Pounds Inggris Jatuh

Pound Inggris jatuh untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis, berpotensi mengakhiri penguatan dalam tiga minggu berturut-turut di tengah meningkatnya ekspektasi Bank of England (BoE) kemungkinan akan menurunkan suku bunga di bawah nol untuk mendukung ekonomi Inggris. Menjelang BoE meeting di pertengahan bulan ini, gubernur BoE Andrew Bailey telah mengeluarkan pernyataan mengenai kemungkinan untuk mengadopsi suku bunga negatif dalam skenario terburuk, terkait gelombang kedua Covid dan kegagalan pembicaraan perdagangan pasca-Brexit. Bailey memperingatkan bahwa kekhawatiran gelombang kedua virus bisa membebani laju pemulihan, membuat bagian-bagian penting dari ekonomi beroperasi jauh di bawah level normal. BoE akan menggelar rapatnya pada tanggal 17 September mendatang.

Yen Jepang dan Swiss franc menguat atas dollar kemarin menyusul aksi jual di pasar saham AS mendorong investor ke mata uang safe-haven. Penurunan tajam pada saham-saham di Apple Inc, Amazon.com, dan Google mendorong Wall Street jatuh ke level terendah sejak Juni. Analis mengatakan bahwa penurunan dipicu oleh data ekonomi yang lemah yang menyoroti kekhawatiran tentang pemulihan yang lama dan sulit.

Harga emas jatuh ke level terendah kemarin, terbebani oleh penguatan dolar, serta meningkatnya harapan pemulihan ekonomi, yang mendorong asset berisiko. Harga emas turun 0,5% menjadi $1.932,73 per ounce, setelah sebelumnya jatuh ke $ 1.926,99. Sedangkan Emas berjangka AS merosot 0,3% menjadi $1.938,70. Indeks dolar naik dalam tiga sesi berturut-turut atas mata uang utama dunia lainnya, membuat harga emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang non dollar.

Harga minyak dutup melemah pada penutupan perdagangan Kamis setelah data pengangguran AS memicu kekhawatiran mengenai lambatnya prosesnya pemulihan ekonomi di AS serta lesunya permintaan bahan bakar, menyusl data permintaan bensin AS yang lemah. Penurunan juga terjadi setelah bursa saham AS merosot karena investor menjual saham teknologi, serta adanya kekhawatiran mengenai pemulihan ekonomi setelah data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk pengangguran mencapai 881.000, menunjukkan klaim lanjutan tetap tinggi, dengan jutaan orang menganggur. Sehari sebelumnya kedua patokan minyak, yaitu Brent dan WTI, turun lebih dari 2% setelah data EIA yang menunjukkan permintaan bensin turun menjadi 8,78 juta barel per hari (bph) dari 9,16 juta bph seminggu sebelumnya. Konsumsi produk minyak lainnya juga turun. Harga minyak turun 0,8% menjadi $44,07 per barel, sementara WTI turun 0,3% menjadi $41,37.

Tiga indeks utama Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Kamis karena aksi profit taking atas saham-saham teknologi. Penurunan juga terjadi setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru yang menunjukkan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi yang panjang dan sulit. Indeks Dow Jones turun 2,78%, indeks S&P 500 melemah 3,51% dan indeks Nasdaq anjlok 4,96%.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan AS & Kanada
Fokus pasar hari ini akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS. Non-farm-payroll AS diperkirakan tumbuh melambat di bulan Agustus menjadi 1.285 ribu, dari bulan sebelumnya 1,763 ribu. Sementara pertumbuhan upah per jam juga diperkirakan stagnan di 0%, sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 10,1% dari 10,9%. Selain AS, Kanada juga akan merilis data ketenagakerjaan tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*