Minyak Jatuh di Tengah Aksi Risk Aversion

Kasus Evergrande Angkat Dolar Sebagai Safe Haven

Yuan China jatuh ke level terendah 1 bulan atas dolar AS hari Senin ditengah kekhawatiran tentang dampak dari masalah solvabilitas perusahaan pengembang properti Evergrande, yang menghantui pasar keuangan dan mengangkat mata uang safe-haven. Sentimen pasar terguncang karena potensi oleh efek domino dari Evergrande, yang mencoba untuk meningkatkan dana untuk membayar sejumlah pemberi pinjaman, pemasok dan investor. Batas waktu untuk pembayaran bunga $83,5 juta pada salah satu obligasi jatuh tempo pada hari Kamis, dan perusahaan memiliki kewajiban $305 miliar. Kamis lalu, yuan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan di 6,4226 per dolar sebelum akhirnya berbalik ketika krisis Evergrande memburuk. Sentimen kian memburuk di hari Senin setelah peringatan dari regulator China bahwa kebangkrutan perusahaan dapat memicu risiko yang lebih luas pada sistem keuangan negara jika tidak distabilkan.

Pound Jatuh ke Level Terendah Satu Bulan Atas Dolar AS

Poundsterling mencapai level terendah satu bulan terhadap dolar pada hari Senin karena aksi jual global yang didorong oleh kasus Evergrande di China, memukul mata uang berorientasi risiko. Sementara ketidakpastian tentang kebijakan moneter Bank of England (BoE) dan lonjakan harga gas turut membebani sentimen. Pound turun 0,49% atas dolar AS di $1,3659, level terendah sejak 23 Agustus.

Kasus Evergrande Angkat Permintaan Safe Haven Emas

Emas naik pada hari Senin karena kekhawatiran tentang solvabilitas perusahaan properti China Evergrande, memicu pelarian ke aset safe-haven, namun kenaikan dibatasi oleh penguatan dolar menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS. Spot gold naik 0,5% menjadi $1.762,66 per ons, sementara emas berjangka AS menetap 0,8% lebih tinggi pada $1.765,40.

Minyak Jatuh di Tengah Aksi Risk Aversion

Harga minyak turun 2% hari Senin karena aksi risk aversion, yang merugikan pasar saham dan mendorong dolar AS, membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Harga minyak Brent turun 1,9%, menjadi $ 73,92 per barel setelah sempat jatuh ke level terendah harian di $ 73,52, sementara WTI AS turun 2,3%, menjadi $70,29 setelah jatuh ke level $69,86. Dolar, dipandang sebagai safe haven, naik karena kekhawatiran tentang solvabilitas pengembang properti China Evergrande menghantui pasar saham dan serta kekhawatiran tapering The Fed menjelang FOMC minggu ini. Meski begitu, penurunan minyak dapat dibatasi di tengah tanda-tanda bahwa beberapa produksi Teluk AS akan tetap ofline selama berbulan-bulan karena kerusakan badai. Royal Dutch Shell mengatakan pihaknya memperkirakan instalasi di Teluk Meksiko akan ofline untuk perbaikan hingga akhir 2021 karena kerusakan akibat Badai Ida.

Terseret Kasus Evergrande, Wall Street Merosot

Aksi jual merata terjadi di Wall Street hari Senin, dipicu kekhawatiran akan penularan potensi keruntuhan Evergrande China. Investor keluar dari pasar saham dan mencari aset aman. Dow mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak Juli. Sementara indeks volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik. S&P 500 pun turun sekitar 4% dari rekor penutupan tertinggi 2 September lalu.

Fokus Hari ini: RBA Minutes

RBA akan merilis minutes-nya, yang merupakan notulen dari rapat bulan ini, ketika RBA mempertahankan suku bunga, namun mulai mengurangi pembelian asset mingguannya dari AUD$ 5 miliar menjadi AUD$ 4 mulai September. Namun, baru-baru ini gubernur Phillip Lowe menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan suku bunga hingga 2024. Fokus lainnya adalah data-data AS, termasuk current account.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*