasukkan besaran loss yang Anda antisipasi sebagai batas maksimal kerugian, dan aplikasi akan menutup posisi secara otomatis jika kerugian benar-benar terjadi.

  • Take Profit/Tp

Kalau Stop Loss berguna untuk membatasi kerugian, maka Take Profit berguna untuk likuidasi otomatis saat harga berada di posisi yang diinginkan secara otomatis. Stop Loss dan Take Profit biasanya adalah satu pasang.

  • Margin Call

Margin call adalah suatu keadaan dimana nilai ekuitas akun trading sudah tidak mencukupi nilai margin atau dibawah margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi.

  • Stop Out

Jika nilai ekuitas akun trading terus menerus berkurang yang berada jauh dibawah margin yang diperlukan dan mengalami kerugian yang terus bertambah maka sistem akan otomatis menutup posisi dan menunggu sampai margin kembali terpenuhi.

  • Floating Profit/Loss

Floating atau mengambang adalah keadaan dimana nilai dari suatu harga yang kita tradingkan belum pasti atau masih mengambang di pasar forex. Contoh, misalnya saat kita mempunyai posisi beli di 9500 dan kemudian harga bergerak turun menjadi 9000, maka jika dihitung perkiraan kerugian adalah 9000-9500 = -500. Namun nilai tersebut masih bisa berubah – ubah, entah bertambah turun menjadi 8700 atau kembali naik menjadi 9700. Nah, nilai -500 pada saat itu disebut Floating Loss (Ambang Rugi), jika nilainya positif, misalnya harga sekarang menjadi 10.000 maka selisihnya 10.000 – 9.500 = +500 disebut Floating Profit. Jika kita memutuskan untuk menjual / menutup posisi Anda pada saat harga sedang 10.000, maka nilai +500 menjadi Realized Profit (bukan lagi Floating/mengambang tapi sudah menjadi Real/Nyata).

  • Perdagangan Bursa Berjangka (Future Market). Pengertian bursa berjangka

Bursa berjangka adalah suatu organisasi berdasarkan keanggotaan dan berfungsi menyediakan fasilitas. Fasilitas itu berguna untuk menyelenggarakan kegiatan kontrak berjangka yang berawasi sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan-peraturan perdagangan berjangka yang berlaku (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi).

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif lainnya.

Bursa berjangka harus berbentuk badan hukum perseroan terbatas (PT) dengan minimum terdiri dari sebelas badan usaha yang tidak terafiliasi satu dengan yang lainnya. Peran Perseroan Terbatas Bursa Berjangka berbeda dengan perseroan terbatas pada umumnya. Bursa berjangka mempunyai misi khusus yaitu mengelola pasar berjangka yang mengutamakan pelayanan terbaik dan memberikan kemudahan bagi para anggota ketika melakukan transaksi.

Untuk menghindari kepemilikan bursa dikuasai oleh hanya satu orang/kelompok, dan setiap pemegang saham hanya boleh memiliki satu saham Jika kegiatan Bursa mulai mengarah pada hal-hal yang merugikan masyarakat, kegiatan bursa dapat dihentikan.

Di Indonesia, badan usaha pertaa yang menjadi penyelenggara kegiatan kontrak berjangka adalah PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penarikan Margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif, dan Kontrak Derivatif lainnya

  • Pengertian Kontrak Berjangka

Coyle (2004) seperti dikutip Hayyuza (2006:31), Kontrak berjangka dikategorikan sebagai sekuritas turunan atau derivative security karena nilai kontrak berjangka dikaitkan dengan nilai aktiva lain atau underlying asets. Karena spesifikasinya tersebut maka kontrak berjangka dapat dipergunakan untuk fungsi hedging yaitu fungsi mengurangi risiko maupun spekulasi. Mengingat pentingnya fungsi kontrak berjangka bagi perusahaan sudah seharusnya manajer keuangan perusahaan mengenal fungsi serta mekanisme pasar berjangka.

Crabb (2003) seperti di kutip Hayyuza (2006:31), Kontrak berjangka adalah suatu perjanjian yang mengikat secara hukum diantara 2 pihak, untuk membeli atau menjual komoditi yang menjadi subjek kontrak berjangka, dalam jumlah, mutu, jenis dan tempat tertentu yang belah ditetapkan. Yang dimaksud dengan komoditi menurut UU Nomor 32 Tahun 1997 adalah barang dagangan yang menjadi subjek kontrak berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, Komoditi adalah semua barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya, dan setiap derivatif dari komoditi, yang dapat diperdagangkan dan menjadi subjek Kontrak Berjanga, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif lainnya.

Subjek yang dimaksud dapat berupa, minyak sawit (olein dan CPO), kopi (robusta dan arabika), kayu lapis, karet, kakao, lada serta produk keuangan seperti Foreign Exchange (Forex), indeks saham dan tingkat bunga.

  • Currency Futures

Transaksi berjangka mata uang sebagai yang muncul akibat respons nilai tukar mata uang dikenal sebagai Currency Futures. Currency Futures telah diperdagangkan sejak 1919 dalam bentuk Commodity Future Exchange pada Chicago Merchantile Exchange (CME). Kemudian pada tahun 1972 CME mendirikan International Money Market (IMM) yang memberikan fasilitas bagi para spekulan valas, importer, eksportir serta perusahaan-perusahaan yang memiliki aset dan hutang dalam balas dan juga para banker yang berspekulasi maupun aktivitas hedging (melindungi posisi valas atau mengurangi risiko valasnya). Pada transaksi perjangka, currency futures yang telah diperdagangkan adalah GBP (Poundsterling Inggris), CAD (Dolar Kanada), DM (Mark Jerman), SF (Franc Swiss), JPY (Yen Jepang), AUD (dolar Australia) dan EURO (unit mata uang Eropa). Currency Future adalah instrumen derivatif (turunan) dari nilai mata uang yang ada di spot atau cash market. Pengertian instrumen derivatif dikemukakan oleh Sartono (2001) dalam Hayyuza (2006:32) sebagai berikut:

“Instrumen Derivatif adalah suatu kontrak atau transaksi yang harganya diturunkan atau didasarkan atas aset yang lain. Sehingga harus ada satu aset yang digunakan sebagai patokan penentuan harga, dan aset tersebut dapat berupa saham, mata uang, obligasi atau bahkan indeks.”

Derivatif merupakan istilah umum yang banyak digunakan untuk menjelaskan instrumen keuangan, yang nilainya “diturunkan atau berasal” dari komoditi  atau surat berharga yang dikenal sebagai underlying product. Derivatif diklasifikasikan menurut jenis komoditi atau surat berharga yang menjadi acuan nilainya. Ada 4 kelompok derivatif yang umum ditemui: derivatif suku bunga, derivatif saham, derivatif komoditi, dan derivatif mata uang. Biasanya jenis derivatif yang digunakan mencerminkan jenis risiko yang ingin dikelola. Misalnya menggunakan mata uang berjangka currency future untuk mengendalikan risiko nilai tukar. Dalam hal ini currency future berpatokan pada nilai tukar mata uang pada perdagangan forex (foreign exchange).

Transaksi berjangka dapat dilakukan melalui pasar yang terorganisir di pusat-pusat perdagangan uang dunia. Adapun pasar utama dunia yang dikutip Lie Ricky Ferlianto et al. (2006:65) adalah the London International Financial Future Exchange (LIFFE), Sydney Futures Exchange (SFE), Tokyo Grain Exchange (TGE), Tokyo Commodity Exchange (TOCOM), the Chiago Board Of Trade (CBOT), the New York Merchantile Exchange (NYME), the Singapore International Monetary Exchange (SIMEX), Deutche Termin Borse (DTB) di Frankfurt, the Hong Kong Futures Exchange (HKFE), Korea Stock Exchange (KSE), ICE Future Eropa di London, the Marche a Termes des Instrumen Financiers (MATIF) di Paris, dan Tokyo International Financial Futures Exchange.

  • Fungsi Perdagangan Bursa Berjangka

Ada dua fungsi utama perdagangan berjangka, yaitu sebagai sarana manajemen risiko (risk management) melalui kegiatan lindung-nilai (hedging) dan sebagai sarana pembentukan harga (price discovery) yang transparan dan wajar.

