Minyak Variatif, Meningkatnya Kasus Covid-19 di Eropa Memperberat Sentimen

Dolar AS Naik ke Level Tertinggi 16 Bulan Setelah Data Retail Sales AS

Dolar AS naik ke level tertinggi 16 bulan pada hari Selasa setelah data menunjukkan retail sales AS bulan Oktober naik melebihi perkiraan. Data semalam menunjukkan penjualan ritel AS naik 1,7% pada Oktober, melampaui ekspektasi konsensus untuk kenaikan 1,4%, yang kemungkinan di sebabkan  banyaknya penduduk AS yang memulai belanja liburan mereka lebih awal untuk menghindari kekosongan stok di tengah kekurangan beberapa barang karena pandemi yang sedang berlangsung menekan rantai pasokan. Analis mengatakan data tersebut mengungkapkan bahwa konsumen terus berbelanja, meskipun harga naik dan moral konsumen memburuk. Dolar AS telah reli sejak data inflasi AS pekan lalu menunjukkan harga konsumen melonjak ke tingkat tertinggi sejak 1990, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Kemarin, indeks dolar AS naik 0,385% ke 95,898.

Euro Jatuh ke Level Terendah 16 Bulan Karena Penguatan Dolar AS, Lagarde

Euro jatuh ke level terendah 16 bulan kemarin karena penguatan dolar AS setelah data CPI AS minggu lalu meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Tekanan atas euro bertambah setelah pada hari Senin presiden European Central Banl (ECB) Christine Lagarde mengatakan bahwa pengetatan kebijakan moneter sekarang untuk mengendalikan inflasi dapat menghambat pemulihan zona euro.

Emas Koreksi Setelah Data Retail Sales AS Menguatkan Dolar

Harga emas koreksi dari level tertinggi lima bulan hari Selasa setelah data penjualan ritel AS yang optimis untuk Oktober menguatkan dolar, membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Spot emas turun 0,6% menjadi $1,851,80 Penjualan ritel di AS naik melebihi ekspektasi,  memberikan dorongan ekonomi pada awal kuartal keempat dan mengirim dolar ke level tertinggi 16 bulan.

Minyak Variatif, Meningkatnya Kasus Covid-19 di Eropa Memperberat Sentimen

Harga minyak variatif hari Selasa, karena prospek persediaan yang ketat di seluruh dunia diimbangi oleh perkiraan peningkatan produksi dalam beberapa bulan mendatang dan kekhawatiran atas meningkatnya kasus virus corona di Eropa. Brent naik 0,8% menjadi $82,43 barel, sementara WTI AS turun 0,22% menjadi $80,7. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data cadangan minyak AS, yang diperkirakan mengalami kenaikan untuk empat minggu beruntun. Analis yang disurvei Reuters memperkirakan cadangan naik sekitar 1,4 juta barel di minggu lalu. Harga minyak mulai koreksi setelah minggu lalu OPEC memangkas permintaan minyak global menjadi 330 ribu barel per hari (bph). Kekhawatiran mengenai permintaan juga diperberat dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Eropa, yang membuat beberapa negara mempertimbangkan lockdown. China juga sedang berjuang melawan penyebaran wabah terbesarnya yang disebabkan oleh varian Delta.

Wall Street Menguat Berkat Hasil Earning Home Depot, Data Retail Sales AS

Tiga indeks utama Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa, didukung pendapatan Home Depot dan data penjualan ritel AS yang mengisyaratkan kekuatan. Hal ini meredakan kekhawatiran tentang The Fed yang mungkin harus lebih agresif dalam menghadapi kenaikan inflasi. Indeks Dow Jones naik 0,15% ke 36.142,22, S&P 500 menguat 0,39% ke 4.700,90 dan Nasdaq Composite bertambah 076% ke 15.973,86.

Fokus Hari Ini: Inflasi Inggris & Kanada

Inggris akan merilis data inflasi, di mana CPI diperkirakan naik menjadi 3,9% di Oktober, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,1%. Angka tersebut sudah jauh melampaui target 2% dari Bank of England (BoE). Tingginya angka inflasi tersebut bisa menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga BoE, positif buat poundsterling. Memasuki pasar AS, Kanada juga akan merilis data CPI.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*