Perkembangan mengenai penemuan vaksin virus corona, serta ketegangan baru antara AS-China

Fokus Hari Ini : Lagarde
Hari ini tidak begitu banyak data yang dirilis, fokus pasar kemungkinan akan tertuju pada perkembangan mengenai penemuan vaksin virus corona, serta ketegangan baru antara AS-China. Kedua isu tersebut akan menentukan ke mana arah dana mengalir, apakah risk appetite atau risk aversion. Sementara itu, ketua ECB Christine Lagarde juga akan menyampaikan pidatonya hari ini.

Dollar melemah kemarin karena optimisme menganai vaksin virus corona serta dibukanya kembali ekonomi, mengabaikan sentimen ketegangan AS-China, mengurangi asset safe haven. Dengan meningkatnya selera berisiko telah menghantarkan bursa saham menguat dan harga komoditas reli. Indeks S&P 500 naik ke atas level 3000 untuk pertama kalinya sejak 5 Maret setelah perusahaan bioteknologi Novavax Inc mengumumkan ujicoba vaksin virus corona terhadap manusia. Ketegangan AS-China tidak menyurutkan selera berisiko, meski AS berulang kali mengkritik China penanganan terhadap pandemi. Kemarin, penasihat ekonomi Donald Trump mengatakan bahwa rencana China atas RUU keamanan merupakan kesalahan besar dan Washington berjanji akan membayar perusahaan-perusahaan AS yang ingin keluar dari wilayah China.

Mata uang komoditas berhasil menguat kemarin di tengah meningkatnya sentimen risk-on. Dollar Autralia dan dollar Selandia Baru masing-masing menguat 0,5%, meski dibayangi ketegangan hubungan AS-China. Dengan dilonggarkannya aturan lockdown pelaku pasar meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi akan segera pulih. Ausie ditutup pada kisaran $0,6571, sementara kiwi ditutup di kisaran $0,6129.

Harga emas melemah kemarin berkat pelonggaran aturan lockdown di beberapa negara, serta adanya perkembangan positif mengenai vaksin Covid-19, mengurangi pamor emas sebagai safe haven. Harga emas terus turun di tengah penguatan bursa saham di Eropa dan AS. Sentimen lainnya yang menekan harga emas adalah berakhirnya masa kontrak emas berjangka bulan Juni, yang mendorong trader menjual emas untuk menghindari margin call. Harga emas berjangka AS turun 1,7% menjadi 1705,60.

Harga minyak kembali menguat kemarin karena harapan meningkatnya permintaan, serta berkurangnya pasaokan. Dari sisi permintaan, dengan dilonggarkannya aturan lockdown di Eropa dan India permintaan akan meningkat, setidaknya pada sektor transportasi. Menteri perminyakan India mengatakan bahwa permintaan bensin India, yang sudah anjlok 60% selama lockdown, akan kembali level pra-corona di Juni. Sentimen bullish minyak dalam beberapa minggu terakhir adalah upaya pemangkasan output oleh OPEC+. Arab Saudi dan Kuwait berjanji akan memangkas produksi melebihi kesepakatan yang dicapai. Bahkan Rusia mengatakan bahwa pihaknya benar-benar berusaha mematuhi perjanjian kesepaktan tersebut. Kementerian Energi Rusia, mengutip pernyataan menterinya yakni Alexander Novak, mengatakan bahwa kenaikan permintaan bahan bakar akan membantu mengurangi surplus global saat ini yang mencapai sekitar 7-12 juta bpd pada Juni atau Juli. Novak juga melihat bahwa rebalancing harga minyak akan terjadi di Juli.

Saham-saham Asia terkoreksi hari ini karena kekhawatiran investor mengenai meningkatnya ketegangan hubungan bilateral antara AS-China. Kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan tindakan atas China atas upayanya memberlakukan Undang-undang keamanan, meski tidak dirinci lebih lanjut. Indeks Nikkei turun 0,1% dan Kospi turun 0,2%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*