Pejabat Bank Sentral AS Terhadap Suku Bunga

Facade on the Federal Reserve Building in Washington DC

Data PPI Mengecewakan, Lebih Rendah Dari Ekspektasi

Data ekonomi terkini menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) naik 0,2% bulan lalu setelah naik
0,8% pada November sementara dalam 12 bulan hingga Desember, PPI naik 9,7% dibandingkan perkiraan
9,8% ekonom yang disurvei oleh Reuters. Angka PPI yang dirilis sehari setelah indeks Wall Street naik
didukung angka inflasi konsumen yang mencapai level tertinggi dalam 40 tahun,sejauh ini memang masih
sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sejumlah Pejabat Bank Sentral AS Lebih Suka Kenaikan Suku Bunga Maret Ini

Sejumlah pejabat fed memberikan pernyataan tentang upaya bank sentral dalam memerangi inflasi. Sementara Lael Brainard, nominasi wakil ketua Fed, mendampingi Jerome Powell, memberikan sinyal bahwa bank
sentral akan bersiap-siap untuk mulai menaikkan suku pada bulan Maret. Pejabat lain, termasuk Presiden
Fed Chicago Charles Evans, menyatakan perlunya kebijakan yang lebih ketat sementara Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker membahas kenaikan suku bunga Maret setelah Presiden Fed San Francisco Mary Daly
menyebutkan kenaikan Maret sebelumnya.

Wall Street Melemah Akibat Aksi Ambil Untung, Saham Teknologi Dilepas Investor

Bursa saham AS berakhir dengan pelemahan dimana Nasdaq memimpin kerugian. Para investor melakukan
aksi ambil untung, terutama di saham sektor teknologi setelah reli tiga hari sebelumnya. Dow Jones turun
176,7 poin, atau 0,49%, menjadi 36.113,62, indek S&P 500 turun 67,32 poin, atau 1,42%, menjadi 4.659,03
dan Nasdaq turun 381,58 poin menjadi 14.806,81 .
Menambah beberapa kecemasan bagi investor, sejumlah perusahaan AS akan melaporkan hasil keuangan
mereka untuk kuartal terakhir tahun 2021 dalam beberapa minggu mendatang dimana JPMorgan Chase,
Citigroup dan Wells Fargo akan mulai melakukan paparan hari ini. Sementara laporan perusahaan teknologi
besar akan dilakukan minggu depan. Pertumbuhan pendapatan tahun-ke-tahun dari perusahaan S&P 500
diperkirakan lebih rendah pada kuartal keempat dibandingkan dengan tiga kuartal pertama tetapi masih
kuat di 22,4%.

Pasar Saham Eropa Bantu Euro Menuju Ke 1.15 vs Dolar AS.

Nilai tukar Euro terhadap Dolar (EUR/USD) makin mendekati pemulihan 1,15 minggu ini setelah maa uang
tunggal Eropa ini menembus level resistensi teknis yang penting, didukung reli pasar saham Zona Euro dan
koreksi di pasar saham di AS. Aksi jual Dolar AS meluas, membuat Euro reli dari posisi terendah minggu lalu
tepat di bawah 1,13. Dolar dijual secara luas, terkait dengan aksi ambil untung pelaku pasar yang yakin bahwa greenback akan terapresiasi kembali saat Federal Reserve menormalisasi kebijakan moneternya. Faktor
lain pelemahan Dolar adalah rotasi saham pilihan investor dari saham sector teknologi kelas berat ke sektor
berkembang. Sementara kenaikan harga minyak menyebabkan penguatan mata uang eksportir terhadap
Dolar AS.

Fokus Pasar hari ini

Data penjualan ritel AS akan menjadi informasi yang paling dinanti pelaku pasar hari ini. Setelah tumbuh
sebesar 0.3% di bulan November, diperkitrakan akan mengalami penurunan di bulan Desember.(LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*