  1. Manajemen Risiko (risk management)

Manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi atau perusahaan (Djojosoedarso 1999:4). Pengelolaan risiko dengan memanajemen risiko yang mantap, maka pengaturan potensi kerugian tersebut dapat dilakukan. Manajemen risiko di sini pada prinsipnya dilakukan dengan mengaktifkan fasilitas-fasilitas dalam Forex Trading, seperti stop loss (menghentikan kerugian) dan Locking (mengunci posisi dari kerugian/keuntungan) (Budi 2008:132).

Ada beberapa cara untuk manajemen risiko diantaranya adalah sebagai berikut (Budi 2008:133) :

  1. Cut Loss

Cut loss adalah suatu tindakan di mana kita melakukan likuidasi atas posisi dalam keadaan rugi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Umumnya cut loss ini dilakukan pada kisaran kerugian 30 poin sampai 50 poin.

  •  Switching

Tindakan di mana kita melakukan liquidasi terhadap posisi pertama, kemudian masuk kembali dengan posisi yang berlawanan dari posisi pertama tadi.

  • Locking

Tindakan ini sering dilakukan pada saat kita dalam keadaan floating profit/ loss. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian atau keuntungan tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama. Sistem ini sering juga disebut dengan hedging position.

  •  Averaging

Suatu tindakan mengulangi posisi yang sama pada saat kita dalam keadaan floating loss, di mana posisi pertama dibiarkan terbuka.

  • Sarana Pembentukan Harga (price discovery)

Proses itu berupaya menyatukan semua kekuatan permintaan dan penawaran. Proses yang seringkali disebut sebagai price discovery tersebut akan menghasilkan harga yang lebih fair dan mencerminkan nilai ekonomi riil suatu produk. Dalam sebuah perekonomian pasar, harga merupakan sistem syaraf. Gerak harga merupakan respon keputusan investasi, keputusan produksi, konsumsi dan alokasi sumber. Dengan perkataan lain, price discovery di bursa berjangka bisa diharapkan menghasilkan harga yang bisa menjadi pedoman, sehingga dunia usaha mampu menyusun perencanaan yang lebih baik. Harga yang terjadi di pasar berjangka mencerminkan consensus antara sejumlah besar pembeli dan penjual yang memiliki kesempatan sama untuk melakukan penjualan atau pembelian di pasar (Hayyuza, 2006:33).

  • Peserta di Dalam Perdagangan Bursa Berjangka

Sebagian besar peserta pasar-pasar berjangka adalah para komersial, dan pemakai institusional dari komoditi yang mereka perdagangkan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan atau perorangan yang memiliki atau mengusai sejumlah aset seperti kopi, jagung, kedelai atau portofolio saham, yang menginginkan meningkatnya nilai aset atau meminimalisir kerugian yang mungkin mereka alami.

Peserta lainnya adalah speculator, yang mengharapkan keuntungan dari terjadinya perubahan harga kontrak berjangka. Speculator biasanya memanfaatkan adanya perubahan harga untuk mencari keuntungan, yaitu membeli kontrak berjangka pada saat harga rendah dan menjualnya kembali pada saat harga lebih tinggi.

Selain kedua peserta di atas, investor perorangan juga apat berpartisipasi dalam kegiatan di pasar berjangka. Seseorang yang memiliki usaha atau bisnis komoditi, atau yang memiliki investasi portofolio yang beragam dan dalam jumlah besar, dapat menggunakan kontrak berjangka. Dalam hal ini, mereka berperan sebagai hedger (Hayyuza, 2006:34).

  • Hedging pada Perdagangan Berjangka

Prinsip Hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging. Sebelum melakukan hedging, hedger hanya memegang sejumlah aset awal. Setelah melakukan hedging, hedger memegang sejumlah aset awal dan sejumlah tertentu instrumen hedging-nya disebut portofolio hedging. Portofolio hedging ini mempunyai risiko yang lebih rendah disbanding risiko aset awal.

Misalkan, sebelum melakukan hedging, hedger mempunyai risiko 100. Setelah hedging, risiko portofolio hedging-nya adalah 20. Hedging dapat menurun risiko sebesar 80. dikatakan bahwa efektifitas hedging sebesar 80 %.

