Peluang Borong CRUDE OIL, Penurunan minyak AS juga juga memicu turunnya harga minyak Brent, yang melemah 24% menjadi $19,33 per barel, terendah sejak Februari 2002

Dollar naik ke level tertinggi dua minggu setelah mata uang berbasis komoditi bertumbangan di tengah suramnya prospek pertumbuhan dan turunnya permintaan minyak. Dollar unggul atas mata uang negara-negara G-10, dengan indeks dollar spot Bloomberg naik sekitar 0,6%. Dalam beberapa bulan terakhir, dollar menjadi primadona investor karena telah menjadi indikator utama atas kekhawatiran investor tentang kerugian ekonomi dari pandemi. Kenaikan dollar mengindikasikan kekhawatiran pasar terhadap ekonomi yang terpukul oleh pandemi Covid-19. Sementara itu, anjloknya harga minyak telah memukul mata uang terkait komoditi, dengan dollar Kanada turun 0,2%, dimana sebelumnya sempat jatuh 0,8%.

Poundsterling melemah atas dollar kemarin, dan masih bisa tertekan di tengah kekhawatiran rendahnya angka inflasi, serta kekhawatiran no-deal Brexit menjelang perundingan Inggris dan Uni Eropa minggu depan. Pejabat kementrian Luar Negeri Iggris memperkirakan bahwa PM Boris bersikukuh untuk tetap menetapkan 31 Desember sebagai tenggat waktu kesepakatan post-Brexit. USD/GBP turun 1,10% menjadi 1.2298.

Emas, yang kerapkali dilirik sebagai safe haven ketika terjadi guncangan ekonomi dan politik, gagal terangkat karena investor memerlukan cash untuk menutupi kerugian posisinya di pasar saham. Anjloknya harga minyak memicu penurunan bursa saham global, mulai dari Asia, Eropa dan AS. Investor memilih dollar sebagai safe haven di tengah memburuknya wabah virus corona yang memukul ekonomi dunia. Harga emas turun ke level terendah sejak 9 April, dengan emas spot turun 0,9% menjadi $1678,46, sementara harga emas berjangka AS turun 1,65% menjadi $1673,60 per ons.

Kemarin, harga minyak berjangka AS mencetak sejarah baru dengan turun ke area negatif karena penuhnya tempat penyimpanan minyak utama AS di Cushing, Oklahoma, memaksa investor menjual kontraknya sebelum mengambil pengiriman fisik untuk penyelesaian. Salah satu pejabat di Oklahoma pada hari Senin menyatakan potensi kehilangan pendapatan hampir 417 juta. Mereka memproyeksikan bahwa pendapatan untuk tahun fiskal yang dimulai 1 Juli akan berjumlah $6,88 miliarm turun $1,36 miliar dari perkiraan di Februari, karena wabah virus, serta penurunan minyak dan gas. Penurunan minyak AS juga juga memicu turunnya harga minyak Brent, yang melemah 24% menjadi $19,33 per barel, terendah sejak Februari 2002. Sementara harga minyak WTI untuk kontrak bulan Juni turun 43% menjadi $11,57. Pasokkan minyak telah melimpah sejak Arab Saudi dan Rusia gagal menyepakati pemangkasan output serta penyebaran pandemi yang semakin memburuk. Kondisi tersbut membuat permintaan minyak turun 30% di seluruh dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*