Pemerintah Jepang Isyaratkan Jual Yen

yen

Rebound Di Semua Sektor, Wall Street Melonjak Lebih 2%

Bursa saham di Wall Street melonjak lebih dari 2% dimana para investor meraup saham-saham besar dari sektor berkembang dan energi di tengah kekhawatiran tentang penurunan ekonomi global. Semua 11 sektor utama S&P 500 naik, karena saham mengalami rebound secara luas setelah indek acuan pekan lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020. Indek Dow Jones naik 641,47 poin, atau 2,15%, ke 30.530,25, dan S&P 500 naik 89,95 poin, atau 2,45%, pada 3.764,79. Nasdaq naik 270,95 poin, atau 2,51%, ke 11.069,30.

Pemerintah Jepang Isyaratkan Jual Yen

PM. Fumio Kishida memberikan lampu hijau untuk menjual yen, menurutnya BoJ harus mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya. Ini menjadi sentiment negatif bagi Yen. Sebelumnya, Bank Of Japan telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga saat ini. Hal ini menghancurkan ekspektasi perubahan kebijakan dan terus berdiri sendiri di antara bank sentral utama lainnya dalam komitmennya untuk pengaturan moneter ultra-mudah.

Yen Jatuh, Terendah Sejak 1998 Karena Kebijakan Suku Bunga Yang Kontras

Yen Jepang jatuh terhadap dolar AS ke level terendah sejak Oktober 1998, karena kebijakan moneter ultra-longgar BoJ yang sangat kontras dengan FED. Yen turun ke level terendah baru 24 tahun di 136.455 per dolar, setelah Dolar AS menembus level tertinggi di 135,60 yen . Yen juga turun 1,3% pada 143,78 per euro, terendah sejak 9 Juni. Indeks dolar sedikit berubah pada 104,41. Euro, menguat pada $ 1,0529, naik 0,2%, setelah ekonom ECB mengatakan ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli. Poundsterling juga naik terhadap dolar, naik 0,4% pada $ 1,2290 di tengah komentar hawkish dari pembuat kebijakan Bank of England, bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengatasi lonjakan inflasi.

Emas Siap Melakukan Konsolidasi, Menunggu Isyarat Fed Lebih Lanjut

Harga emas sedang menguji level supportnya di bawah $1,830, membuka aksi pembelian responsif yang lebih kuat meski membutuhkan lebih banyak filter untuk mengonfirmasi pembalikan naik. Secara umum, pergerakan turun masih akan terjadi secara bertahap terkait dengan pergerakan bursa saham disaat investor tengah mengawasi kesaksian ketua Federal Reserve Jerome Powell di Kongres.

Harga Minyak Naik, Investor Menepis Kekhawatiran Resesi

Harga minyak mentah naik karena para pedagang menepis kekhawatiran resesi menyusul kenaikan suku bunga pekan lalu karena pasokan tetap ketat. Minyak Brent kontrak Agustus, naik $0,85 ke $114,98. Koreksi harga minyak tampaknya telah berakhir lagi, selisih harga antara Brent dan WTI telah melebar ke lebih dari $5 per barel lagi. Ini mungkin karena pemadaman yang cukup besar dalam produksi minyak di Libya, yang semakin ketat. pasokan minyak ringan dan rendah sulfur di pasar Eropa.

Fokus Pasar Hari Ini :

Data CPI Ingris, diperkirakan akan naik menjadi 9.1% dari sebelumnya sebesar 9%. Angka Core PPI, diperkirakan akan turun dari 6,2% menjadi 6%. Ini mengindikasikan bagaimana prospek perekonomian Inggris mulai memburam oleh kenaikan inflasi. Data CPI Kanada juga akan menyusul kemudian dari 0.6% menjadi 1%, dimana Core CPI-nya sebesar 0.7% yang diperkirakan akan naik. Kanada menghadapi kenaikan inflasi, dimana Bank of Canada secara agresif telah menaikkan suku bunganya. Hal ini akan berimbas positif bagi Loonie. Puncak data hari ini adalah pernyataan Jerome Powell yang akan memberikan pernyataan di Konggres. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*