Rebound minyak didorong oleh laporan minyak bulanan OPEC yang memperkirakan bahwa permintaan minyak global akan turun 6,58 juta barel

Dollar naik ke level tertinggi satu minggu kemarin karena faktor safe haven setelah rilis data jobless claims yang mengalami lonjakan 22 ribu dalam sebulan terakhir. Dengan terhentinya aktifitas bisnis, sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona, ekonomi AS telah merosot. Jobless claims AS dirilis lebih rendah 1,37 juta dari minggu sebelmnya, yaitu sebesar 5,25 juta. Namun dalam sebulan angkanya sudah di atas 20 juta. Kemerosotan ekonomi AS juga ditunjukkan dengan data-data lainnya, seperti aktifitas manufaktur di Philadelpia yang turun ke level terendah sejak 1980, serta home buliding turun tajam dalam 36 tahun terakhir. Indeks dollar menguat 0,40% menjadi 100,03.

Euro kembali melemah atas dollar sekitar 0,59% kemarin setelah pelaku pasar melihat bahwa bantuan Uni Eropa sebesar setengah triliun euro untuk mendukung negara-negara yang terdampak virus corona, dipandang tidak cukup, terutama bagi negara yang masih sarat utang, seperti Italia. Dollar juga menguat atas yen setelah pemerintah Jepang memperpanjang keadaan darurat di luar kota-kota besar.

Harga emas melemah tipis kemarin setelah data yang menunjukkan jobless claims AS turun lebih sedikit dari perkiraan dan setelah adalah kelonggaran lockdown. Meski demikian kekhawatiran resesi global masih mendukung sentimen emas. Jobless claims AS melonjak 5,2 juta orang, turun dari minggu sebelumnya 6,6 juta. Namun total dalam sebulan terakhir sudah di atas 20 juta orang. Sementara itu, presiden Trump berencana membuka kembali ekonomi setelah terhenti selama sebulan, meski ada kekhawatiran dari ahli medis, gubernur dan pengusaha. Harga emas spot turun 0,6% , sementara emas berjangka turun 0,3% .

Harga minyak bergerak mendatar kemarin setelah dilanda aksi jual di sesi sebelumnya karena kekhawatiran lemahnya permintaan dan oversuply. Rebound minyak didorong oleh laporan minyak bulanan OPEC yang memperkirakan bahwa permintaan minyak global akan turun 6,58 juta barel. Perkiraan penurunan tersebut lebih kecil dari perkiraan International Energy Agency (IEA) rabu lalu mengenai penurunan permintaan 9,3 juta barel di tahun 2020. Sementara Rystad Energy, sebuah perusahaan riset energi independen, lebih dekat pandangannya dengan IEA. Lembaga riset tersebut memperkirakan penurunan 9,4 juta bph. Dengan proyeksi-proyeksi tersebut, harga minyak cenderung tertekan apalagi ekonomi AS juga terlhat melambat, yang tercermin dari data-data ekonomi terakhir. Jobless claims turun menjadi 5,25 juta, namun sudah di atas 20 juta selama sebulan. Sementara retail sales dan output industri  mengalami penurunan tajam. Harga minyak WTI flat di kisaran $19,78, sementara Brent menguat 0,5% menjadi $27.82.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*