Kam. Mei 16th, 2024

Krisis Credit Suisse Bawa Pound Melemah Atas Dolar, Unggul Terhadap Euro

By DaWood Mar16,2023

Dolar AS Naik Berkat Permintaan Safe Haven

Dolar naik hari Rabu karena aksi beli safe-haven setelah saham Credit Suisse jatuh akibat pengungkapan “kelemahan” dalam laporan keuangannya yang memperbaharui kekhawatiran para investor bahwa krisis perbankan global akan segera terjadi. Laporan tahunan 2022 Credit Suisse yang diterbitkan hari Selasa mengutip “kelemahan material” dalam kontrol internal atas pelaporan keuangan, mencatat bahwa mereka belum membendung arus keluar nasabah. Kekhawatiran tentang bank Swiss menyebabkan indeks perbankan Eropa turun 6,9%, penurunan terbesar dalam satu hari dalam hampir 13 bulan, dan memicu penurunan imbal hasil obligasi Eropa dan AS. Para investor mempertanyakan apakah Federal Reserve dan bank-bank sentral lainnya dapat terus menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Indeks dolar naik 0,925% dan euro turun 1,42% menjadi $1,058. Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi daripada utang pemerintah lainnya telah mendorong penguatan dolar tahun ini. Dolar juga naik 1,94% terhadap franc Swiss.

Krisis Credit Suisse Bawa Pound Melemah Atas Dolar, Unggul Terhadap Euro

Pound Inggris jatuh versus dollar namun melonjak terhadap euro yang jatuh pada hari Rabu karena pasar resah mengenai keadaan sistem perbankan Eropa seiring dengan dampak dari runtuhnya pemberi pinjaman teknologi AS, Silicon Valley Bank. Saham Credit Suisse, anjlok lebih dari 30% setelah investor terbesarnya mengatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan lebih banyak bantuan keuangan kepada bank tersebut.

Emas Melonjak Lebih dari 1% Berkat Aksi Hindar Risiko

Harga emas naik lebih dari 1% ke level tertinggi sejak awal Februari pada hari Rabu karena krisis baru di sektor perbankan membuat para investor berpaling dari aset-aset berisiko dan mendorong ke emas sebagai safe haven. Harga emas spot melonjak 1,2% menjadi $1,924.63 per. Sementara Emas berjangka AS naik 1,1% dan menetap di $1,931.30.

Minyak Jatuh 7% Karena Kisruh Credit Suisse

Minyak WTI AS turun lebih dari 7% menjadi di bawah $ 66 per barel pada hari Rabu, level yang belum pernah terlihat sejak Desember 2021, karena investor menimbang-nimbang risiko yang ada dalam sistem perbankan. Kegagalan Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang berbasis di New York merembet ke bank-bank Eropa. Beberapa saham perbankan Eropa menghentikan perdagangan setelah pemegang saham utama Credit Suisse mengesampingkan suntikan likuiditas lebih lanjut. Namun, memberikan sedikit kelegaan pada harga, OPEC menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak China pada tahun 2023 sehubungan dengan keluarnya negara tersebut dari kebijakan nol-Covid. Badan Energi Internasional (IEA) juga menggemakan prospek bullish untuk permintaan minyak, menunjuk pada dorongan besar dari dimulainya kembali perjalanan udara dan pembukaan kembali ekonomi China setelah pembatasan COVID-19.

Wall Street Kikis Penurunan Setelah Upaya SNB

Indeks Dow Jones ditutup turun 280 poin, setelah jatuh lebih dari 600 poin pada pembukaan, S&P 500 turun 0,7% dan Nasdaq masuk ke wilayah positif karena krisis Credit Suisse memperbaharui kekhawatiran terhadap sektor perbankan. Setelah bel penutupan, Swiss National Bank (SNB) berjanji untuk menyediakan likuiditas kepada SVX jika diperlukan.

Fokus Hari Ini : Data Ketenagakerjaan Australia, Jobless Claims AS & ECB Meeting

Australia pagi tadi sudah merilis data ketenagakerjaan bulan Februari, di mana employment change tumbuh 64,4 ribu dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5%. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada data jobless claims AS, yang diperkirakan turun menjadi 205 ribu. Terakhir, ada ECB yang akan menggelar rapatnya, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga 50 bps menjadi 3,5%.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *