Jum. Jul 19th, 2024

Powell : Fed Siap Meningkatkan Laju Kenaikan Suku Bunga

Facade on the Federal Reserve Building in Washington DC

Powell : Fed Siap Meningkatkan Laju Kenaikan Suku Bunga

Ketua Fed mengatakan kepada Kongres AS bahwa Fed siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga, jika keseluruhan data menunjukkan bahwa pengetatan yang lebih cepat diperlukan. Powell juga mencatat bahwa data ekonomi terbaru lebih kuat dari yang diperkirakan, yang menunjukkan bahwa tingkat suku bunga akhir kemungkinan akan lebih tinggi dari yang diantisipasi sebelumnya. The Fed terus mengantisipasi bahwa kenaikan yang sedang berlangsung dalam kisaran target untuk suku bunga federal fund akan sesuai untuk mencapai sikap kebijakan moneter yang cukup ketat untuk mengembalikan inflasi ke 2% dan bahwa memulihkan stabilitas harga kemungkinan akan membutuhkan sikap kebijakan moneter yang ketat untuk beberapa waktu. The Fed menaikkan kisaran target suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 4,5%-4,75% pada pertemuan Februari 2023, mengurangi besaran kenaikan untuk pertemuan kedua berturut-turut tetapi masih mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi sejak 2007.

Pernyataan Powell Angkat Indek Dolar AS Diatas 105 Kembali

Indeks dolar mencapai 105,3 pada hari Selasa, level tertinggi sejak 6 Januari setelah Ketua Fed Powell mengatakan bahwa suku bunga ‘kemungkinan akan lebih tinggi’ dari yang diperkirakan sebelumnya. “Jika keseluruhan data menunjukkan bahwa pengetatan yang lebih cepat diperlukan, kami akan siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga.”, Powell mengatakan dalam kesaksian yang telah dipersiapkan di depan Komite Perbankan Senat. Aktivitas penjualan terkuat tercatat terhadap GBP (-1.4%), AUD (-1.9%), dan NZD (-1.1%) yang terdepresiasi ke level terendah sejak November karena divergensi dalam kebijakan moneter semakin melebar dengan pernyataan Powell terbaru.

Harga Emas Turun Akibat Lonjakan Dolar AS Yang Terdorong Oleh Kesaksian Powell

Harga emas turun lebih dari 1% karena lonjakan dolar AS setelah Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan kenaikan suku bunga bank sentral AS dapat terjadi lebih cepat dalam kesaksiannya di depan komite kongres. Emas spot turun 1,8% pada $1.813,11 per ons. Emas berjangka AS turun 1,9% dan menetap di $1,817.70 per ounce.The Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan sebagai tanggapan terhadap data yang kuat baru-baru ini dan siap untuk bergerak dalam langkah yang lebih besar jika “totalitas” informasi yang masuk menunjukkan langkah-langkah yang lebih keras diperlukan untuk mengendalikan inflasi, Powell mengatakan kepada anggota parlemen AS pada hari Selasa. Indeks dolar naik lebih dari 1% setelah komentar Powell, membuat emas batangan menjadi kurang terjangkau bagi pembeli di luar negeri.

Aksi Jual Melanda Perdagangan Minyak, Buntut Pernyataan Powell Yang Hawkish

Minyak mentah berjangka WTI anjlok lebih dari 2% menjadi sekitar $78 per barel pada hari Selasa, karena pernyataan hawkish dari Ketua Fed Jerome Powell memicu aksi jual di seluruh aset berisiko di tengah kekhawatiran yang masih ada bahwa pengetatan kondisi keuangan akan menyeret AS ke dalam resesi. WTI mengalami tekanan di awal sesi ini karena keputusan China untuk menetapkan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan dan data bea cukai yang menunjukkan penurunan impor minyak mentah selama bulan Januari dan Februari memicu spekulasi bahwa pembukaan kembali konsumen minyak terbesar kedua di dunia ini tidak dapat mendorong permintaan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sementara itu, Chief Executive Chevron Mike Wirth mengatakan bahwa dunia sekarang lebih rentan terhadap gangguan pasokan yang tidak terduga karena tekanan pada aliran energi Rusia datang pada saat persediaan minyak terbatas dan perubahan pasokan.

Risk Off Muncul Kembali, Bursa Saham AS Berakhir Turun

Dow ditutup 574 poin atau 1,7% lebih rendah pada hari Selasa, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 1,5% dan 1,2%, setelah pernyataan hawkish Powell memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Fokus Pasar Hari Ini :

Jerman akan merilis angka data penjualan ritel secara tahunan untuk bulan Januari yang diperkirakan akan naik moderat dari (-6.4%) menjadi (-6.1%). Zona Euro akan merilis data PDB secara tahunan dan kwartal, masing-masing diperkirakan akan turun dari 2.3% menjadi 1.9% dan 0.3% menjadi 0%. Selanjutnya akan ada paparan dari Presiden ECB Christine Lagarde. Hasil yang sesuai ekspektasi atau lebih rendah akan menjadi tekanan bagi Euro, sementara isyarat hawkish dari Lagarde akan memberikan sinyal positif bagi Euro. Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell masih akan memberikan kesaksian di Komisi Perbankan DPR. Isyarat yang masih hawkish akan memperkuat Dolar AS lebih lanjut

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *