Minyak Melemah di Tengah Kekhawatiran Prospek Ekonomi China

Dolar AS Menguat Berkat Safe Haven

Dolar AS menguat atas mata uang lainnya pada hari Kamis karena meningkatnya pembatasan di beberapa bagian dunia untuk menahan penyebaran COVID-19, termasuk varian Omicron baru, mengurangi selera investor untuk mata uang berisiko. Indeks Mata Uang Dolar AS naik 0,3% pada 96,233. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Rabu memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris, memerintahkan orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat umum dan menggunakan tiket vaksin untuk memperlambat penyebaran varian baru. Greenback juga didukung oleh data yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam lebih dari 52 tahun pekan lalu. Investor juga menunggu data inflasi AS pada hari Jumat yang dapat mengatur nada untuk strategi Federal Reserve pada kenaikan suku bunga.

Loonie Melemah Menjelang Data Inflasi AS, BoC Meeting

Loonie melemah atas greenback hari Kamis karena investor mengurangi beberapa risiko menjelang data inflasi AS dan setelah Bank of Canada (BoC) meeting. Pada hari Rabu, loonie sempat naik ke di 1,2604 tetapi kemudian melemah setelah BoC tidak mengubah pandangannya akan panduan kenaikan suku bunga, mengecewakan beberapa investor yang memperkirakan pergeseran ke sikap yang lebih hawkish.

Emas Melemah Karena Penguatan Dolar AS, Data Jobless Claims

Harga emas tergelincir pada hari Kamis karena dolar menguat dan data menunjukkan penurunan besar pada klaim pengangguran AS menjelang laporan inflasi yang dapat mempengaruhi strategi moneter Federal Reserve. Spot emas turun 0,3% pada $1.776,56 per ons. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam lebih dari 52 tahun.

Minyak Melemah di Tengah Kekhawatiran Prospek Ekonomi China

Harga minyak melemah pada hari Kamis di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi di importir minyak terbesar dunia menyusul penurunan peringkat dua pengembang properti China, dan setelah beberapa pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memerangi varian Omicron dari virus corona. Minyak Brent turun 1,9%, menjadi $74,42 per barel, sementara WTI AS turun 2%, menjadi $ 70,94. Kemarin, lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat pengembang properti China Evergrande Group dan Kaisa Group ke status “restricted default”, dengan mengatakan mereka telah gagal membayar obligasi luar negeri. Di sisi lain, Pada hari Rabu, PM Inggris Boris Johnson memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris, dengan mengatakan orang harus bekerja dari rumah jika memungkinkan, memakai masker di tempat umum dan menunjukkan tiket vaksin COVID-19 untuk masuk ke acara dan tempat tertentu.

Wall Street Koreksi Akibat Profit Taking

Wall Street melemah pada Kamis akibat profit taking setelah menguat dalam tiga hari berturut-turut sebelumnya. Investor mengalihkan fokus mereka ke data inflasi yang akan datang dan pertemuan Federal Reserve minggu depan. Indeks Dow Jones turun tipis 0,06 poin ke 35.754,69. Indeks S&P 500 melemah 33,76 poin atau 0,72% menjadi 4.667,45. Nasdaq Composite anjlok 269,62 poin atau 1,71% menjadi 15.517,37.

Fokus Hari Ini : CPI AS, PDB Inggris, Inflasi Jerman & Pidato Lagarde

Fokus pasar hari ini akan tertuju pada data inflasi CPI AS, yang diperkirakan naik 6,8% (YoY). Tingginya angka inflasi tersebut, semakin mendukung pernyataan Powell minggu lalu, yang “mempensiunkan” kata transitory dan mendukung percepatan tapering, yang kemudian menaikkan suku bunga juga lebih cepat dari perkiraan, positif buat dolar AS. Fokus lainnya; data inflasi Jerman, PDB Inggris dan Pidato Christine Lagarde.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*