Pelaku pasar masih terus mencermati perkembangan dari penyebaran virus corona

Dollar terus menguat dalam beberapa hari terakhir karena investor khawatir dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi. Lebih dari 8,36 juta orang telah terinfeksi dan total kematian di setiap negara mencapai 447,985, menurut laporan Reuters. Lonjakan infeksi virus corona baru terjadi di beberapa negara bagian AS. Sementara Beijing sudah membatasi perjalanan untuk pencegahan penyebaran wabah. Dollar juga menguat setelah data jobless claims yang dirilis melebihi angka ekspektasi. Jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS menurun, namun penurunannya terhenti d tengah gelombang kedua PHK saat perusahaan mengatasi permintaan yang lemah dan rantai pasokan yang rapuh, mendukung pandangan bahwa ekonomi akan pulih dalam jangka waktu yang lama dan sulit keuar dari krisis Covid-19. Indeks dollar menguat 0,4% di 97,45.

Sterling melemah setelah hasil rapat BoE yang mempertahankan suku bunga di 0,1%. Skema quantitative easing (QE) ditambah 100 miliar poundsterling, sesuai ekspektasi. Delapan dari sembilan anggota MPC mendukung voting penambahan 100 miliar poundsterling. Para trader memperkirakan bahwa BoE akan kembali menambah jumlah QE karena ada pembicaraan tambahan QE sebesar 150-200 milar poundsterling.

Harga emas turun tipis kemarin setelah laporan bahwa China mampu mengendalikan wabah baru virus corona. Kekhawatiran akan adanya gelombang kedua pandemi di China mulai mereda karena seorang ahli medis mengatakan Beijing sudah mengendalikan wabah terbaru. Meski begitu, jumlah kasus yang terinfeksi di seluruh dunia terus meningkat dan mengilhami pembelian emas yang dianggap aset aman, menjaga logam mulia tersebut untuk tetap bertahan dekat level tertinggi satu minggu.

Harga minyak menguat kemarin setelah panel OPEC, atau lebih yang dikenal Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC), menekankan perlunya kepatuhan penuh pada pemangkasan produksi yang disepakati dan membuat langkah-langkah untuk memastikan negara-negara yang tidak memenuhi target bulan lalu untuk menebusnya. Di awal bulan, OPEC+ sepakat untuk memperpanjang pemangkasan output sebesar 9,7 juta bph dan akan memantau kepatuhannya setiap bulan. Dalam siaran pers kemarin, JMMC mematok kepatuhannya dengan pemangkasan produksi sebesar 87% di Mei. Mereka menegaskan pentingnya semua yang berpartisipasi mencapai 100% dari pemangkasan yang mereka janjikan dan mereka akan menebus kekurangan sebelumnya di bulan Juli, Agustus dan Spetember mendatang. JMMC juga mengatakan bahwa Irak dan Kazakhstan telah memberikan jadwal pada program pemangkasan dan negara lain yang belum berpartisipasi diberikan waktu hingga 22 Juni untuk menyerahkan jadwal kompensasi mereka.

Saham-saham Asia bersiap menguat hari ini, meski perdagangan akan choppy setelah Wall Street ditutup beragam, dimana kekhawatiran mengenai gelombang kedua, diimbangi optimisme pemulihan ekonomi. Tiga indeks utama Wall Street bergerak dalam range trading karena investor terus mencerna data ketenagakerjaan AS. Saham-saham di Australia menguat 0,5%, indeks Nikkei naik 0,7% dan Kospi naik 0,3%.

Fokus Hari Ini : EU Economic Summit
Tidak begitu banyak data yang hadir hari ini. Pelaku pasar masih terus mencermati perkembangan dari penyebaran virus corona, khususnya di AS dan China. Jika ada peningkatan kasus yang signifikan, investor kemungkinan akan menjauh dari aset-aset berisiko dan beralih ke safe haven, dalam hal ini dollar akan jadi pilihan. Di Eropa, ada pertemuan ekonomi Uni Eropa, sementara di Kanada ada data retail sales.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*