Minyak Menguat Karena Risk-On Meningkat

Minyak
Dolar AS Turun Tipis Karena Aksi Profit Taking

Dolar AS turun tipis pada hari Selasa karena membaiknya sentimen risiko, mendorong mata uang berisiko seperti dolar Australia dan pound Inggris. Indeks dolar AS turun 0,1% pada hari Senin karena para pedagang menjual greenback untuk membukukan keuntungan menjelang akhir tahun. Selera risiko mendapat pukulan pada hari Senin setelah Senator AS Joe Manchin, seorang Demokrat konservatif yang merupakan kunci harapan Presiden Joe Biden untuk meloloskan tagihan investasi domestik senilai $ 1,75 triliun – yang dikenal sebagai Build Back Be1er – mengatakan pada hari Minggu bahwa dia tidak akan mendukung paket tersebut, mendorong aksi jual di pasar global. Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko rbound pada hari Selasa, menghentikan pelemahan dua hari berturut-turut, diperdagangkan naik 0,60%. Meskipun greenback terlihat lesu minggu ini, indeks dolar AS masih mendekati level tertinggi 16-bulan pada level 96.938.

Loonie Rebound, Namun Masih Dekat Level Terlemah Sejak Awal Tahun

Loonie naik 0,1% atas dolar AS hari Selasa, namun masih bertahan dekat level terlemah sejak awal tahun karena investor mempertimbangkan seberapa jauh pembatasan domestik akan mengekang varian Omicron yang menyebar cepat. Pada hari Senin, Quebec, provinsi terpadat kedua di Kanada, memerintahkan bar, pusat kebugaran, dan kasino tutup dan menyarankan WFH karena melonjaknya kasus COVID-19.

Emas Melemah Setelah Dolar Pulih dari Penurunan, Risk-On Meningkat

Harga emas melemah pada hari Selasa karena dolar memulihkan beberapa kekuatan yang hilang dan selera untuk aset berisiko kembali dengan investor mengabaikan risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh varian virus corona Omicron. Spot emas turun 0,2% pada $1.786,50 per ons. Dolar AS menutup beberapa kerugian semalam sementara sentimen risiko pulih sebagian setelah aksi jual di pasar global.

Minyak Menguat Karena Risk-On Meningkat

Harga minyak rebound pada hari Selasa setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya karena sentimen risk- on meningkat. Meski begitu, investor tetap waspada di tengah penyebaran cepat varian virus corona Omicron di seluruh dunia. Harga minyak mentah Brent naik 3,4% ke level US$73,98 per barel dan WTI AS naik 3,66% menjadi US$71,12 per barel. Infeksi Omicron berlipat ganda dengan cepat di seluruh Eropa, AS dan Asia, termasuk di Jepang, di mana satu cluster di pangkalan militer telah berkembang menjadi setidaknya 180 kasus. Namun, Moderna Inc mengatakan pada hari Senin bahwa dosis booster vaksin Covid- 19 tampaknya melindungi terhadap varian Omicron dalam pengujian laboratorium, memberikan beberapa harapan kepada investor. Di AS, persediaan minyak mentah diperkirakan turun selama empat minggu berturut-turut, sementara persediaan minyak sulingan dan bensin kemungkinan naik minggu lalu.

Wall Street Rebound Tajam Setelah Aksi Jual

Wall Street naik tajam pada Selasa, didorong saham perjalanan dan teknologi serta Nike dan Micron Technology. Saham-saham tersebut rebound dari tekanan yang dipicu oleh virus corona pada sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones naik 560,54 poin atau 1,6%, menjadi 35.492,7, S&P 500 naik 81,21 poin atau 1,78% menjadi 4.649,23, dan Nasdaq Composite bertambah 360,14 poin atau 2,4% menjadi 15.341,09.

Fokus Hari Ini : PDB, Consumer Confidence & Existing Home Sales AS, EIA

Serangkaian data ekonomi AS akan dirilis hari ini, termasuk data PDB untuk kuartal III-2021, yang diperkirakan tumbuh 2,1%. Kemudian ada consumer confidence yang diperkirakan meningkat 111,1 di Desember, dari 109,5 di bulan sebelumnya. Terakhir, data existing home sales yang diperkirakan tumbuh 6,55 juta unit di November, dari 6,34 di bulan sebelumnya. Ada juga data cadangan minyak versi EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*