Rencana Stock Split Tesla, Memimpin Kenaikan Bursa AS

Isyarat Berakhirnya Perang Ukraina Menguat, Mengembalikan Kepercayaan Pasar

Pasar merasa sedikit lega setelah ada isyarat kuat rencana perundingan damai antara Rusia – Ukraina. Kekhawatiran akan meluasnya perang hingga ke wilayah lain, mereda setelah sejumlah pihak mengkonfimasi untuk menahan diri. China sendiri menjaga jarak dalam konflik Ukraina dimana awalnya dikhawatirkan pasar akan terlibat. Hal ini membantu pasar sedikit pulih. Invasi Rusia ke Ukraina menjadi pemicu aksi jual spontan di pasar keuangan global dalam sebulan terakhir ini. Tak tanggung-tanggung, bursa saham menerima pukulan keras yang telah menyebabkan kondisi oversold secara luas. Sejumlah pelaku pasar mulai mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, dan mulai masuk kembali meski masih ada ketidakpastian geopolitik. Dengan kondisi yang konstruktif, di mana ketidakpastian geopolitik dan langkah-langkah Lockdown COVID-19 di China mungkin membuat perjalanan bergelombang dalam waktu dekat, tetapi fundamental ekonomi tetap solid.

Rencana Stock Split Tesla, Memimpin Kenaikan Bursa AS

Bursa saham AS rebound karena saham Tesla dan saham-saham lain di sektor teknologi bergerak naik dan mengangkat Nasdaq, S&P 500 dan Dow. Para investor menyambut baik rencana pembicaraan damai Rusia – Ukraina sebagai tanda akhir perang. Sektor Konsumen mendorong kenaikan di bursa S&P 500, dimana saham Tesla Inc melonjak 8,0%, setelah para pemegang saham setuju untuk rencana stock split. Saham-saham di sektor energy dan minyak, turun lebih dari 2,6%. Sentimen positif lainnya adalah harapan pasar pada sejumlah laporan keuangan emiten yang akan disampaikan pada musim laporan keuangan dalam minggu kedua di bulan depan. Indek Dow Jones ditutup naik 0,3%, S&P 500 naik 0,7% dan Nasdaq naik 1,3%.

Dolar AS Makin Kokoh Dengan Kenaikan Yield Obligasi AS

Dolar tertinggi terhadap yen setelah BoJ menahan kenaikan imbal hasil obligasi, disaat yield obligasi AS melonjak ke tertinggi multi-tahun baru. Ekspektasi kenaikan suku bunga membantu mengangkat indek dolar naik 0,313% ke 99,158. USD/JPY naik 1,34% di 123,715 . Euro naik 1,27% menjadi 135,895 yen, tertinggi empat tahun. Euro naik tipis 0,03% terhadap greenback menjadi 1,0984 . Nasib mata uang tunggal minggu ini dapat ditentukan oleh angka inflasi dari ekonomi utama Eropa. AUD/USD turun 0,33% ke $0,74895, tidak jauh dari level tertinggi empat bulan terakhir.

Koreksi Harga Emas Tertahan Kekhawatiran Pasar Atas Tingginya Inflasi

Emas terkoreksi oleh kenaikan imbal hasil Treasury dan dolar AS yang lebih kuat, berakhir turun 0,7% pada $1.939,80. Yyield Obligasi AS berada di posisi tertinggi sejak April 2019. Indek Dolar AS naik 0.4%. Sementara rencana perundingan Rusia – Ukraina turut membebani harga. Pelemahan tertahan karena kekhawatiran pasar yang lebih besar lagi pada ancaman inflasi. Sejarah mencatat ditengah situasi yang tidak pasti dan inflasi yang tinggi, emas akan selalu menjadi tujuan utama investor.

Harga Minyak Turun, Terdampak Lockdown Di Shanghai

Minyak mentah di bursa berjangka AS turun di tengah prospek penurunan tajam dalam permintaan bahan bakar karena Shanghai ditutup untuk mengekang lonjakan kasus COVID dan ketika Ukraina dan Rusia menuju pembicaraan damai. Minyak Brent turun sekitar 7%.

Fokus Pasar Hari Ini :

Jepang melaporkan angka pengangguran yang diperkirakan akan tetap jumlahnya selain itu juga pembaharuan pandangan ekonomi Bank of Japan. Hasil yang positif dan isyarat BOJ untuk melakukan intervensi dapat menahan laju pelemahan Yen lebih lanjut. Australia akan melaporkan angka penjualan ritel dari bulan ke bulan di bulan lalu, diperkirakan akan mengalami penurunan penjualan dari tumbuhn sebesar 1,8% menjadi hanya 0.9%. Hal ini akan memberikan sentimen negatif pada Aussie, berpeluang membuat AUD/USD terkoreksi. Laju inflasi Jerman dapat tercermin dari tingkat kepercayaan konsumen yang merosot tajam, dari minus 8,1 menjadi minus 14.6. Inflasi yang tingi disaat suku bunga Eropa masih rendah, akan mendorong EUR/USD bergerak lebih rendah. Puncak data hari ini adalah angka kepercayaan konsumen AS, sebagaima dalam paparan Conference Board, yang diperkirakan akan mengalami penurunan dari 110.5 menjadi 106.9. Hasil yang sesuai ekspektasi atau lebih rendah, akan menggaris bawahi laju tekanan inflasi telah memberikan pukulan pada warga AS. Tak lupa adalah pernyataan dari anggota FOMC, William yang akan memberikan pandangan dan pasar bisa melihat rencana FED kedepannya. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*