Reli Emas Terhenti Karena Penurunan Harga Minyak

Euro Naik Lebh 1,5% Berkat Penurunan Harga Komoditas

Euro naik lebih dari 1,5% atas dolar AS pada hari Rabu karena selera risiko kembali ke pasar keuangan, serta turunnya harga energi dan komoditas dari puncak baru-baru ini, yang didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi Barat yang diberlakukan sebagai tanggapan. Setelah menyentuh level terendah 22 bulan pada hari Senin di $1,0806, euro terakhir berada di $1,10645, naik 1,57% kemarin. Kenaikan tersebut sebagian didorong oleh berita baru-baru ini bahwa Uni Eropa sedang mendiskusikan penerbitan obligasi bersama untuk membiayai pengeluaran energi dan pertahanan. Pasar juga menyambut baik penurunan harga komoditas yang telah berkontribusi pada melonjaknya inflasi dan menambah ketidakpastian seputar ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, ECB akan menggelar rapatnya hari ini, namun di tengah momok stagflasi, pasar uang memperkirakan ECB akan menunda kenaikan suku bunga sampai akhir tahun.

Sterling Rebound Karena Membaiknya Sentimen

Pound Inggris rebound terhadap dolar AS pada hari Rabu berkat penurunan harga minyak dan membaiknya sentimen pasar. Pasar saham Eropa dan AS berhasil rebound setelah empat sesi berturut-turut mengalami kerugian besar, dengan investor melakukan bargain hunting di tengah optimisme baru. Pound naik 0,48% pada $ 1,3165, sementara indeks dolar turun lebih dari 1% terhadap mata uang utama lainnya.

Reli Emas Terhenti Karena Penurunan Harga Minyak

Harga komoditas logam, termasuk emas turun tajam setelah penurunan harga minyak membantu aset berisiko rebound menyusul penurunan tajam yang dipicu oleh perang Ukraina. Spot emas turun 3,3% ke $1.983,96, menghentikan reli yang membawanya mendekati tertinggi sepanjang masa pada Agustus 2020.

Minyak Anjlok Setelah Spekulasi Larangan Import Rusia Tidak Memperburuk Pasokan

Harga minyak turun lebih dari 5% pada hari rabu setelah beberapa investor berpandangan bahwa larangan AS terhadap minyak Rusia mungkin tidak memperburuk pasokan. Presiden AS Joe Biden pada hari Selasa memberlakukan larangan langsung terhadap minyak Rusia. Pembicaraan bahwa Ukraina tidak lagi mencari keanggotaan NATO setelah beberapa laporan berita minggu ini juga membebani harga. AS mengimpor rata- rata lebih dari 20,4 juta barel minyak mentah dan produk olahan sebulan dari Rusia pada tahun 2021, sekitar 8% dari impor bahan bakar cair AS, menurut Administrasi Informasi Energi (EIA). “Secara teoritis, AS bahkan dapat mengimbangi pemadaman dari Rusia dengan produksinya sendiri,” menurut riset dari analis Commerzbank. Minyak juga turun setelah kepala IEA menggambarkan keputusan badan tersebut pekan lalu untuk melepaskan 60 juta barel minyak dari cadangan strategis sebagai “tanggapan awal” dan mengatakan bahwa lebih banyak lagi yang bisa dirilis jika diperlukan.

Wall Street Reli Setelah Minyak Koreksi

Wall Indeks utama Wall Street menguat lebih dari 2% pada perdagangan Rabu, dipimpin oleh saham sektor keuangan dan teknologi, setelah harga minyak terkoreksi dan investor menimbang perkembangan krisis Ukraina. Indeks Dow Jones naik 653,81 poin atau 2,00% ke 33.286,25, S&P 500 naik 107,18 poin atau 2,57% ke 4.277,88 dan Nasdaq Composite naik 460,00 poin atau 3,40% ke 13.255,55.

Fokus Hari Ini : ECB Meeting, CPI & Jobless Claims AS

European Central Bank (ECB) akan menggelar rapatnya hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakannya. ECB juga diperkirakan tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga dan kemungkinan menunda hingga akhir tahun di tengah bayang-bayang stagflasi. Selain ECB meeting, fokus pasar lainnya adalah data CPI AS yang diperkirakan naik 0,8% di Februari, serta jobless claims.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*