Mata Uang Safe Haven Naik

Mata uang safe-haven yen naik ke level tertinggi tujuh minggu terhadap dolar kemarin di tengah serangkaian data AS yang umumnya lemah, serta ketidakpastian mengenai prospek ekonomi, yang mendukung kekhawatiran the Fed tentang laju pemulihan. Data-data AS semalam menunjukkan ketidakpastian mengenai outlook ekonomi AS. Klaim tunjangan pengangguran AS masih tinggi di angka 860 ribu, sementara pembangunan dan indeks bisnis Philadephia Fed turun. Lemahnya data-data AS tersebut mendukung kebijakan moneter super longgar the Fed. Dalam rapatnya minggu ini, the Fed telah berjanji untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai pasar tenaga kerja kerja mencapai “lapangan kerja maksimum” dan inflasi berada di jalur untuk “cukup melebihi” target 2%.

Sterling melemah tipis kemarin, setelah sempat anjlok menyusul penjelasan Bank of England (BoE) tentang bagaimana suku bunga negatif dapat diterapkan secara efektif, jika diperlukan. Dalam rapatnya kemarin, ketua BoE mengatakan bahwa suku bunga negatif masih dalam kerangka kebijakan, namun belum menjadi pilihan. BoE kemungkinan akan memilih opsi QE tambahan untuk mendukung ekonomi.

Harga emas turun kemarin setelah the Fed memupus harapan investor untuk lebih banyak stimulus untuk mendukung ekonomi yang dilanda virus korona. Analis mengatakan bahwa terlepas dari kenyataan bahwa Fed cukup dovish, tampaknya untuk pasar emas itu tidak cukup dovish. Ada kekhawatiran bahwa dengan tidak ada lagi QE, mungkin momentum bullish untuk emas menjadi sedikit. Harga emas spot turun sekitar 0,8% pada kisaran $1943,72 per ons. Sementara emas berjangka turun 0,9% menjadi $1952.50.

Harga minyak menguat dalam tiga hari berturut-turut kemarin setelah pasar merespon positif pembicaraan pertemuan OPEC. Harga naik dengan mengabaikan berita yang menyebutkan produsen minyak AS kembali buka setelah terjangan Badai Sally. Kenaikan harga minyak dikaitkan dengan dengan pembicaraan OPEC kemarin, di mana Arab Saudi menghukum anggota yang tidak patuh karena mencoba menipu pasar dengan kelebihan produksi, dan memberikan penundaan hingga Desember untuk menebus kelebihan produksi sejauh ini. Arab Saudi juga memperingatkan spekulan untuk tidak bertaruh melawan OPEC. Analis mengatakan bahwa masalah yang mengganggu dengan harga minyak saat ini bukanlah mengenai pasokan, karena OPEC dapat mengendalikannya, setidaknya sampai batas tertentu. Masalahnya adalah permintaan minyak. Proyeksi permintaan minyak dari OPEC dan IEA semakin buruk, bukan lebih baik.

Aksi jual terhadap saham-saham teknologi di Wall Street kembali berlanjut, membuat tiga indeks utama AS tumbang. Data jobless claims AS yang mengalam penurunan juga gagal mengangkat sentimen. Indeks Dow Jones Industrial turun 0,47%, S&P 500 melemah 0,84% dan Nasdaq merosot 1,27%. Saham-saham raksasa teknologi kembali anjlok, dengan Amazon.com Inc merosot 2,3% dan Apple Inc turun 1,6%.

Fokus Hari ini: Retail Sales Inggris & Kanada, Sentimen Konsumen AS
Setelah disibukan oleh beberapa rapat bank sentral, masih ada beberapa data ekonomi yang layak disimak di penghujung perdagangan minggu ini. Di Eropa, Inggris akan merilis data retail sales, yang diperkirakan melambat menjadi 0,8% di Agustus, dari 3,6% di bulan sebelumnya. Di susul Kanada yang juga akan merilis data retail sales. Terakhir, AS akan merilis data sentimen konsumen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*