Minyak Stabil Setelah Reli ke Level Tertinggi Multi Tahun

Dolar AS Naik ke Level Tertinggi 1 Tahun Berkat Prospek Tapering, Safe Haven

Dolar AS naik ke level tertinggi satu tahun hari Selasa di tengah ekspektasi The Fed akan mengumumkan pengurangan program pembelian obligasi besar-besaran bulan depan, dan karena kekhawatiran atas melonjaknya harga energi mengirim investor ke safe-haven greenback. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor dua tahun melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 18 bulan, karena investor menjual surat utang AS, memperhitungkan bahwa lonjakan harga energi akan memicu inflasi dan menambah tekanan pada Fed untuk mengambil tindakan lebih cepat dari perkiraan. Lonjakan imbal hasil AS mendorong investor untuk membuang yen Jepang terhadap dolar, yang mengakibatkan penurunan harian terbesar kedua dalam mata uang Jepang pada hari Senin. Kini fokus investor tertuju pada data CPI AS pada hari Rabu dan data penjualan ritel di Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kapan kemungkinan The Fed mulai mengurangi stimulus.

Euro Jatuh ke Level Terendah Sejak Juli 2020

Euro Jatuh ke level terendah sejak Juli 2020 karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, indikator sentimen ekonomi ZEW di Jerman tergelincir untuk bulan kelima, yang terbaru dari serangkaian indikator yang menunjukkan hambatan pasokan menahan pemulihan di ekonomi terbesar Eropa. EURƒUSD melemah 0,23% di $1.1525.

Emas Menguat Berkat Safe Haven, Kenaikan Dolar AS Batasi Keuntungan

Harga emas naik pada hari Selasa karena meningkatnya kekhawatiran inflasi mengurangi selera risiko dan mendorong permintaan safe haven atas logam mulia. Namun kenaikan dolar membatasi penguatan emas batangan. Krisis energi global telah mengancam prospek ekonomi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi, mendorong beberapa investor menuju aset yang lebih aman. Emas spot naik 0,3% menjadi $1.759,31.

Minyak Stabil Setelah Reli ke Level Tertinggi Multi Tahun

Harga minyak stabil setelah sesi bergejolak pada hari Selasa, menghentikan reli yang telah membawa harga ke level tertinggi multi-tahun dan meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat menggagalkan pemulihan ekonomi global. Minyak mentah Brent turun 23 sen menjadi $83,42 per barel, sedangkan WTI AS berakhir 12 sen lebih tinggi pada $80,64 per barel. Pihak berwenang dari Beijing hingga Delhi bergegas mengisi kesenjangan pasokan listrik yang menganga pada hari Selasa, mengguncang pasar saham dan obligasi global di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi akan memicu inflasi. Harga listrik telah melonjak ke rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh kekurangan di Asia dan Eropa, dengan krisis energi di China diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun, menghambat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia dan eksportir utama.

Wall Street Melemah Jelang Laporan Pendapatan & FOMC Minutes

Wall Street melemah pada perdagangan Selasa menjelang rilis kinerja keuangan kuartal ketiga yang dimulai pekan ini dan FOMC minutes. Para pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang kapan bank sentral AS dapat mulai mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran (tapering oß). Indeks Dow Jones turun 0,34%, S&P 500 melemah 0,24% dan Nasdaq Composite jatuh 0,14%.

Fokus Hari ini: CPI AS & FOMC Minutes

The Fed akan merilis merilis minutes-nya (Kamis dini hari), yang merupakan notulen dari rapat The Fed bulan lalu, di mana The Fed masih mempertahankan kebijakan suku bunga tetap bertahan di kisaran 0-0,25%, namun mulai merencanakan tapering akhir tahun ini, disusul kenaikan suku bunga di tahun mendatang. Namun sebelum itu, ada data penting yang layak disimak, yaitu CPI AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*