Pasar mencerna pernyataan yang sedikit bearish dari pejabat moneter AS

Fokus Hari ini: PMI Manufaktur, ADP & FOMC Minutes
Negara-negara besar akan merilis data PMI manufaktur, yang akan menununjukkan seberapa besar dampak Covid-19 terhadap sektor manufaktur di negara-negara tersebut. Setelah itu, fokus pasar akan tertuju pada data ADP non-farm payroll AS, yang diperkirakan tumbuh 2.850 ribu di Juni. Data tersebut akan memberikan gambaran bagi data payroll yang akan dirilis hari Kamis. Kemudian ada FOMC minutes.

Dollar berfluktuatif antara loss dan gain, kemudian melemah kemarin karena pasar mencerna pernyataan yang sedikit bearish dari pejabat moneter AS, diimbangi dengan prediksi yang mengkhawatirkan seputar virus corona dari pakar medis. Menteri keuangan AS Steven Mnuchin dan ketua the Fed Jerome Powell dalam testimoninya kemarin menegaskan bahwa phihaknya akan melakukan apapun untuk pemulihan ekonomi AS dalam melawan dampak dari virus corona. Mnuchin mengatakan bahwa di dan DPR berusaha untuk meloloskan lebih banyak progam bantuan virus pada akhir Juli, sementara Powell mengatakan dapat menurunkan batas pinjaman minimum di bawah program pinjaman Main Street di masa mendatang. Di sisi lain, Anthony Fauci, kepala National Institute of Allergy and Infectious Diseases dalam sambutannya kepada komite Senat kemarin memperingatkan mengenai risiko lonjakan kasus dan mengatakan bahwa negara tidak boleh mengabaikan pada ketersediaan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif.

Sterling berhasil rebound terhadap dollar AS kemarin, meski data yang menunjukkan PDB Inggris kontraksi 2,2% antara Januari dan Maret, pertumbuhan terburuk sejak 1979. DI tengah pelemahan dollar Poundsterling menguat 0,83% menjadi $2401.

Harga emas menyentuh $1.785 per ounce pada sesi Selasa dan mulai mendekati $1800, yang merupakan area psikologis. Kekhawatiran pasar mengenai meningkatnya penyebaran virus corona di AS dan seluruh masih mendukung emas sebagai safe haven. Saat ini ada lebih dari 10 juta kasus virus, yang tersebar di beberapa, dengan AS, paling tinggi tingkat infeksinya, kemudian Brazil dan India.

Harga minyak melemah kemarin karena peningkatan jumlah kasus virus coronan yang dikhawatirkan bisa mengganngu permintaan. Namun, penurunan minyak mampu dibatasi setelah data American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan cadangan minyak AS mengalami penurunan. API melaporkan cadangan minyak AS turun 2,459 juta barel, lebih besar dari perkiraan penurunan 1,583. Sementara cadangan distilasi naik 2,638 juta barel, dan cadangan di pusat penyimpanan di Cushing Oklahoma juga naik 164 rinu barel. Di minggu lalu, API melaporkan cadangan minyak AS mengalami kenaikan 1,749. Sementara itu, dari sisi produksi, Energy Information Administration (EIA) melaporkan produksi minyak AS sudah turun dari 13,1 juta, yang sempat dicapai pada 13 Maret, menjadi 11 juta bph. Pada 12 Juni produksi minyak AS sempat turun menjadi 10,5 juta bph, terendah dalam beberapa tahun terakhir. Harga minyak WTI turun 0,83% menjadi $39,37 dan Brent turun 1,34% menjadi $41,15.

Saham Asia variatif di awal perdagangan kuartal ketiga, karena investor mencermati data ekonomi global yang beragam di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona dan ketegangan AS-China. Saham di Jepang datar setelah survei Tankan turun ke level terendah sejak 2009. Sementara saham Australia menguat, dan Korea Selatan mencatat penguatan yang besar. Bursa Hong Kong tutup Karena libur Nasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*