Poundsterling Inggris menguat terhadap dolar

Poundsterling Inggris terus menguat terhadap dolar, mengabaikan buntunya pembicaraan Brexit setelah Jerman dilaporkan membatalkan rencana untuk melanjutkan negosiasi, dengan alasan kurangnya kemajuan baru-baru ini, menurut laporan media Inggris. GBP/USD naik 0,49% menjadi 1,3207. Pemerintah Jerman membatalkan rencana untuk membahas Brexit selama pertemuan duta besar Uni Eropa pada 2 September. Namun, Pound yang naik sekitar 16% terhadap dolar sejak Maret bergerak seiring dengan aset berisiko seperti saham, mengabaikan kekhawatiran atas risiko Brexit tanpa kesepakatan. Namun, menurut Morgan Stanley korelasi penguatan antara sterling dan asset berisiko tidak akan bertahan lama. Menurutnya, pergerakan GBP/USD akan lebih ditentukan pada bulan Oktober-November, ketika ekonom kami mengharapkan lebih banyak kemajuan dalam pembicaraan Brexit.

Saat ini fokus investor tertuju pidato ketua the Fed Jerome Powell mengenai apakah dia akan mengisyaratkan untuk menggeser target inflasi Fed menjadi rata-rata ketika dia membahas tinjauan kerangka kebijakan bank sentral AS di simposium Jackson Hole pada hari Kamis. Menjelang pidato the Fed tersebut Indeks dolar melemah 0,053% menjadi 92,99.

Emas Rebound Berkat Pelemahan Dollar AS
Harga emas kembali menguat kemarin berkat pelemahan dolar AS, serta investor yang menanti pidato Gubernur The Fed dalam pertemuan Jackson Hole. Indeks dolar spot anjlok dari level tertinggi, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset alternatif. Harga emas spot naik lebih dari 1% dan emas berjangka AS naik 1,5% menjadi 1952,50 per ons.

Harga minyak bergerak variatif kemarin karena penurunan tajam pada cadangan minyak AS diimbangi oleh kekhawatiran tentang potensi penurunan permintaan bahan bakar dari ketidakaktifan yang kemungkinan besar disebabkan oleh badai menuju negara Texas. Minyak West Texas Intermediate (WTI) hanya naik 0,09% menjadi $43,39 per barel. Sementara Brent turun 0,5% menjadi $45,64. Hingga 90 persen produksi minyak mentah AS di Teluk Meksiko, terhitung 1,5 juta barel per hari, telah terhenti dikarenakan Badai Laura. Beberapa kilang penyulingan di Texas tenggara dan barat daya Louisiana juga ditutup, menurut laporan Platts. Badai Laura menerjang Texas tepat ketika industri minyak AS mulai pulih dari lesunya permintaan yang disebabkan oleh pandemi virus corona pada awal tahun. Sementara itu, data kemarin menunjukkan cadangan minyak AS turun 4,7 juta barel minggu lalu, lebih banyak dari perkiraan penurunan 3,4 juta barel, menurut laporan Energy Information Administration (EIA).

Tiga indeks utama Wall Street ditutup pada akhir perdagangan Rabu dengan S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi keempat berturut-turut, karena investor fokus pada momentum saham berkapitalisasi besar yang berkinerja baik sejak dimulainya pandemi virus corona. Indeks Dow Jones naik 0,30%, S&P 500 menguat 1,02% dan nasdaq melonjak 1,73%.

Fokus Hari ini: Jackson Hole & Powell
Hari ini merupakan hari pertama simposium Jackson Hole, yang merupakan pertemuan para gubernur bank sentral, ekonom, dan lembaga keuangan dunia, yang kali ini diadakan secara virtual. Pidato Powell dalam sambutan acara pembukaan akan jadi sorotan karena pasar ingin mengetahui kerangka kebijakan the Fed ke depan. Namun sebelum itu ada data PDB dan pending home sales AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*