Tentu saja penurunan risiko tersebut tidak gratis. Penurunan risiko dibarengi dengan penurunan keuntungan. Perlu diingat bahwa prinsip hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal memberikan keuntungan, posisi instrumen hedging. Implikasinya adalah apabila posisi aset awal memberikan keuntungan, posisi instrumen hedging mengalami kerugian. Akibatnya, keuntungan dari posisi aset awal menutupi kerugian dari posisi instrumen hedging.

Selain keuntungan yang menurun, biaya penurunan risiko adalah biaya hedging. Hedging memerlukan biaya transaksi instrumen hedging. Kandidat instrumen hedging yang terbaik adalah futures dari aset awalnya. Biaya transaksi futures secara umum relatif kecil. Jadi, biaya transaksi hedging adalah relatif kecil.

Futures aset dasar dasar menjadi kandidat terbaik untuk menjadi instrumen hedging, karena perubahan harga aset awal dengan futures-nya berkorelasi tinggi. Kemudian, supaya perubahannya saling berlawanan, posisi futures aset awal harus berkebalikan dengan posisi futures-nya. Apabila hedger memegang aset awal (posisi long), hedging dengan futures-nya mensyaratkan hedger menjual instrument hedging (posisi short) (T. Sunaryo, 2007).

  • Spekulasi pada Perdagangan Berjangka

Berlawanan dengan tindakan hedger yang ingin mengurangi keterbukaan (exposure) terhadap risiko akibat perubahan harga, spekulan yang melakuan spekulasi pada perdagangan berjangka justru bertaruh pada gejolak harga, apakah harga akan naik atau turun. Jadi dengan kontrak berjangka para spekulan dapat melakukan spekulasi dengan jumlah yang jauh lebih besar dari dana yang dimilikinya, inilah yang dimaksud dengan faktor laverage. Jika investor ingin melakukan spekulasi pada perdagangan berjangka, ia harus membuat long position (kontrak beli) jika ia yakin bahwa harga aktiva di masa yang akan mendatang lebih tingga dari harga futures-nya, dan membuat short position (kontrak jual) jika ia memprediksikan bahwa harga aktiva di masa mendatang lebih rendah dari harga futures-nya (Hayyuza, 2006:37).

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif lainnya.

Bursa berjangka harus berbentuk badan hukum perseroan terbatas (PT) dengan minimum terdiri dari sebelas badan usaha yang tidak terafiliasi satu dengan yang lainnya. Peran Perseroan Terbatas Bursa Berjangka berbeda dengan perseroan terbatas pada umumnya. Bursa berjangka mempunyai misi khusus yaitu mengelola pasar berjangka yang mengutamakan pelayanan terbaik dan memberikan kemudahan bagi para anggota ketika melakukan transaksi.

Untuk menghindari kepemilikan bursa dikuasai oleh hanya satu orang/kelompok, dan setiap pemegang saham hanya boleh memiliki satu saham Jika kegiatan Bursa mulai mengarah pada hal-hal yang merugikan masyarakat, kegiatan bursa dapat dihentikan.

Di Indonesia, badan usaha pertaa yang menjadi penyelenggara kegiatan kontrak berjangka adalah PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penarikan Margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif, dan Kontrak Derivatif lainnya

  1. Perdagangan Bursa Berjangka (Future Market)
  2. Pengertian bursa berjangka

Bursa berjangka adalah suatu organisasi berdasarkan keanggotaan dan berfungsi menyediakan fasilitas. Fasilitas itu berguna untuk menyelenggarakan kegiatan kontrak berjangka yang berawasi sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan-peraturan perdagangan berjangka yang berlaku (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi).

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif lainnya.

Bursa berjangka harus berbentuk badan hukum perseroan terbatas (PT) dengan minimum terdiri dari sebelas badan usaha yang tidak terafiliasi satu dengan yang lainnya. Peran Perseroan Terbatas Bursa Berjangka berbeda dengan perseroan terbatas pada umumnya. Bursa berjangka mempunyai misi khusus yaitu mengelola pasar berjangka yang mengutamakan pelayanan terbaik dan memberikan kemudahan bagi para anggota ketika melakukan transaksi.

