Minyak Lanjutkan Penurunan Pasca Pernyataan Iran, Data EIA

Minyak
Dolar AS Melemah Setelah Data PBD AS

Dolar AS melemah pada Kamis karena trader mencerna arah suku bunga, komentar presiden ECB Christine Lagarde dan data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pasar valuta asing berfluktuatif di tengah kebijakan bank sentral. Pergerakan yang besar dimulai pada hari Rabu, dengan komentar hawkish dari Bank of Canada dan diikuti pada hari Kamis dengan pernyataan Reserve Bank of Australia (RBA) dan komentar ECB, yang kesemuanya datang menjelang rapat The Fed dan Bank of England minggu depan. Karena bank sentral masing-masing memetakan penyesuaian terhadap kebijakan moneter yang diadopsi selama pandemi, para trader mencoba memprediksi arah suku bunga dan imbal hasil yang disesuaikan dengan inflasi di seluruh mata uang. Dolar AS tidak mendapat bantuan dari data PDB AS yang tumbuh 2% (yƒy) di kuartal 3, meleset dari perkiraan pertumbuhan 2,7%. Indeks dolar AS melemah 0.6% menjadi 93.3580.

Euro Menguat Setelah Pernyataan Lagarde

Euro menguat 0,7% menjadi 1.1681 atas dolar AS dan mencatatkan penguatan harian terbesar sejak Mei setelah komentar presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde. Dalam rapatnya, Lagarde menampik kenaikan suku bunga, tetapi mengakui inflasi akan tinggi lebih lama. Pelaku pasar menganggap bahwa pernyataan Lagarde tersebut tidak se-dovish seperti perkiraan pasar.

Emas Naik Setelah Data PDB AS

Harga emas naik pada hari Kamis berkat permintaan aset safe-haven, terangkat oleh pelemahan dolar AS dan data PDB AS yang lebih lebih lemah dari perkiraan. Spot emas naik 0,3% menjadi $1.801,43 per osn. PDB AS Q3 tumbuh 2,0% (yƒy), karena kebangkitan kasus COVID-19 semakin merusak rantai pasokan global, yang menyebabkan kekurangan barang seperti mobil, yang menekan belanja konsumen.

Minyak Lanjutkan Penurunan Pasca Pernyataan Iran, Data EIA

Harga minyak turun, namun menjauh dari level terendah dalam dua minggu hari Kamis, setelah Iran mengatakan pembicaraan dengan kekuatan dunia mengenai program nuklirnya akan dilanjutkan pada akhir November. Minyak mentah Brent turun 0,3%, menjadi $84,32 per barel, sementara WTI AS naik 0,2%, menjadi $82.81. Negosiator nuklir utama Iran Ali Bagheri Kani pada hari Rabu mengatakan, pembicaraan negara itu dengan enam kekuatan dunia untuk mencoba menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 akan dilanjutkan pada akhir November. Sebuah kesepakatan dapat membuka jalan untuk mencabut sanksi keras yang dijatuhkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap ekspor minyak Iran pada akhir 2018. Minyak juga turun setelah Departemen Energi AS (EIA) memperlihatkan stok minyak mentah AS naik 4,3 juta barel pekan lalu. Angka ini lebih dari dua kali lipat perkiraan kenaikan 1,9 juta barel dari para analis.

Wall Street Hijau, S&P 500 & Nasdaq Cetak Rekor

Wall Street menguat pada penutupan perdagangan hari Kamis, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali cetak rekor. Sentimen positif datang dari penguatan Apple dan Amazon, sementara kinerja yang solid dari perusahaan termasuk Caterpillar dan Merck membantu meredakan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi. Indeks Dow Jones naik 0,68%, S&P 500 menguat 0,98% dan Nasdaq Composite bertambah 1,39%.

Fokus Hari Ini: Inflasi & PDB Zona Euro, Core PCE AS, PDB Kanada

Serangkaian data ekonomi akan menjadi fokus di akhir perdagangan minggu ini. Di Asia, ada data inflasi Australia. Kemudian di Eropa juga akan dirilis data tersebut, dan juga data PDB kawasan zona euro. Memasuki pasar AS, Kanada juga akan merilis data PDB. Sementara AS sendiri akan merilis data inflasi acuan The Fed, yaitu core PCE price index, yang diperkirakan tumbuh 0,2% di September.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*