Rebound di Jumat, Dolar AS Masih Diperdagangkan Dekat Level Terendah 2,5 Tahun

Dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari level terendah 2,5 tahun pada hari Jumat karena keraguan tentang kesepakatan stimulus COVID-19 AS dan negosiasi perdagangan Brexit yang menurunkan kepercayaan investor. Jumat lalu. Kongres AS belum dapat memenuhi tenggat waktu untuk menyetujui anggaran baru COVID-19 senilai $900 miliar dan sebagai gantinya mengesahkan anggaran sementara yang ketiga untuk menjaga pemerintah agar tidak shutdown. Sementara di Eropa kesepakatan perdagangan Brexit masih belum bisa tercapai. Kurangnya kemajuan dalam pembicaraan stimulus AS dan meningkatnya jumlah kematian COVID-19 global telah memicu pelarian dana ke safe-haven. Indeks dolar menguat 0,21% menjadi 90,180, setelah sempat jatuh ke 89,822, terendah sejak April 2018.

Loonie Catatkan Penurunan Mingguan Pertama Dalam 5 Minggu
Dolar Kanada melemah ke level terendah 8 hari atas dolar AS pada hari Jumat karena ketidakpastian prospek anggaran virus korona AS dan data retail sales Kanada yang mngecewakan. Kedua sentimen tersebut mendorong aksi profit taking setelah penguatan tajam akhir-akhir. Pada hari Selasa, loonie mencapai level tertinggi 2,5 tahun pada level 1,2684. Namun setelah itu, turun dan ditutup turun 0,5% menjadi 1.2789 atas dolar AS, sekaligus mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam dalam lima minggu.
Meski Koreksi, Emas Masih Catatkan Penguatan Mingguan
Harga emas melemah pada hari Jumat setelah tiga hari kenaikan karena rebound dolar mengimbangi dukungan dari harapan dari paket stimulus fiskal AS. Harga emas spot emas turun 0,3% menjadi $ 1,880.11. Namun secara mingguan masih mencatatkan penguatan sebesar 2,2%.

Minyak Naik Dalam 7 Minggu Berturut-turut
Minyak ditutup di level tertinggi sembilan bulan pada hari Jumat, melengkapi kenaikan tujuh minggu berturut-turut karena investor fokus pada peluncuran vaksin COVID-19 dan penurunan dolar AS. Pfizer telah mengajukan permohonan persetujuan di Jepang untuk vaksinnya, yang juga digunakan di Inggris dan AS. Sedangkan Dolar AS rebound tipis pada hari Jumat, namun masih diperdagangkan dekat level terendah 2,5 tahun. Pelemahan Dolar membuat harga minyak dan komoditas lainnya menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan non dolar. Harga minyak juga terdongkrak oleh harapan tercapainya stimulus. Anggota parlemen AS bekerja bekerja keras untuk memenuhi tenggat waktu dalam menyetujui anggaran baru senilai
$900 miliar untuk ekonomi yang dilanda pandemi, namun mungkin akan meloloskan RUU anggaran sementara untuk mencegah government shutdown. Terakhir, data EIA yang menunjukkan cadangan minyak AS turun melebihi ekspektasi turut mendorong sentimen.

Terkena Profit Taking di Jumat, Wall Street Masih Menguat Secara Mingguan
Wall Street terkoreksi pada perdagang hari Jumat, namun tetap mencatatkan penguatan secara mingguan. Penurunan tersebut dipicu ketidakpastian seputar kesepakatan stimulus virus corona. Sementara itu, saham Tesla melonjak dalam perdagangan besar untuk mengantisipasi penambahan saham itu ke daGar S&P 500 pada pekan depan. Dalam sepekan, indeks S&P 500 naik 1,3%, Dow Jones naik 0,4% dan Nasdaq naik 3,1%.

Fokus Minggu ini : Vaksin, Stimulus, PDB Inggris & AS, Consumer Confidence Jerman & AS Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada reaksi pasar setelah Food and Drug Administratio (FDA) AS mengesahkan vaksin Moderna untuk penggunaan darurat. Kemudian perkembangan perundingan stimulus dan Brexit juga masih dinanti pasar. Sedangkan data-data ekonomi yang layak disimak antara lain; PDB Inggris dan AS kuartal ketiga, serta consumer confidence Jerman dan AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*