Untuk menghindari kepemilikan bursa dikuasai oleh hanya satu orang/kelompok, dan setiap pemegang saham hanya boleh memiliki satu saham Jika kegiatan Bursa mulai mengarah pada hal-hal yang merugikan masyarakat, kegiatan bursa dapat dihentikan.

Di Indonesia, badan usaha pertaa yang menjadi penyelenggara kegiatan kontrak berjangka adalah PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penarikan Margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif, dan Kontrak Derivatif lainnya

  • Pengertian Kontrak Berjangka

Coyle (2004) seperti dikutip Hayyuza (2006:31), Kontrak berjangka dikategorikan sebagai sekuritas turunan atau derivative security karena nilai kontrak berjangka dikaitkan dengan nilai aktiva lain atau underlying asets. Karena spesifikasinya tersebut maka kontrak berjangka dapat dipergunakan untuk fungsi hedging yaitu fungsi mengurangi risiko maupun spekulasi. Mengingat pentingnya fungsi kontrak berjangka bagi perusahaan sudah seharusnya manajer keuangan perusahaan mengenal fungsi serta mekanisme pasar berjangka.

Crabb (2003) seperti di kutip Hayyuza (2006:31), Kontrak berjangka adalah suatu perjanjian yang mengikat secara hukum diantara 2 pihak, untuk membeli atau menjual komoditi yang menjadi subjek kontrak berjangka, dalam jumlah, mutu, jenis dan tempat tertentu yang belah ditetapkan. Yang dimaksud dengan komoditi menurut UU Nomor 32 Tahun 1997 adalah barang dagangan yang menjadi subjek kontrak berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, Komoditi adalah semua barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya, dan setiap derivatif dari komoditi, yang dapat diperdagangkan dan menjadi subjek Kontrak Berjanga, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif lainnya.

Subjek yang dimaksud dapat berupa, minyak sawit (olein dan CPO), kopi (robusta dan arabika), kayu lapis, karet, kakao, lada serta produk keuangan seperti Foreign Exchange (Forex), indeks saham dan tingkat bunga.

  • Currency Futures

Transaksi berjangka mata uang sebagai yang muncul akibat respons nilai tukar mata uang dikenal sebagai Currency Futures. Currency Futures telah diperdagangkan sejak 1919 dalam bentuk Commodity Future Exchange pada Chicago Merchantile Exchange (CME). Kemudian pada tahun 1972 CME mendirikan International Money Market (IMM) yang memberikan fasilitas bagi para spekulan valas, importer, eksportir serta perusahaan-perusahaan yang memiliki aset dan hutang dalam balas dan juga para banker yang berspekulasi maupun aktivitas hedging (melindungi posisi valas atau mengurangi risiko valasnya). Pada transaksi perjangka, currency futures yang telah diperdagangkan adalah GBP (Poundsterling Inggris), CAD (Dolar Kanada), DM (Mark Jerman), SF (Franc Swiss), JPY (Yen Jepang), AUD (dolar Australia) dan EURO (unit mata uang Eropa). Currency Future adalah instrumen derivatif (turunan) dari nilai mata uang yang ada di spot atau cash market. Pengertian instrumen derivatif dikemukakan oleh Sartono (2001) dalam Hayyuza (2006:32) sebagai berikut:

“Instrumen Derivatif adalah suatu kontrak atau transaksi yang harganya diturunkan atau didasarkan atas aset yang lain. Sehingga harus ada satu aset yang digunakan sebagai patokan penentuan harga, dan aset tersebut dapat berupa saham, mata uang, obligasi atau bahkan indeks.”

Derivatif merupakan istilah umum yang banyak digunakan untuk menjelaskan instrumen keuangan, yang nilainya “diturunkan atau berasal” dari komoditi  atau surat berharga yang dikenal sebagai underlying product. Derivatif diklasifikasikan menurut jenis komoditi atau surat berharga yang menjadi acuan nilainya. Ada 4 kelompok derivatif yang umum ditemui: derivatif suku bunga, derivatif saham, derivatif komoditi, dan derivatif mata uang. Biasanya jenis derivatif yang digunakan mencerminkan jenis risiko yang ingin dikelola. Misalnya menggunakan mata uang berjangka currency future untuk mengendalikan risiko nilai tukar. Dalam hal ini currency future berpatokan pada nilai tukar mata uang pada perdagangan forex (foreign exchange).

