Pound Menguat Atas Euro & Dolar AS Menjelang Data Inflasi Inggris

pound

Bullard: Suku Bunga Harus Naik 3% Tahun Ini

Pejabat The Fed membantu membentuk ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih agresif untuk mengekang inflasi, tetapi belum berhasil menghilangkan kekhawatiran siklus pengetatan dapat merusak ekonomi dan pasar tenaga kerja. Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan kepada Bloomberg TV hari Selasa, menyerukan bank sentral untuk menaikkan suku bunga menjadi 3% tahun ini.

Pound Menguat Atas Euro & Dolar AS Menjelang Data Inflasi Inggris

Pound Inggris menguat ke level tertinggi dua minggu atas euro setelah melanjutkan retrace dari penurunan sebelumnya saat investor memandang kenaikan suku bunga yang “dovish” dari Bank of England (BoE) dalam rapat pada 17 Maret. Saat ini fokus invesor beralih pada data inflasi Inggris dan pengumuman anggaran Musim Semi oleh menteri keuangan Inggris Rishi Sunak, yang keduanyaa dijadwalkan pada hari Rabu. Analis Commerzbank mengatakan pembaruan inflasi Inggris dapat menggerakkan pound “secara signifikan” jika kenaikan harga sekali lagi melebihi ekspektasi. CPI tahunan diperkirakan naik menjadi 5,9%, menurut jajak pendapat Reuters, yang merupakan level tertinggi dalam 30 tahun. Terhadap euro, sterling naik 0,6% menjadi 83,11 pence, level terkuatnya terhadap mata uang tunggal sejak 8 Maret. Sementara terhdap dolar AS, Pound naik 0,7% ke level tertinggi sejak 4 Maret di $1,32735.

Emas Turun Lebih Dari 1%, Imbas Dari Pernyataan Hawkish Powell

Harga emas turun lebih dari 1%, mendekati level terendah satu minggu pada hari Selasa setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang agresif tahun ini untuk mengekang kenaikan inflasi, mengirim imbal hasil Treasury lebih tinggi.

Minyak Koreksi di Tengah Beragamnya Sentimen

Harga minyak terkoreksi pada hari Selasa di tengah sentimen yang bervariasi. Harga minyak mentah Brent turun 14 sen menjadi US$ 115,48 per barel, sementara WTI AS melemah 36 sen menjadi US$ 111,76. Pada hari Senin, kedua kontrak minyak tersebut naik lebih dari 7%. Para menteri luar negeri Uni Eropa terpecah tentang apakah akan bergabung dengan AS dalam embargo minyak Rusia. Beberapa negara, termasuk Jerman, mengatakan blok itu terlalu bergantung pada bahan bakar fosil Rusia untuk menahan langkah seperti itu. Sementara itu, harga minyak tertekan oleh penguatan dolar AS, yang naik sehari setelah komentar dari Ketua The Fed AS Jerome Powell menandai pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif. Dolar yang kuat membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan cenderung membebani selera aset berrisiko. Namun, harga minyak mendapat dukungan dari ancaman pasokan ketika kelompok Houthi menyerang fasilitas desalinasi energi dan air Saudi.

Wall Street Menguat, Dipimpin Saham Teknologi

Wall Street menguat pada perdagangan Selasa, dipimpin oleh kenaikan Nasdaq 2%. Saham teknologi dan pertumbuhan besar lainnya rebound dari penurunan baru-baru ini dan saham Nike naik setelah melaporkan hasil pendapatannya yang optimistis. Indeks Dow Jones naik 0,74% menjadi 34.807,46, S&P 500 menguat 1,13% menjadi 4.511,61, dan Nasdaq Composite bertambah 1,95% menjadi 14.108,82.

Fokus Hari Ini : Pidato Powell & Bailey, Inflasi & RAPBN Inggris

Hari ini ketua The Fed Jerome Powell akan tampil dalam diskusi panel secara virtual, yang bertajuk “Emerging Challenges for Central Bank Governors in a Digital World“. Dalam diskusi ini hadir pula gubernur BoE Andrew Bailey. Pasar tentunya akan mencermati apa yang akan disampaikan oleh mereka. Namun sebelum itu, Inggris akan merilis data inflasi dan mengumumkan RAPBN tahunannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*