Jum. Jul 19th, 2024

Naiknya Harga Emas Tertahan Rencana Kenaikan Suku Bunga FED

Laporan Pendapatan Emiten Menjadi Pusat Perhatian Pasar

Laporan pendapatan emiten telah menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dalam beberapa minggu terakhir. Hasilnya, seimbang bahkan lebih baik dari perkiraan. Jika selesai di minggu ini, perhatian selanjutnya akan beralih ke masalah makro seperti kebijakan Federal Reserve. Pasar menantikan kejelasan laju kenaikan suku bunga dan bagaimana FED mengelola neraca anggaran. Saat ini ada ekspektasi mereka dapat menaikkan suku bunga hingga lima kali di tahun ini.

Bursa Saham AS Naik Oleh Kinerja Emiten Perbankan

Saham-saham dari sektor teknologi di bursa saham AS menjadi sumber pendorong kenaikan indek. Sehingga bursa saham AS di Wall Street dapat melepaskan kerugian yang terjadi diawal perdagangan setelah saham Apple dan Amazon, masing-masing naik lebih dari 1%. Sementara saham sektor keuangan dan perbankan termasuk Bank of America Corp, JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo naik menjelang rilis data inflasi pokok yang akan dirilis dalam minggu ini. Sayangnya, kenaikan imbal hasil obligasi AS menekan saham teknologi dan penurunan tajam harga minyak menghilangkan keuntungan dari emiten perusahaan minyak seperti BP. Indek Dow Jones naik 204,25 poin, atau 0,58%, ke 35.295,38, S&P 500 naik 12,73 poin, atau 0,28%, ke 4.496,6 dan Nasdaq naik 79,41 poin, atau 0,57%, ke 14.095,07.

Rencana Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral Menjadi Perhatian Pasar Uang

Para pialang di pasar mata uang sangat menaruh perhatian mereka pada bank sentral mana yang akan menaikkan suku bunga lebih dini dan terbesar di tahun ini, pandangan demikian muncul setelah terjadi kenaikan cukup pesat pada inflasi global. Bank-bank sentral dunia semuanya terlibat dalam poros hawkish. Dimana toleransi mereka terhadap inflasi yang lebih tinggi secara terus-menerus kurang dari yang ditunjukkan sebelumnya, pandangan pasar kini beralih ke rezim di mana akan muncul lebih banyak volatilitas karena sentiment makro. Indeks dolar AS naik 0,197 poin atau 0,21 %, ke 95,596. Yen naik 0,35 %, ke $ 115,5200. Euro mundur setelah ECB mencoba untuk mendinginkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Sebelumnya, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa saat ini mereka tidak perlu menaikkan suku bunga dalam upaya melakukan pengetatan kebijakan moneter. Euro turun 0,25 %.

Naiknya Harga Emas Tertahan Rencana Kenaikan Suku Bunga FED

Harga emas naik ke posisi tertinggi hampir dua minggu didukung oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ketegangan Rusia-Ukraina, meskipun rencana kenaikan suku bunga AS membatasi kenaikan. Harga Emas di bursa berjangka AS ditutup naik 0,37% ke $1,827,90 per troy ons.

Perundingan AS – Iran Menuju Titik Temu, Harga Minyak Berbalik

Harga minyak turun $2 per barel setelah para investor menduga perundingan Amerika Serikat – Iran dapat menemui titik temu dan membuat kenaikan ekspor minyak dari salah satu produsen OPEC tersebut. Lewat sebuah kesepakatan, produksi minyak Iran dapat mengembalikan lebih dari 1 juta bph ke pasar, meningkatkan pasokan global sekitar 1%. Minyak mentah berjangka Brent berakhir turun 2,1% pada $90,78 per barel, karena minyak mentah berjangka AS turun 2,15% pada $89,36.

Fokus Pasar Hari Ini :

Australia akan merilis indek sentimen konsumen ala Westpac yang sebelumnya dilaporkan minus 2%. Hasil yang sama atau lebih buruk akan membuat Aussie melemah. Sementara Selandia Baru siap melaporkan angka inflasi per kwartal, sebelumnya berada di 2,9%. Hasil yang sama atau lebih baik, akan mendorong Kiwi naik. Jerman akan melaporkan neraca perdagangannya, yang diperkirakan surplusnys akan naik. Ini bisa menbuat Euro rebound. Puncak data hari ini adalah inventori minyak AS yang diperkirakan akan naik 1,5 juta barel. Ini akan meredam potensi kenaikan harga minyak lebih lanjut. (LH).

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *