Makin Kokoh, Indek Dolar AS Sempat Menebus Angka 100, Euro Makin Nyungsep

Rusia Keluar Dari Dewan HAM PBB, Perdamaian Ukraina Menjadi Tak Menentu

Rusia akhirnya memutuskan untuk keluar dari Dewan HAM PBB, setelah pada hari Kamis, Dewan tersebut memecatnya. Ini membuat perkembangan situasi di Ukraina makin tak menentu. Moskow sendiri mengisyaratkan bahwa negara-negara yang mendukung pemecatannya, akan dianggap sebagai musuh atau teman yang tidak bersahabat. Mereka tengah menyiapkan sanksi balasan pada negara-negara tersebut. Sementara itu, Loretta Mester, salah satu eksekutif Federal Reserve menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga FED akan meningkatkan biaya kredit perumahan, mobil dan sebagainya. Hal ini diharapkan bisa mengendalikan kelebihan pasokan dan membuat inflasi bisa turun sesuai target diangka 2%. Namun dia menggaris bawahi bahwa hingga tahun depan, inflasi AS masih akan tetap tinggi.

Bursa Saham AS Ditutup Beragam, Sektor Teknologi Makin Menderita

Bursa saham AS ditutup bervariasi, dimana saham di sektor teknologi menderita karena pasar bersiap untuk kebijakan moneter yang lebih ketat dari FED di tengah melonjaknya inflasi. Sementara saham di sektor energi dan keuangan memimpin kenaikan. Indek S&P 500 turun 0,3% menjadi 4.488,28, Dow Jones naik 0,4% lebih tinggi pada 34.721,12 sementara Nasdaq yang sarat dengan saham sektor teknologi turun 1,3% menjadi 13.711,00. Untuk minggu ini, S&P 500 turun 1,3%, Dow turun 0,3% dan Nasdaq turun 3,9%.

Makin Kokoh, Indek Dolar AS Sempat Menebus Angka 100, Euro Makin Nyungsep

Indeks dolar naik 0,1% menjadi 99,85, sempat diperdagangkan di atas angka 100,19 di awal sesi. Ini merupakan level tertinggi sejak Mei 2020. Pendorong penguatan Dolar AS, sikap hawkish Fed, risiko sanksi baru di Eropa dan pergeseran polling yang mendukung kandidat sayap kanan Marine Le Pen dalam pemilihan presiden Prancis pada 24 April nanri. Pasangan EUR/USD turun ke level terendah satu bulan di $1,0837. Euro telah jatuh dalam tujuh sesi berturut-turut. Dolar naik terhadap yen ke 124,67 yen, mendekati level tertinggi tujuh tahun yang diraih sebelumnya di bulan lalu di 125,1. Yen cukup stabil bulan ini setelah jatuh pada bulan Maret, tetapi tetap di bawah tekanan karena AS menaikkan suku bunga dan Bank of Japan melakukan intervensi di pasar obligasi untuk mempertahankan suku bunga rendah. Poundsterling melemah terhadap dolar, dan terakhir turun 0,3% pada $1,3035.

Harga Emas Diperdagangkan Dalam Kisaran Tinggi

Harga emas diperdagangkan dalam kisaran, terjebak antara ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang agresif dan kegelisahan atas inflasi yang tinggi dan dampak ekonomi dari krisis Ukraina. Harga berakhir di $1948, naik dari penutupan sebelumnya di $1931. Diakhir pekan, situasi Rusia – Ukraina memburuk. Setelah Rusia dikeluarkan dari Badan HAM PBB, Moskow akhirnya memutuskan keluar dari PBB. Diyakini bahwa perang yang terjadi di Ukraina masih akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Sementara sejumlah data ekonomi menunjukkan inflasi masih menjadi ancaman. Hal ini membuat harga emas diperkirakan masih akan diperdagangkan dalam kisaran tinggi dalam sepekan ini.

Harga Minyak Tergelincir, Perpanjangan Lockdown China Menghantui Pasar

Harga minyak tergelincir di awal perdagangan minggu ini, menyusul penurunan secara mingguan dalam dia pekan beruntun diakhir pekan kemarin. Para konsumen besar dunia mengumumkan rencana untuk melepaskan cadangan minyak mentah strageis mereka dan kekhawatiran pasar atas perpanjangan penguncian di China. Harga minyak mentah Brent turun 38 Sen ke $102,40 per barel. Selama beberapa minggu, harga berada pada posisi paling tidak stabil sejak Juni 2020.

Fokus Perdagangan Hari Ini :

Ada dua pejabat tinggi bank sentral yang dijadwalkan akan memberikan pernyataan, pertama Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda dan Eksekutif FED, anggota FOMC yaitu Bowman. Kuroda ditenggarai akan berbicara mengenai bagaimana rencana BoJ tersebut mengantisipasi pelemahan Yen yang dianggap pemerintah Jepang akan mengancam ekonomi khususnya sektor eksportir, termasuk intervensi apa yang akan dilakukan. Sementara Bowman, diharapkan pasar dapat memberikan gambaran bagaimana FED akan memulai pengurangan neracanya. Rencana FED sebagaimana disinggung oleh Jerome Powell sejauh ini masih akan dibahas lagi setelah pertemuan bulan Mei. Pernyataan Hawkish dari Bowman, akan menjadi sentiment positif bagi Dolar AS. (LH).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*