Kiwi Menguat Berkat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Dolar AS Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar dalam Sebulan

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari Jumat, mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan, setelah data penjualan ritel yang optimis mendorong ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat di kuartal kedua. Indeks dolar naik 0,11% pada 92,675 dan menguat 0,6% selama sepekan. Penjualan ritel A.S. secara tak terduga meningkat pada bulan Juni karena permintaan barang tetap kuat, bahkan ketika pengeluaran beralih kembali ke jasa. Sementara itu, survei yang menunjukkan sentimen konsumen AS turun tajam ke level terendah enam bulan, karena kekhawatiran inflasi merusak kepercayaan pada pemulihan ekonomi, tidak banyak mempengaruhi laju dolar. Penguatan dolar pada hari Jumat terjadi meskipun Ketua Fed Jerome Powell pada hari Kamis kembali menegaskan bahwa kenaikan inflasi kemungkinan akan bersifat sementara dan bahwa bank sentral AS akan terus mendukung perekonomian.

Kiwi Menguat Berkat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Dolar Selandia Baru (Kiwi) naik 0,44% pada hari Jumat setelah data menunjukkan tingkat inflasi (inflation rate) Selandia Baru di kuartal 2 tahun ini naik jauh lebih cepat dari yang diharapkan, mendorong ekspektasi pada kenaikan suku bunga segera setelah Agustus. Sebelumya, dalam rapatnya minggu lalu, Bank of New Zealand (RBNZ) juga mengatakan akan mengakhiri pembelian obligasi.

Emas Melemah di Jumat, Masih Naik dalam Sepekan

Harga emas melemah hari Jumat karena penguatan dolar, mendorong harga menjauh dari level tertinggi satu bulan. Harga emas spot ditutup melemah 0,9% menjadi US$ 1.812,05. Dalam sepekan, emas masih mencatatkan penguatan 0,21%. Emas mendapat dukungan dari komentar Dovish Jerome Powel, yang menegaskan bahwa inflasi hanya bersifat sementara dan tetap mendukung kebijakan akomodatif.

Naik Tipis di Jumat, Minyak Turun dalam Sepekan

Harga minyak menguat tipis pada hari Jumat, dan mengakhiri perdagangan minggu lalu dengan lebih rendah. Minyak bergerak dalam perdagangan choppy di tengah ekspektasi meningkatnya pasokan, bertepatan dengan lonjakan kasus virus corona, yang dapat menyebabkan pembatasan dan permintaan yang tertekan. Harga minyak Brent naik 0,2% menjadi US$ 73,59 per barel, sementara WTI AS naik 0,2% ke US$ 71,81. Selama sepekan Brent turun hampir 3% untuk dan WTI anjlok hampir 4%, penurunan mingguan terbesar sejak Maret. Kenaikan minyak hari Jumat didorong oleh data penjualan AS yang secara tak terduga meningkat pada bulan Juni. Sementara Rencana Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk kembali kompromi yang sempat gagal di awal bulan ini, membuka jalan bagi produsen OPEC+ untuk menyelesaikan kesepakatan untuk meningkatkan produksi. Merebaknya kasus virus corona Delta turut menekan sentimen minyak.

Wall Street Catatkan Penurunan Mingguan Karena Kekhawatiran lonjakan Varian Delta

Wall Street melemah pada hari Jumat, dipicu oleh penurunan tajam saham-saham sektor teknologi serta kekhawatiran tentang peningkatan kasus virus corona terkait dengan varian Delta yang sangat menular. Indeks Dow Jones turun 0,86%, S&P 500 melemah 0,75%, dan Nasdaq anjlok 0,8%. Selama sepekan, tiga indeks utama ini juga melemah, dengan S&P 500 turun 1%, Dow melemah 0,5% dan Nasdaq merosot 1,9%.

Fokus Minggu ini: OPEC+ Meeting, RBA Minutes, ECB Meeting & PMI Global

Di minggu ini akan banyak event, serta data-data ekonomi global yang akan kembali meramaikan pasar keuangan. Di awal minggu, OPEC+ akan kembali menggelar rapat, yang sempat tertunda di minggu-minggu sebelumnya, untuk menyepakati kuota produksi. Minggu ini ada juga event bank sentral, yaitu RBA minutes dan rapat regular ECB. Kemudian data yang dinanti adalah PMI global, dari sektor jasa maupun manufaktur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*