Meski Menguat di Jumat, Prospek Dolar AS Masih Bearish

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada hari Jumat, namun menjauh dari level tertingginya karena sentimen risk on selera kembali ke pasar, dengan ekuitas AS pulih dari penurunan awal dan imbal hasil Treasury memperpanjang reli. Analis melihat bahwa prosepk dolar masih tetap bearish. Dolar dianggap sebagai safe haven, dan akan cenderung cenderung turun ketika orang tidak mencari tempat safe haven. Ada perbedaan sudut oandang dari para trader sepanjang tahun ini tentang bagaimana paket stimulus fiskal sebesar $1,9 triliun yang diusung Presiden AS Joe Biden, akan memengaruhi dolar. Sebagian melihat akan memperkuat mata uang karena bisa memperceepat pemulihan ekonomi AS dibanding negara lain. Sementara yang lain menganggap itu akan memberikan narasi reflasi global yang bisa mengangkat aset berisiko dan mengorbankan dolar. Dalam sepekan indeks dolar melemah 0,4%
Penguatan Wall Street & Minyak Dukung Loonie
Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Jumat, berkat harga minyak dan Wall Street berbalik menguat setelah sebelumnya sempat turun. Loonie diperdagangkan pada kisaran 1,2697 setelah diperdagangkan di kisaran 1.2676 – 1.2763. Selama sepekan naik 0,4%. S&P 500 naik ke rekor intraday tertinggi, sementara harga minyak naik 2,1% di tengah harapan stimulus AS akan meningkatkan ekonomi.
Meski Melemah di Jumat, Emas Catatkan Penguatan MIngguan 0,21%
Harga emas melemah 0,3% menjadi $1819,16 pada hari Jumat, namun tetap mencatat penguatan mingguan pertamanya dalam tiga minggu, didukung oleh ekspektasi stimulus $1,9 Triliun. Harapan stimulus AS masih menjadi penopang kenaikan harga emas dalam sepekan. Investor membeli emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang disebabkan oleh guyuran stimulus. Dalam sepekan, emas naik tipis 0,21%.
Prospek Stimulus AS Dorong Minyak ke Level Teringgi Lebih dari 1Tahun
Harga minyak naik lebih dari 2% pada hari Jumat, mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun di tengah harapan stimulus AS, yang akan meningkatkan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Dalam Sepekan, WTI naik sekitar 4,7% sementara Brent naik 5,3%. Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan kelompok bipartisan, walikota dan gubernur saat ia terus mendorong persetujuan rencana bantuan virus corona senilai $1,9 triliun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu jutaan pekerja yang menganggur. Harga minyak juga naik dalam beberapa pekan terakhir berkat pemangkasan produksi oleh OPEC dan produsen minyak lainnya, atau dikenal kelompok OPEC+. Namun, OPEC minggu ini menurunkan ekspektasi untuk permintaan minyak global pulih pada 2021, memangkas perkiraannya sebesar 110.000 barel per hari (bph) menjadi 5,79 juta barel per hari.

Wall Street Kembali Hijau, Nasdaq dan S&P 500 Kembali Cetak rekor
Tiga indeks saham utama Wall Street kompak menguat pada perdagangan Jumat , dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi karena investor memborong saham energi, keuangan dan material serta melepas saham teknologi raksasa untuk mengantisipasi bantuan fiskal baru dari Washington untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

Fokus Minggu ini : RBA & ECB Minutes, PDB Zona Euro & Retail Sales AS
Pasar China di Asia tutup hingga hari Rabu dalam rangka perayaan Imlek. Sementara di AS tutup di awal minggu dalam rangka President Day. Namun begitu, beberapa event, serta data ekonomi penting akan dirilis minggu ini. Di Asia, ada RBA minutes, sementara di Eropa ada ECB minutes. Data-data ekonomi yang akan dirilis diantaranya; PDB zona euro, inflasi Inggris, Retail Sales Inggris dan data ketenagakerjaan Australia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*