Pasar Minyak Berharap Pada Pembukaan Kuncian Di China

Minyak

Data Ekonomi Isyaratkan Keberhasilan Kebijakan Moneter Fed

Data ekonomi aktivitas manufaktur AS menyusut pada November untuk pertama kalinya dalam 2-1/2 tahun karena biaya pin- jaman yang lebih tinggi membebani permintaan barang, data menunjukkan, bukti kenaikan suku bunga Fed telah mendinginkan perekonomian. Angka Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,3%, sama seperti pada bulan September, dan selama 12 bulan hingga Oktober indeks meningkat 6,0% setelah naik 6,3% pada bulan sebelumnya. Diluar komponen makanan dan energi yang mudah menguap, indeks harga PCE naik 0,2%, sepersepuluh lebih rendah dari yang diharapkan, setelah naik 0,5% pa- da bulan September. Laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun 16.000 menjadi 225.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 26 November. Data-data ini isyaratkan keberhasilan kebijakan moneter The Fed dalam meredam laju kenaikan inflasi. Pedagang sekarang melihat peluang 79% Fed akan menaikkan suku bunga acuan utamanya sebesar 50 basis poin pada bulan Desember dan peluang 21% akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.
Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pada hari Kamis bahwa Fed harus memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk menilai dampak dari siklus kenaikannya. Tetapi Presiden Fed New York John Williams menegaskan kembali bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga akan diperlukan untuk menurunkan tingkat tekanan harga yang terlalu tinggi.

Wall Street Ditutup Beragam, Pasar Masih Menunggu Data NFP

Wall Street berakhir beragam karena aksi jual di Salesforce membebani indek bursa Dow Jones, sementara para pialang masih mencerna data ekonomi AS yang mengisyaratkan keberhasilan kebijakan kenaikan suku bunga Fed. Sehari sebelumnya, indek S&P 500 sempat melonjak lebih dari 3% di tengah optimisme Fed mungkin memoderasi kampanye kenaikan suku bunga. Terjadi reli indek S&P 500 di atas MA 200 hari untuk pertama kalinya sejak April setelah Powell mengatakan sudah waktunya untuk memper- lambat laju kenaikan suku bunga. Indek S&P 500 turun 0,08% di 4.076,79 poin. Nasdaq naik 0,13% menjadi 11.482,45 poin, ter- angkat naik oleh kenaikan lebih dari 1% saham Nvidia dan Meta Platforms. Dow Jones turun 0,56% ke 34.396,53 poin.

Inflasi AS Melaju Secara Moderat, Dolar AS Merosot ke Terendah 16 Minggu Ini

Dolar AS merosot ke posisi terendah 16-minggu setelah data menunjukkan tingkat belanja konsumen AS meningkat kuat di bulan Oktober, sementara inflasi tumbuh secara moderat. Ini menambah ekspektasi bahwa Fed semakin dekat ke puncak suku bunga. Indek dolar AS (DXY) jatuh ke 104,66, terendah sejak 11 Agustus. Indek sekarang turun di bawah MA 200 hari, isyaratkan penurunan lebih lanjut. Euro mencapai $1,05340, tertinggi sejak 29 Juni. Greenback jatuh ke level 135,24 yen, terlemah sejak 18 Agustus. Sterling juga mencapai $1,23115, tertinggi sejak 27 Juni. Aussie naik ke $0,68470, tertinggi sejak 1 September, didorong oleh ekspektasi bahwa China akan melonggarkan pembatasan COVID yang ketat.

Harga Emas Naik Menembus $1800

Harga emas naik 2% menembus di $1.800 per ons, oleh pelemahan dolar AS menyusul naiknya prospek kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari Fed dan tanda-tanda pendinginan inflasi AS. Harga emas spot naik 1,8% ke $1.800,69 per ons, sempat mencapai
$1.803,94 yang merupakan harga tertinggi sejak 10 Agustus. Harga emas di bursa berjangka ditutup naik 3,1% pada $1.815,2.

Pasar Minyak Berharap Pada Pembukaan Kuncian Di China

Harga minyak berakhir dengan bervariasi tipis, turun dari kenaikan yang diperoleh di awal perdagangan saat dolar AS melemah dan muncul harapan kenaikan permintaan bahan bakar di China setelah pembatasan COVID-19 mereda di dua kota besar. Harga Brent turun 9 sen ke $86,88 per barel. WTI naik 67 sen ke $81,22 per barel. Ini merupakan kenaikan mingguan pertama mereka selama tiga minggu terakhir. Pesimisme pasar masih mengemuka dimana meski harga minyak bullish, dengan pembukaan kota- kota di China, tetap saja harga tidak bisa menjangkau di $100 per barel di tahun ini. Setidaknya kisaran akhir tahun di $70-$90 per barel, dimana pasar secara bertahap akan stabil setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Fokus Pasar Hari Ini :

Investor sekarang menunggu data nonfarm payrolls untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana kenaikan suku bunga telah mempengaruhi pasar tenaga kerja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*