Pound Reli Setelah Kesepakatan Pasca Brexit

Poundsterling diperdagangkan di bawah level tertinggi 2,5 tahun pada hari Jumat setelah Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan Brexit. Sterling ditutup pada kisaran $1,3549, setelah gagal naik di atas level tertinggi 2,5 tahun di $ 1,3625 yang dicapai minggu sebelumnya. Inggris meraih kesepakatan perdagangan Brexit dengan UE, hanya tujuh hari sebelum keluar dari blok perdagangan terbesar di dunia. Sementara kesepakatan Brexit akan mempertahankan tarif nol dan akses nol kuota Inggris ke pasar tunggal blok dan menghindari “no deal exit”, kesepakatan itu tidak mencakup sektor keuangan negara yang jauh lebih besar dan berpengaruh. Brussel juga belum membuat keputusan apakah akan memberi Inggris akses ke pasar keuangan blok itu. Volume perdagangan sepi karena liburan Natal

Dollar AS Catatkan Penguatan Mingguan Terbaik Sejak Pertengahan November
Indeks dolar naik 0,4% pekan lalu, kenaikan tertinggi tertinggi sejak pertengahan November. Meski begitu sepanjang tahun ini, dolar telah jatuh 6,4%, membukukan kinerja tahunan terburuk sejak 2017. Sementara itu, investor tampaknya mengabaikan kritik Presiden Donald Trump terhadap paket bantuan fiskal yang sebelumnya disetujui di Kongres, yang dapat menimbulkan ketidakpastian terhadap RUU tersebut.
Emas Menguat Berkat Optimisme Stimulus
Harga emas naik di tengah sepinya perdagangan pada hari Kamis karena investor tetap optimis atas stimulus AS, serta pelemahan dolar setelah kesepakatan pasca Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Emas, yang naik sekitar 24% tahun ini, cenderung diuntungkan dari kebijakan stimulus karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Minyak Melemah Karena Kekhawatiran Pandemi Baru
Harga minyak naik tipis pada hari Kamis berkat aksi beli menjelang penutupan di tengah rendahnya volume menjelang libur Natal. Penguatan tersebut didorong setelah Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan pasca Brexit. Harga mimyak WTI naik 11 sen menjadi $ 48,23 per barel, sementara minyak mentah berjangka Brent naik 9 sen menjadi $51,29. Namun begitu, selama sepakan harga minyak masih tetap elemah, dengan WTI turun 1,6% dan Brent melemah 2%. Harga minyak sudah menguat tajam sejak akhir Oktober berkat banyaknya negara-negara yang menyetujui penggunaan vaksin. Namun, jumlah infeksi di dunia terus meningkat dan prospek investor akan tertutupi oleh pandemi selama beberapa bulan. Strain baru virus korona telah menyerang Inggris, Nigeria, dan negara lain. Setidaknya empat pembuat obat berharap vaksin COVID-19 mereka akan efektif melawan varian virus baru yang menyebar cepat yang sedang berkecamuk di Inggris, dan melakukan tes yang akan memberikan konfirmasi dalam beberapa minggu.

Wall Street Variatif , S&P Melemah Secara Mingguan
Menutup perdagangan minggu lalu sebelum libur Natal, tiga indeks Wall Street ditutup menguat. Namun secara mingguan, pergerakan indeks variatif, dengan Indeks S&P 500 melemah 0,2% di tengah aksi ambil untung hingga akhir tahun. Sementara indeks Dow Jones naik 0,1% dan Nasdaq naik 0,4%. Sentimen positif datang berkat optimismen stimulus, serta kesepakatan pasca Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa.
.
Fokus Minggu ini : Chicago PMI & Jobless Claims AS
Event, serta data ekonomi di minggu ini cenderung sepi karena banyak pasar yang libur setelah perayaan Natal, serta menjelang libur tahun baru. Volume perdagangan kemungkinan akan cenderung sepi, meski begitu, masih ada data yang layak disimak, seperti Chicago PMI, pending home sales dan jobless claims AS. Reaksi pasar atas kesepakatan Brexit , stimulus AS, serta varian virus baru di Inggris juga akan jadi fokus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*