Lagarde Tidak Memberikan Kejelasan Prospek Kebijakan ECB, Euro Melemah dan Dolar AS Menguat

Indek Kepercayaan Konsumen Turun, Terendah Sejak 2021

Data ekonomi terkini menunjukkan angka indek kepercayaan konsumen AS yang disusun oleh Conference Board turun ke level terendah sejak Februari 2021, yakni turun ke 98,7 pada Juni dari 103,2 pada Mei. Ekspektasi awal adalah 100. Indeks ekspektasi inflasi menurut CB naik menjadi 8% dari 7,5%. Ekspektasi jangka pendek mencapai level paling pesimistis. Ada kesenjangan yang membesar antara “situasi saat ini” dan “ekspektasi” ke tingkat yang sering dikatakan sebagai awal terjadinya resesi. Dalam berita ekonomi lainnya, indeks Harga Rumah Nasional AS menurut Case-Shiller naik 2,1% pada bulan April, setelah naik 2,6% pada bulan Maret, menunjukkan perlambatan terjadi. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan awal yakni naik 2%.

Aksi Jual Meluas, Wall Street Ditutup Turun Tajam

Wall Street ditutup melemah dengan tajam oleh aksi jual yang meluas setelah dirilisnya data indek kepercayaan konsumen. Angkanya sangat mengerikan sehingga mengurangi keyakinan pelaku pasar dan memicu kekhawatiran tentang resesi menjelang datangnya musim laporan pendapatan emiten. Indek S&P dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 2% dan 3%, dimana Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com mengalami penurunan besar. Dow Jones merosot 1,6%, atau 491,27 poin, ke 30.946,99, S&P 500 turun 78,56 poin, atau 2,01%, ke 3.821,55 dan Nasdaq turun 343,01 poin, atau 2,98%, ke 11.181,54. Aksi jual ini diyakini akan menghilang tetapi sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Lagarde Tidak Memberikan Kejelasan Prospek Kebijakan ECB, Euro Melemah dan Dolar AS Menguat

Dolar naik disaat euro goyah setelah Presiden ECB Christine Lagarde tidak memberikan wawasan baru tentang prospek kebijakan bank sentral. ECB secara luas diperkirakan akan mengikuti rekan-rekan globalnya dengan menaikkan suku bunga pada bulan Juli untuk mencoba mengendalikan inflasi yang melonjak meskipun para ekonom terbagi atas besarnya kenaikan suku bunga. Euro bertahan di bawah $ 1,06 setelah Lagarde mengatakan bank sentral akan bergerak secara bertahap tetapi dengan opsi untuk ber- tindak tegas pada setiap penurunan inflasi jangka menengah, terutama jika ada tanda-tanda penurunan ekspektasi inflasi. Euro terakhir turun 0,6% menjadi $1.052. Indek dolar (DXY), naik 0,51% pada 104.490.

Harga Emas Beringsut Lebih Rendah Karena Dolar AS Naik

Harga emas untuk pengiriman Agustus ditutup turun US$3,60 menjadi US$1,821,20 per troy ons. Sentimen perdagangan masih didominasi oleh pergerakan Dolar dan Yield Obligasi AS, dimana kisaran perdagangan tetap di area $1800 – 1850. Prospek suku bunga FED yang tinggi membatasi kenaikan harga. Pergerakan harga selanjutnya akan ditentukan oleh tarikan sentiment FED yang hawkish berbalik dengan kekhawatiran pasar tentang resesi. Amerika Serikat sendiri telah mengeluarkan sanksi terkait larangan impor emas Rusia.

G7 Sepakat batasi Harga Minyak Rusia, Pasokan Rawan Terganggu Dari Libya

Harga minyak mentah naik setelah negara-negara G7 sepakat untuk membatasi harga minyak Rusia yang dijual di pasar dunia. Minyak mentah Brent Agustus, naik $2,47 ke US$117,56 pbl. Pembatasan harga ini ditujukan untuk memotong penerimaan Rusia, namun disisi lain digunakan untuk menjaga minyak Rusia tetap tersedia untuk pembeli di Asia. Hal ini dapat menjadi sentiment negative bagi harga minyak yang tengah beranjak naik. Potensi kenaikan harga terjaga dari kemungkinan Arab Saudi dan produsen teluk lainnya yang dapat menunda peningkatan produksi setelah perjanjian OPEC+ berakhir September ini. Kenaikan harga juga didukung oleh potensi gangguan pasokan setelah ekspor dari Libya dan Ekuador berpotensi terganggu oleh situasi politik domestik

Fokus Pasar Hari Ini :

Tiga Gubernur Bank Sentral utama dijadwalkan akan memberikan pernyataan, yakni Jerome Powell, Andrew Bailey dan Christine Lagarde. Pasar akan menantikan sejumlah pernyataan terkait prospek kebijakan moneter masing-masing bank sentral tersebut. Data pasokan minyak AS dijadwalkan akan dirilis dimana diperkirakan akan mengalami penurunan yang tajam, dari surplus 2 juta menjadi minus 1.6 juta barel. Pergerakan harga minyak juga akan sensitif dengan hasil pertemuan OPEC yang dijadwalkan hari ini. Data ekonomi lain yang diperkirakan berpengaruh pada perdagangan mata uang adalah angka CPI awal dari Jerman dan indek kepercayaan konsumen Jepang. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*