Pound Menguat Meski CPI Inggris Meleset dari Perkiraan

Dolar AS Melemah Karena Membaiknya Sentimen Risk-On

Dolar AS merosot pada hari Rabu karena sentimen risiko membaik. Selain itu, investor lebih terfokus pada kenaikan harga komoditas dan ketika bank sentral global kemungkinan akan mulai menaikkan suku bunga untuk menangkis inflasi meningkat. Greenback mencapai level tertinggi satu tahun atas mata uang utama lainnya pekan lalu karena pelaku pasar meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan untuk mengatasi inflasi. Namun, taruhan itu telah memudar, karena investor memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif di negara lain dan setelah mata uang terkait komoditas, termasuk dolar Kanada dan Australia menguat. Sementara itu, Dolar Kanada menguat setelah tingkat inflasi tahunan negara itu naik ke level tertinggi 18 tahun pada bulan September, menempatkan fokus pada Bank of Canada (BoC) menjelang keputusan suku bunga minggu depan.

Pound Menguat Meski CPI Inggris Meleset dari Perkiraan

Pound Inggris naik 0,30% menjadi $1,3831 kemarin setelah data menunjukkan bahwa inflasi Inggris melambat di bawah perkiraan di September. CPI Inggris tumbuh 3,1%, lebih lambat pertumbuhan 3,2% di bulan sebelumnya. Angka tersebut tidak banyak mengubah ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menjadi bank sentral besar pertama di dunia yang menaikkan suku bunga.

Emas Naik Tajam Berkat Pelemahan Dolar AS, Kekhawatiran Inflasi

Harga emas melonjak pada hari Rabu karena pelemahan dolar AS, kekhawatiran inflasi, serta masalah rantai pasokan, yang meningkatkan daya tarik safe haven atas logam mulia tersebut. Spot emas naik 0,9% menjadi $1.785,25. Dengan dolar AS yang lemah, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang asing. Sementara itu, emas juga sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi.

Minyak Menguat Setelah Data EIA AS, Lonjakan Harga Energi

Harga minyak naik hari Rabu setelah persediaan minyak mentah AS di pusat penyimpanan terbesar negara itu mencapai level terendah tiga tahun dan stok bahan bakar nasional turun tajam, menandakan meningkatnya permintaan. Minyak Brent naik 0,9% di $85,82 per barel, tertinggi sejak Oktober 2018 dan WTI AS naik 1,1% menjadi $83,87. Stok minyak mentah AS turun 431.000 barel dalam minggu terakhir, menurut Energy Information Administration (EIA) AS. Sementara stok bensin turun lebih dari 5 juta barel. Sementara itu, cadangan di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma mencapai level terendah sejak Oktober 2018. Stok bensin sekarang berada di level terendah sejak November 2019 dan stok sulingan turun ke level yang tidak terlihat sejak awal 2020. Harga minyak juga terangkat oleh lonjakan harga gas alam dan batu bara di seluruh dunia sebagai antisipasi pembangkit listrik akan beralih ke minyak untuk penyedia listrik.

Wall Street Variatif, Dow & S&P 500 Menguat

Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu, dengan indeks Dow Jones dan S&P menguat, ditopang ekspektasi perbaikan kinerja perusahaan-perusahaan AS di kuartal III. Sedangkan Nasdaq melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 152,03 poin atau 0,43% ke 35.609,34, S&P 500 naik 16,56 poin atau 0,37% ke 4.536,19 dan Nasdaq Composite turun 7,41 poin atau 0,05% ke 15.121,68.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan Kanada & Jobless Claims AS

Serangkaian data ekonomi di berbagai negara akan kembali mewarnai pergerakan pasar hari ini. Di Asia, ada RBA annual report, yang kemudian disusul dengan data public sector net borrowing dan CBI industrial order expectation di Inggris. Memasuki pasar AS, ada data ketenagakerjaan Kanada. Sementara itu, AS sendiri akan merilis data jobless claims dan Philly Fed manufacturing Index.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*