Transaksi berjangka dapat dilakukan melalui pasar yang terorganisir di pusat-pusat perdagangan uang dunia. Adapun pasar utama dunia yang dikutip Lie Ricky Ferlianto et al. (2006:65) adalah the London International Financial Future Exchange (LIFFE), Sydney Futures Exchange (SFE), Tokyo Grain Exchange (TGE), Tokyo Commodity Exchange (TOCOM), the Chiago Board Of Trade (CBOT), the New York Merchantile Exchange (NYME), the Singapore International Monetary Exchange (SIMEX), Deutche Termin Borse (DTB) di Frankfurt, the Hong Kong Futures Exchange (HKFE), Korea Stock Exchange (KSE), ICE Future Eropa di London, the Marche a Termes des Instrumen Financiers (MATIF) di Paris, dan Tokyo International Financial Futures Exchange.

  • Fungsi Perdagangan Bursa Berjangka

Ada dua fungsi utama perdagangan berjangka, yaitu sebagai sarana manajemen risiko (risk management) melalui kegiatan lindung-nilai (hedging) dan sebagai sarana pembentukan harga (price discovery) yang transparan dan wajar.

  1. Manajemen Risiko (risk management)

Manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi atau perusahaan (Djojosoedarso 1999:4). Pengelolaan risiko dengan memanajemen risiko yang mantap, maka pengaturan potensi kerugian tersebut dapat dilakukan. Manajemen risiko di sini pada prinsipnya dilakukan dengan mengaktifkan fasilitas-fasilitas dalam Forex Trading, seperti stop loss (menghentikan kerugian) dan Locking (mengunci posisi dari kerugian/keuntungan) (Budi 2008:132).

Ada beberapa cara untuk manajemen risiko diantaranya adalah sebagai berikut (Budi 2008:133) :

  1. Cut Loss

Cut loss adalah suatu tindakan di mana kita melakukan likuidasi atas posisi dalam keadaan rugi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Umumnya cut loss ini dilakukan pada kisaran kerugian 30 poin sampai 50 poin.

  •  Switching

Tindakan di mana kita melakukan liquidasi terhadap posisi pertama, kemudian masuk kembali dengan posisi yang berlawanan dari posisi pertama tadi.

  • Locking

Tindakan ini sering dilakukan pada saat kita dalam keadaan floating profit/ loss. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian atau keuntungan tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama. Sistem ini sering juga disebut dengan hedging position.

  •  Averaging

Suatu tindakan mengulangi posisi yang sama pada saat kita dalam keadaan floating loss, di mana posisi pertama dibiarkan terbuka.

  • Sarana Pembentukan Harga (price discovery)

Proses itu berupaya menyatukan semua kekuatan permintaan dan penawaran. Proses yang seringkali disebut sebagai price discovery tersebut akan menghasilkan harga yang lebih fair dan mencerminkan nilai ekonomi riil suatu produk. Dalam sebuah perekonomian pasar, harga merupakan sistem syaraf. Gerak harga merupakan respon keputusan investasi, keputusan produksi, konsumsi dan alokasi sumber. Dengan perkataan lain, price discovery di bursa berjangka bisa diharapkan menghasilkan harga yang bisa menjadi pedoman, sehingga dunia usaha mampu menyusun perencanaan yang lebih baik. Harga yang terjadi di pasar berjangka mencerminkan consensus antara sejumlah besar pembeli dan penjual yang memiliki kesempatan sama untuk melakukan penjualan atau pembelian di pasar (Hayyuza, 2006:33).

  • Peserta di Dalam Perdagangan Bursa Berjangka

Sebagian besar peserta pasar-pasar berjangka adalah para komersial, dan pemakai institusional dari komoditi yang mereka perdagangkan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan atau perorangan yang memiliki atau mengusai sejumlah aset seperti kopi, jagung, kedelai atau portofolio saham, yang menginginkan meningkatnya nilai aset atau meminimalisir kerugian yang mungkin mereka alami.

