Pergerakan Yen hari ini akan fokus pada BoJ Meeting

Dollar melemah kemarin setelah the Fed mengumumkan akan membeli obligasi korporasi individual di pasar sekunder, meningkat selera risk-on sekaligus menghantarkan bursa saham AS menguat dan asset-asset safe haven seperti dollar melemah. The Fed mengatakan akan mulai membeli obligasi korporat Selasa melalui Secondary Market Corporate Credit Facility (SMCCF), salah satu dari beberapa fasilitas yang diluncurkan the Fed baru-baru ini untuk meningkatkan fusngsi pasar setelah terdampak pandemi Covid-19. The Fed akan menggunakan kajian pengindeksan saat melakukan pembelian, yang bertujuan menciptakan portofolio yang didasarka pada indeks pasar yang luas dan beragam dari obligasi korporasi AS. Indeks dollar melemah 0,47% pada kisaran 96,73. Terhadap yen, yang juga merupakan safe haven, dollar bergerak flat di kisaran 107.33.

Pergerakan Yen hari ini akan fokus pada BoJ Meeting. Tidak ada perubahan besar pada kebijakan karena BoJ melihat efektivitas pada program stimulus senilai 75 triliun yen yang dikeluarkan Maret. Sebagai respon atas pandemi Covid-19, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda memperkenalkan program khusus untuk mendukung pembiayaan perusahaan dan menjaga stabilitas di pasar keuangan.

Emas melemah kemarin, namun masih bertahan di atas level psikologi $1700. Pasar masih dibayangi risk-off, dimana dalam situasi tersebut investor lebih memilih dollar sebagai safe haven daripada emas. Sementara itu, kekhawatiran mengenai gelombang kedua penyebaran virus corona juga gagal mengangkat emas. Beijing telah mencatat banyak kasus corona baru dalam beberapa hari terakhir. Sementara infeksi baru dalam jumlah rekor juga terjadi di banyak negara bagian AS. Emas juga tertekan karena karena ancaman deflasi.

Harga minyak menguat kemarin, didukung oleh penurunan produksi minyak global, bahkan ketika kekhawatiran mengenai lemahnya permintaan meningkat karena adanya lonjakan dalam kasus virus corona. Harga sebelumnya sempat jatuh setelah BP PLC menyatakan bahwa pandemi Covid-19 akan memiliki dampak yang lebih lama terhadap ekonomi, membebani permintaan minyak dan harga energi. Namun, harga kemudian menguat setelah Irak akan berpartsipasi pada penguragan produksi minyaknya. Harga juga naik setelah China melaporkan throughput minyak mentah pada Mei naik 8,2% dari tahun sebelumnya karena penyuling independen meningkatkan pemrosesan mereka untuk memenuhi pemulihan permintaan bahan bakar menyusul pelonggaran lockdown virus corona. Selain itu, EIA memperkirakan adanya penurunan produksi minyak di bulan Juli dari produsen minyak shale AS. Harga minyak WTI naik 2,4% menjadi $37,12 per barel, sementara minyak Brent menguat 2,6% menjadi $39,72.

Saham-saham Asia menguat pagi ini berkat penguatan Wall Street semalam setelah the Fed mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung pasar. The Fed mengatakan akan membeli obligasi korporasi individual, mendandai pendekatan yang lebih luas untuk pembelian obligasi korporasi. Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang menguat 0,92%. Indeks Nikkei menguat 2,86% dan Kospi Naik 3,1%.

Fokus Hari Ini : BoJ Meeting & Powell
Bank of Japan (BoJ) akan menggelar rapatnya hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bungan di -0,10%. Namun pasar akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ke depan melaui pernyataan ketua BoJ. Setelah itu ada data ketenagakerjaan Inggris, yang disusul oleh beberapa data dari AS, salah satunya adalah retail sales. Terakhir, pasar akan mencermati pidato ketua the Fed Jerome Powell.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*