Minyak Melonjak Lagi 5% Karena Gangguan Pasokan

Dolar AS Menguat Berkat Solidnya Data Ekonomi AS, Ekpektasi Kenaikan Suku Bunga

Dolar AS naik untuk keempat kalinya dalam lima sesi terakhir, karena data ekonomi di pasar tenaga kerja menguatkan ekspektasi The Fed akan lebih agresif dalam mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi. Klaim pengangguran awal mingguan turun ke 187.000 minggu lalu, level terendah sejak September 1969 dan di bawah perkiraan 212.000. Sementara durable goods orders secara tak terduga turun pada Februari karena pengiriman melambat, permintaan barang tetap kuat. Selain itu, ukuran aktivitas bisnis untuk bulan Maret naik ke level tertinggi delapan bulan. Data dan komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve telah memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan Mei. Ekspektasi untuk kenaikan 50 basis poin pada pertemuan itu adalah 70,5%, menurut Alat FedWatch CME, naik dari 32,9% seminggu yang lalu.

Sterling Melemah Meski Angka PMI Jasa Melebihi Ekspektasi

Sterling melemah atas dolar AS kemarin setelah data yang menunjukkan aktivitas bisnis Inggris yang kuat di bulan Maret gagal menopang cable, di mana para trader saat ini mengantisipasi laju pengetatan moneter yang lebih lambat oleh Bank of England. PMI sektor jasa Inggris naik ke 61,0 di Februari, di atas perkiraan 58,0 dan lebih baik dari bulan sebelumnya yang berada di angka 60,5.

Kekhawatiran Inflasi dan Krisis Ukraina Angkat Emas ke Tertinggi 1 Minggu

Emas naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu pada hari Kamis karena kekhawatiran atas melonjaknya harga dan ketidakpastian seputar perang di Ukraina mengangkat daya tarik emas sebagai safe-haven dan lindung nilai inflasi. Spot emas naik 1% pada $1.963,21, level tertinggi sejak 14 Maret.

Minyak Melonjak Lagi 5% Karena Gangguan Pasokan

Harga minyak mentah turun 2% pada hari Kamis setelah Uni Eropa (UE) tidak dapat menyetujui rencana untuk memboikot minyak Rusia dan laporan bahwa ekspor dari terminal Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) Kazakhstan sebagian dapat dilanjutkan. Para pemimpin Uni Eropa akan sepakat pada pertemuan puncak dua hari mulai Kamis untuk bersama-sama membeli gas alam karena mereka berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar Rusia, dengan beberapa mengatakan mereka tidak akan memenuhi permintaan Moskow untuk membeli minyak dan gas menggunakan rubel. Tetapi negara-negara UE tetap terbagi atas apakah akan memberikan sanksi langsung terhadap minyak dan gas Rusia, sebuah langkah yang sudah diambil oleh Amerika Serikat. Juga membebani harga minyak mentah, dolar (.DXY) menguat untuk keempat kalinya dalam lima sesi. Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Brent turun 2,1% menjadi $119,03 dan WTI AS turun 2,3% menjadi $112,34.

Saham Teknologi Kembali Pimpin Penguatan Wall Street

Wall Street menguat lebih dari 1% pada akhir perdagangan Kamis, didorong aksi investor yang memborong saham pembuat chip dan pertumbuhan besar. Saham Nvidia Corp naik 9,8%, memimpin reli di seluruh  sektor chip dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Januari. Intel Corp naik 6,9%, dan kedua saham tersebut membantu mendorong S&P 500 dan Nasdaq.

Fokus Hari Ini : Retail Sales Inggris, IFO Jerman & Sentimen Konsumen AS

Mengakhiri perdagangan minggu ini, pasar masih menyuguhkan beberapa data ekonomi yang penting untuk dilihat. Salah satunya adalah retail sales Inggris, yang diperkirakan tumbuh 0,6% di Februari, lebih kecil jika dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang berada di 1,9%. Kemudian, Jerman akan merilis sentimen bisnis IFO. Memasuki pasar AS, ada data sentimen konsumen yang diperkirakan berada di angka 5,7%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*