Peserta lainnya adalah speculator, yang mengharapkan keuntungan dari terjadinya perubahan harga kontrak berjangka. Speculator biasanya memanfaatkan adanya perubahan harga untuk mencari keuntungan, yaitu membeli kontrak berjangka pada saat harga rendah dan menjualnya kembali pada saat harga lebih tinggi.

Selain kedua peserta di atas, investor perorangan juga apat berpartisipasi dalam kegiatan di pasar berjangka. Seseorang yang memiliki usaha atau bisnis komoditi, atau yang memiliki investasi portofolio yang beragam dan dalam jumlah besar, dapat menggunakan kontrak berjangka. Dalam hal ini, mereka berperan sebagai hedger (Hayyuza, 2006:34).

  • Hedging pada Perdagangan Berjangka

Prinsip Hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging. Sebelum melakukan hedging, hedger hanya memegang sejumlah aset awal. Setelah melakukan hedging, hedger memegang sejumlah aset awal dan sejumlah tertentu instrumen hedging-nya disebut portofolio hedging. Portofolio hedging ini mempunyai risiko yang lebih rendah disbanding risiko aset awal.

Misalkan, sebelum melakukan hedging, hedger mempunyai risiko 100. Setelah hedging, risiko portofolio hedging-nya adalah 20. Hedging dapat menurun risiko sebesar 80. dikatakan bahwa efektifitas hedging sebesar 80 %.

Tentu saja penurunan risiko tersebut tidak gratis. Penurunan risiko dibarengi dengan penurunan keuntungan. Perlu diingat bahwa prinsip hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal memberikan keuntungan, posisi instrumen hedging. Implikasinya adalah apabila posisi aset awal memberikan keuntungan, posisi instrumen hedging mengalami kerugian. Akibatnya, keuntungan dari posisi aset awal menutupi kerugian dari posisi instrumen hedging.

Selain keuntungan yang menurun, biaya penurunan risiko adalah biaya hedging. Hedging memerlukan biaya transaksi instrumen hedging. Kandidat instrumen hedging yang terbaik adalah futures dari aset awalnya. Biaya transaksi futures secara umum relatif kecil. Jadi, biaya transaksi hedging adalah relatif kecil.

Futures aset dasar dasar menjadi kandidat terbaik untuk menjadi instrumen hedging, karena perubahan harga aset awal dengan futures-nya berkorelasi tinggi. Kemudian, supaya perubahannya saling berlawanan, posisi futures aset awal harus berkebalikan dengan posisi futures-nya. Apabila hedger memegang aset awal (posisi long), hedging dengan futures-nya mensyaratkan hedger menjual instrument hedging (posisi short) (T. Sunaryo, 2007).

  • Spekulasi pada Perdagangan Berjangka

Berlawanan dengan tindakan hedger yang ingin mengurangi keterbukaan (exposure) terhadap risiko akibat perubahan harga, spekulan yang melakuan spekulasi pada perdagangan berjangka justru bertaruh pada gejolak harga, apakah harga akan naik atau turun. Jadi dengan kontrak berjangka para spekulan dapat melakukan spekulasi dengan jumlah yang jauh lebih besar dari dana yang dimilikinya, inilah yang dimaksud dengan faktor laverage. Jika investor ingin melakukan spekulasi pada perdagangan berjangka, ia harus membuat long position (kontrak beli) jika ia yakin bahwa harga aktiva di masa yang akan mendatang lebih tingga dari harga futures-nya, dan membuat short position (kontrak jual) jika ia memprediksikan bahwa harga aktiva di masa mendatang lebih rendah dari harga futures-nya (Hayyuza, 2006:37).

CARA IKUT MEMILIKI PERUSAHAAN BESAR,DAN DAPATKAN KEUNTUNGANNYA
Testimoni Real Account dan Cara Kerja Dan Setting Robot Gold Level 1
Disini Kunci Sukses Trading, MRT Management
GKInvest telah menyerahkan secara simbolis donasi sebesar Rp 200.000.000 ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)
Happy Pips! Trading Rugi Malah Untung.
Hati2! inilah Daftar Entitas Yang Dihentikan Satgas Waspada Investasi OJK